| Mera Naam Joker: manfaat memelihara kucing

Selasa, 16 November 2010

manfaat memelihara kucing

Bagi umat Islam, kegemaran terhadap kucing bukan hal baru. Di zaman Nabi Muhammad saw juga ada sahabat yang menyayangi kucing. Begitu sayangnya ia terhadap kucing, sampai-sampai Rasulullah menjulukinya dengan Abu Hurairah (‘Bapak’nya Kucing). Abu Hurairah ini kita kenal sebagai pencatat sunah-sunah Nabi.
Saat ini di belahan dunia lain, di Amerika Serikat 33 persen rumah tangga memelihara kucing. Di banding rumah tangga pemelihara anjing, pemelihara kucing diketahui 16 juta lebih banyak.
Harian USA TODAY melaporkan berbagai manfaat memelihara kucing, sebagai respon setelah para penggemar kucing “cemburu” dengan laporan tentang berbagai manfaat memelihara anjing.
Semua orang tahu bahwa yang namanya anak kucing itu “menggemaskan”, tulis USA TODAY. Kucing juga dapat tumbuh menjadi pengusir tikus yang baik dan sangat menghibur saat dilihat. Kucing juga mandiri dan tak membutuhkan perawatan serepot anjing.
Nah, kelebihan yang tak banyak orang tahu, ternyata kucing juga dapat menjadi hewan yang merawat tuan, bahkan keluarga tuannya. Kucing juga meningkatkan kesehatan tuannya dan mengajari anak-anak mereka untuk menjadi lebih baik dan memiliki jiwa yang lembut.
Contohnya ada pada Theodora Wesselman, nenek berusia 94 tahun dan telah tinggal selama dua tahun terakhir di panti jompo Tigerplace, Columbia, bersama Cleo, kucing peliharaannya.
Persahabatan abadi mereka merupakan contoh klasik bahwa manusia dan binatang bisa menjadi keluarga dan saling menjaga.
Wesselman masih bersilaturahim dengan penghuni lain dan anak-anaknya sering mampir. Tapi, “Cleo adalah teman terdekat,” kata nenek itu tentang kucingnya yang sudah menemani selama 21 tahun.
Mereka memulai dan mengakhiri hari bersama-sama. “Ia tidur di bantal di sisi saya,” ujar Wesselman.”Di pagi hari, ia menyorongkan diri ke pipiku untuk membangunkanku. Manis sekali. Saya akan bilang menyayanginya, kemudian membawa dia ke dapur untuk menyiapkan makanannya.”
Cleo dan Wesselman “hidup satu demi lainnya. Saya pikir mereka saling merawat,” tutur Mary Kay Swanson, seorang pekerja di panti jompo Tigerplace.
Penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan untuk peduli terhadap binatang peliharaan dapat memperbaiki moral dan membantu orang makin peduli pada dirinya. Hal itu dikemukakan Rebecca Johnson, direktur dari pusat penelitian interaksi manusia dan hewan Universitas Missouri.
Apakah peliharaan tertentu lebih baik dari lainnya? Anjing bisa merayu tuannya untuk jogging jika mulutnya membawa tali untuk leher ke dekat Anda.
“Tetapi, bunyi kucing mendengkur ternyata dapat menurunkan tekanan darah dan cukup mengusir stres dari otak,” ungkap penelitian lembaga tersebut.
Kucing juga penuntut dan menggunakan iba, dan ini sebenarnya kelebihan mereka sebagai peliharaan. “Anjing peliharaan kalau dipukul kepalanya, dia akan tetap suka majikannya. Kucing tidak. Anak-anak yang memelihara kucing harus belajar bersikap lembut kalau tak mau ditinggalkan oleh kucing peliharaan.”
Sebagian orang tua sengaja mendatangkan hewan peliharaan untuk membantu menanamkan nilai-nilai semasa pertumbuhan anak-anak sehingga peliharaan itu menjadi bagian yang menyatu dari keluarga.
Kalau sudah begitu, binatang peliharaan seolah tak ada bedanya dengan anggota keluarga. Contohnya terjadi pada Jud dan Katherine Smith, warga Cumberland, Maine.
Ketika satu dari kucing-kucing Bengal mereka kabur dari jendela, pasangan itu bersama kedua putrinya sangat resah. Sampai-sampai mereka memasang iklan satu halaman penuh selama tiga hari di surat kabar The Portland Press Herald lengkap dengan nomor telepon dan foto Kaden (si kucing). Tersedia imbalan 500 dolar bagi yang menemukan kucing itu.
Tiga pekan berlalu, Kaden ditemukan 7 mil dari rumah. Ia cukup lemas dan lelah, tetapi akhirnya “kucing itu kembali ke keluarganya,” tutur Jud.
Sementara itu di rumah jompo Tigerplace, kesehatan Cleo mengkhawatirkan si perawat, Swanson. Dokter hewan mengatakan, kucing itu mengidap diabetes dan harus menggunakan insulin.
Swanson berbincang dengan si empunya kucing, Wesselman, mengenai usul untuk menyudahi hidup si kucing.
“Cleo ada di dekat kami selama perbincangan. Wesselman tampak bingung. Dia bilang Cleo mendengar pembicaraan kita,” ujar Swanson.
Esok harinya Wesselman memutuskan untuk mengabaikan usul itu. “Saya tak pernah melihat Theodora begitu senang dan bersyukur. Cleo baik-baik saja. Ia berhenti menggunakan insulin, dan kami memantau darahnya tiap pekan,” kata Swanson. Dan setiap pagi, Cleo menyorongkan diri ke pipi tuannya dan saat malam tidur di sisi Wesselman. [hidayatullah.com]
Comments
0 Comments