| Mera Naam Joker: gaya hidup
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Oktober 2013

Kisah Sebenar Kesusahan Penyanyi Tegar (GAMBAR & VIDEO)



Kisah Sebenar Kesusahan Penyanyi Tegar (GAMBAR & VIDEO) | Sesungguhnya nasib manusia tiada siapa yang tahu, ketika Tuhan menjadikan manusia itu baik di mata orang lain, maka akan diangkatnya darjat manusia tersebut yang memang orang tersebut mempunyai “kelayakan” untuk itu.

Kisah Kesusahan Tegar

Tegar lahir di Subang (Indonesia) memang mempunyai cita cita menjadi penyanyi namun lantaran keluarga yang pada saat itu mempunyai masalah ekonomi menjadikan Tegar kanak-kanak yang beridikari sendiri dan berusaha mencari rezeki dengan mengamen (pemuzik jalanan).

Ayah tiri Tegar adalah seorang buruh kasar sedangkan Ibunya adalah juga pengamen (pemuzik jalanan) di stesen Kereta Api di kawasan Pegadean. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah rumah yang hanya berukuran sekitar 4 x 6 meter bersama 3 orang lagi adiknya yang masih kecil. Namun Tegar mengaku bahawa dia mulai menjadi pengamen (pemuzik jalanan) pada saat umur 7 tahun lagi.



Tegar dahulunya ialah sosok anak kecil remaja seperti kanak-kanak lainnya, namun nasib merubah dirinya menjadi popular dan muncul di pelbagai media. Melalui lenggok suara melayu-nya yang kental, Tegar berjaya memukau para pendengar dan penonton.

Asal Usul Tegar Boleh Terkenal :

Perkenalan Tegar ke dalam industri muzik adalah berkat dari pengaruh Youtube. Persis kisah Justin Bieber yang popular disebabkan Youtube dahulu, begitu jugalah halnya dengan Tegar.

Kisahnya bermula apabila ramai orang yang melihat pengamen jalanan kanak-kanak yang sedang asyik menyanyi di salah satu rumah makan di salah satu kota, lalu spontan beberapa penonton dari rumah makan tersebut merakam aksi tegar lalu diuplaod Youtube.

Beberapa waktu sebelum Tegar terkenal, seorang pemuda yang mengupload video Tegar tidaklah begitu menjadi pusat perhatian pengunjung di Youtube, namun pemuda tersebut sepertinya sangat menyukai bakat yang dimiliki Tegar lantas dia sempat mengupload tidak hanya 1 video Tegar bahkan beberapa video yang lain.




Seperti juga kisah Justin Bieber, seorang produser dari salah satu label rakaman yang tertarik akan bakat dan potensi Tegar lantas mengajak tegar untuk mengikuti pertandingan vokal yang sesuai dengan umur Tegar pada ketika itu yang akhirnya dimenangi oleh Tegar.

Dari sanalah pihak produser tersebut berani untuk mempromosikan tegar di pelbagai media dan berjaya menunjukkan bahawa tegar bukan hanya seorang pengamen jalanan bahkan boleh menghiburkan para penonton di seluruh Indonesia (termasuklah promosinya yang kini hangat di Malaysia).

Profil dan Biodata Tegar

Nama Lengkap : Tegar Septian

Nama Panggilan : Tegar si Pengamen

Tempat Lahir : Subang (Indonesia)

Tanggal Lahir : 19 September 2001

Pekerjaan : Pengamen

Sekolah : Kelas 3 di MI Yayasan As Salafi

Lagu-Lagu Tegar :

-       Pengamen Cilik

-       I Love You

-       Salahkah Aku Memujamu Feat Netral

-       Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Sabtu, 28 September 2013

Dulu Tukang Becak, Sekarang Pengusaha Sukses



Siapa bilang tukang becak tidak bisa kaya? Pak Sanim, seorang warga asal Cirebon telah membuktikannya. Anda tahu bagaimana latar pendidikannya? Beliau bukan seorang lulusan dari universitas ternama juga bukan seorang sarjana bisnis. Latar belakang pendidikan beliau hanya sampai SD, itu pun hanya sampai kelas 4. Berkat kegigihannya kini ia telah menjadi pengusaha sukses kaya raya yang memiliki 10 mobil, 3 rumah, dan 2 pabrik.

Sebelum Pak Sanim menjadi seorang pengusaha, ia pernah bekerja menjadi tukang becak di sekitar prapatan Cirebon. Lama menjalani profesi ini ia menjumpai sebuah pabrik garam di sekitar tempat pangkalannya. Dari situ ia mencoba untuk beralih bekerja menjadi seorang karyawan di pabrik tersebut.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai berpikir untuk membuka pabrik sendiri. Menurutnya garam memiliki potensi besar pada waktu itu mengingat banyaknya permintaan dari daerah sekitar Cirebon dan sekitar Jawa Tengah.

