| Mera Naam Joker: Pembelaan Ironis Atas Para Firaun Modern

Jumat, 12 Oktober 2012

Pembelaan Ironis Atas Para Firaun Modern











(Shoutussalam.com) Awal dekade 2010-an bisa dibilang merupakan masa-masa yang sulit bagi para diktator Arab. Fenomena ini sepertinya khusus terjadi hanya pada negara-negara timur tengah yang berbentuk republik, mengaku menganut demokrasi, akan tetapi tidak menerapkan liberalisme ala barat di negeri mereka. Peristiwa-peristiwa demonstrasi besar-besaran yang terjadi menjadi sesuatu yang di mata barat sering disebut sebagai musim semi.
Libia, Aljazair, Tunisia, dan Mesir yang merupakan negara-negara afrika yang berbahasa Arab mengalami pola perubahan yang hampir sama. Namun pola yang sama tidak terjadi di negara Arab seperti Yaman dan Suriah. Meskipun Yaman masih saja dalam keadaan kacau balau, akan tetapi otoritas dan kekuatan Ali Abdullah Saleh telah tercabut. Suriah masih ramai dengan pembantaian yang dilakukan oleh klan Asad terhadap rakyatnya sendiri.
Terlepas dari banyaknya perbedaan di dunia Islam tentang mana negara Islam mana negara kafir, sekiranya otoritas dari negeri-negeri yang telah disebutkan diatas patut mendapatkan permusuhan dan kecaman. Karena selain akidah mereka yang jelas batil, model pemerintahan yang mereka terapkan sama sekali tidak berpihak pada kerakyatan atau singkat katanya, pemimpin-pemimpin negeri itu merupakan diktator tulen dan doyan membunuh lawan politiknya tanpa ampun.
Libia dengan Muammar Khadafi telah jatuh, namun klan Asad masih bercokol di tanah Syam dan sangat alot untuk menjegalnya. Malahan sepertinya rezim Asad terlihat mebabi buta dalam membasmi lawan-lawan politiknya. Namun banyak fenomena aneh dan ganjil di kalangan umat Islam. Masih saja ada orang-orang yang membela tokoh-tokoh seperti Muammar Khadafi dan klan Asad.
Padahal kedua tokoh tersebut merupakan simbol firaun masa kini. Memang agak susah bagi kalangan tertentu untuk mencerna informasi yang keliru dari media-media yang menyesatkan. Bagi beberapa orang yang memusuhi Amerika dengan landasan yang salah, keberadaan Muammar Khadafi dan Basar Asad menjadi layaknya pahlawan yang patut untuk dipuja dan dibela. Padahal mereka sebenarnya merupakan tokoh-tokoh yang benar-benar kafir dan zalim.
Berikut ini contoh fakta yang telah masyhur mengenai firaun-firaun tersebut :
Khadafi
Telah beredar luas kesesatan dan kezaliman tokoh yang satu ini. Khadafi sering melecehkan agama Islam, meskipun dari jauh tampaknya ia selalu mempopulerkan atribut-atribut keislaman.
  • Khadafi mengatakan: “Aku menantang kalian sebagaimana Dia berfirman kepada mereka; ‘Buatlah untukku seekor nyamuk saja!’ Dia menantang mereka yang mengatakan ‘Allah bukanlah apa-apa.’ Dia menantang mereka ‘Buatlah untuk Kami seekor lalat!’ Maka aku tantang kalian: ‘Buatlah untuk kami Pepsi saja!’
  • Khadafi mengatakan, “Jasad bangsa Arab adalah nasionalisme Arab dan ruh mereka adalah Islam, karena Muhammad diutus kepada bangsa Arab semata! Al-Qur’an datang untuk bangsa Arab dan dengan bahasa Arab, ditujukan kepada bangsa Arab saja.Siapa pun orang selain bangsa Arab yang memeluk agama Islam, pada hakekatnya adalah sukarela saja (bukan wajib, edt). Urusannya terserah Allah, namun sebenarnya ia tidak dimaksudnya (sebagai obyek dakwah Al-Qur’an dan Islam, edt).”
  • Vonis kafir murtad dari ulama untuk Khadafi : Mufti besar Libya, Syaikh Sadiq al-Ghariany, mengatakan bahwa Gaddafi adalah seorang kafir, dan shalat jenazah untuknya di masjid atau oleh Syaikh masyarakat Muslim, dan ulama melawan hukum Islam.
  • Khadafi : “Ka’bah adalah berhala terakhir yang masih tersisa di antara berhala-berhala lainnya” (Pembukaan Majlis Ittihad Al Jami’at Al Arobiyyah di kota Benghazi 18 Februari 1990)

Asad, dua firaun syam
Hafiz Asad dan putranya merupakan teror yang mengerikan bagi bayi-bayi tak berdosa. Jika firaun dahulu hanya membunuh bayi laki-laki, maka Basar Asad memenggal pula kepala bayi perempuan.
  • Hafiz Asad dan penerusnya kini, Basar Asad merupakan penganut syiah ekstrim, yang terkoneksi dengan jaringan konspirasi Syiah Raya. Pengungkapan tentang agama mereka telah beredar luas di internet.
  • Hafiz Asad dan klannya merupakan penganut Baathisme, jadi di dalam jiwa kedua diktator ini terdapat dua kekafiran sekaligus, yakni kesombongan nasionalisme fanatik ala Saddam Hussein dan kesesatan Rafidhah ala Khomeini.
  • Said Ramadhan al-Buthy, seorang ulama kenamaan asal Suriah yang terkenal dengan karya-karyanya, telah ditahdzir sesat oleh ulama moderat semacam Yusuf Qordhowi, karena pembelaan dan sikap menjilatnya kepada penguasa Suriah. Bahkan dia telah dikafirkan oelh Abu Bashir at-Tartusi, slah satu ulama rujukan mujahidin.
Fakta-fakta yang lebih lengkap dan panjang sudah sangat banyak beredar luas di dunia maya. Jadi sungguh sangat tidak lazim ketika masih saja ada kalangan tertentu yang membela-bela firaun-firaun semacam ini.

Adanya sebagian kalangan yang masih saja membela para diktator ini mengundang tanya. Apa saja yang menjadi penyebab beberapa orang (yang jumlahnya tidak sedikit) masih saja membela orang-orang kotor tersebut ? Jika dilacak di dunia maya, terutama social media, maka akan didapati bahwa para pembela firaun tersebut cukup eksis, bahkan sering melontarkan komentar pembelaan mereka dengan berani dan agresif.
Berikut ini beberapa sebab yang bisa disimpulkan mengapa masih saja ada orang bodoh yang membela diktator semacam Asad dan Khadafi :
  • Kebodohan umat akan islam menurut manhaj salaf
Banyak menyebarnya ahli bidah seperti syiah, JIL, sufi serta halangan-halangan yang terjadi pada dakwah ahlus sunnah yang murni mengakibatkan banyak masyarakat kurang paham tentang akidah kotor para penguasa tersebut. Meskipun informasi mengenai kesesatan mereka telah tersebar di zaman ini yang dikenal dengan zaman informasi.
  • Banyaknya ulama suu yang menjilat pemerintah
Keberadaan orang-orang jenius sekaliber al-Buthy, mufti dan pengarang banyak karya-karya islami, yang membela dan menjilat orang-orang sesat yang duduk di pemerintahan mengakibatkan banyak orang awam bertaklid kepada ulama tersebut dan mengikuti pendapat sesat yang menyatakan bahwa firaun-firaun tersebut adalah ulil amri yang wajib ditaati.
  • Menganut teori konspirasi secara salah, sesat dan berlebihan
Teori-teori konspirasi tentang yahudi, zionis, dan illuminati tidak diragukan lagi membawa banyak manfaat bagi kaum muslimin. Akan tetapi jika dipahami tanpa loyalitas yang baik kepada dalil al-Qur’an, sunnah serta manhaj salaf, maka yang terjadi adalah tafsiran-tafsiran buruk terhadap kondisi politik yang ada. Seringkali muncul anggapan bahwa setiap gerakan penggulingan penguasa adalah kerjaan mata-mata asing, CIA, hingga pengaitan dengan jaringan semacam freemasonry dan illuminati.
  • Terlena dengan kegiatan filantropi para diktator
Banyak kalangan, bahkan mereka yang bukan orang awam, terlena dengan perbuatan Khadafi yang membangun banyak rumah ibadah, serta berinfak dengan jumlah yang aduhai. Padahal banyak penjahat, dari penjajah-penjajah ekonomi dunia macam keluarga Rockefeller, mafia-mafia zaman Al Capone, hingga preman sekelas Hercules adalah filantropis sejati. Namun sangat jelas bahwa orang semacam ini mencuci tangannya dengan darah orang yang telah mereka sembelih.
  • Menganggap musuh amerika selalu merupakan kawan
Ini merupakan kaidah populer yang ghuluw. Buruknya pemahaman al-Wala wal Baro, serta lemahnya pengetahuan akan waqi’ menyebabkan setiap yang memusuhi Amerika diagung-agungkan dan dibela-bela. Padahal penetuan akidah bukan hanya melalui perilaku politik sekelompok orang.
  • Propaganda kotor konspirator Syiah Raya
Salah satu faktor kuat menyebarnya sebab-sebab di atas adalah peran kaum Syiah Rafidhah yang menginginkan beridirnya negara Syiah Raya di kawasan Syam hingga Persia. Sehingga khusus bagi kasus Suriah, keberadaan rezim Asad jelas menguntungkan. Mereka para pejuang Syiah Raya memanfaatkan sebab-sebab yang telah disebutkan di atas untuk mempertahankan keberadaan firaun-firaun modern.

Hingga akhirnya semua kebodohan yang terjadi pada umat ini harus dihapuskan. Tentunya semua ini merupakan tugas para dai agar kesesatan yang dilindungi oleh kezaliman, seperti halnya yang terjadi pada rezim diktator Arab, menjadi sesuatu hal yang wajib dimusuhi, diperangi dan dihancurkan.[sksd]
Comments
0 Comments