"Setelah dua bulan bekerja, saya pun berpikir, daerah kita kan punya potensi garam, loh kenapa saya tidak bisa membuat garam sendiri," ungkapnya.

Akhirnya, Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah ia mulai berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari buruh pabrik, apalagi tukang becak.

Baginya, garam bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak sia-sia pernah bekerja di pabrik garam. "Jadi bisa dikatakan cuma menimba ilmu di pabrik tersebut," tuturnya.

Pada awalnya ia mencoba untuk membuka pabrik sendiri di belakang rumah bersama isterinya. Masih sangfat sederhana dan di olah secara tradisional. Setelah di produksi ternyata dagangannya laku terjual. "Lambat laun ternyata keuntungan kita tambah besar dan banyak peminatnya. Akhirnya kita menambah karyawan dari tetangga-tetangga kita lalu kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi dan sekarang ada pabrik, yakni pabrik garam," tambahnya. 

Sanin mengaku, dalam setahun ia bisa menghasilkan garam minimal mencapai 2.000 ton. Sanin mengaku kewalahan memenuhi permintaan garam olahan yang datang dari Cirebon dan luar kota.

Usahanya yang ditekuni Sanin sejak 30 tahun silam bukannya tanpa tantangan. Ketika usahanya tumbuh dan membutuhkan tambahan modal, ia pernah ditolak saat mengajukan pinjaman ke sebuah bank karena dianggap usahanya tidak menjanjikan. Berkat kegigihannya, akhirnya Sanin pun bisa memperoleh pinjaman.

"Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke bank, tapi waktu itu ditolak. Katanya setelah ditolak, bangunnya masih bilik. Setelah itu akhirnya kita ke bank lain. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana dan akhirnya usaha kita berkembang sampai sekarang. Sekarang punya tanah, punya kantor, punya pabrik," sebutnya

Pria yang tidak tamat pendidikan sekolah dasar (SD) ini menjelaskan hasil usahanya bisa membuat ia naik haji beberapa kali dan menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang sarjana. Usaha yang ditekuni Sanin saat ini, juga telah merambah ke pabrik pembuatan pupuk.

"Anak saya pun kini sarjana semua. Sementara saya pendidikan kelas 4 SR (setara SD) dulu. Makanya kita punya anak tidak mau mengalami masa muda seperti kita, makanya kita sekolahkan semua itu. Kita haji pun sudah dua kali, malah akan datang tahun depan mau umroh dulu," tutup Sanin.

(Dikutip dari detik.com)

Kisah Sukses Billioner Muda asal Thailand (Top Ittipat)


“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.” (Top Ittipat)


Kerja keras memang akan selalu membuahkan hasil ketika seseorang selalu gigih dan pantang menyerah menghadapi masalah-masalah hidup. Begitulah kisah seorang Billioner muda asal Thailandyang bernama Top Ittipat. Pahit getir dan duka lara disebabkan kegagalan hidupnya tak membuat ambisinya terhenti. Pada usianya yang ke 26 tahun ia sudah menjadi seorang billioner muda yang termashur di Thailand dengan sukses berbisnis cemilan rumput laut goreng bermerek Tao Kae Noi.

Top Ittipat sekilas terlihat hanyalah lelaki biasa pada umumnya yang gemar bermain. Tak terlihat sedikitpun ia memikirkan masa depan. Bahkan sejak berumur 16 tahun dirinya sudah hobi bermain game online di internet. Hari-harinya hanya diisi dengan bermain game dan tak pernah memikirkan pelajaran di sekolah. Bahkan ia sangat tidak memperdulikan sekolah. Dimana pun ia selalu bermain game termasuk ketika belajar di sekolah. Sebuah awal yang buruk untuk anak seusianya.

Saking seringnya main game Top bisa di bilang menjadi seorang master gamer yang memiliki banyak sekali point dalam bentuk senjata permainan. Ia bahkan bisa menghasilkan uang lewat gaming nya, tidak tanggung-tanggung kocek uang yang didapatkan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli.

Pada saat yang bersamaan ayahnya mengalami kebangkrutan bisnis dan terlilit utang di Bank sebesar 40 juta Baht. Kedua orang tuanya memutuskan untuk pindah ke China sementara Top memilih untuk tetap tinggal di Thiland. Karena Top seorang pemalas dalam belajar, ia gagal lolos seleksi perguruan tinggi negeri dan berusaha mencari uang untuk masuk di perguruan tinggi swasta yang biayanya cukup mahal.

Top berusaha membuka bisnis lain yaitu dengan berjualan DVD Player namun bisnisnya gagal karena ditipu seseorang, semua barang dagangannya palsu. Tak menyerah Top kembali berinisiatif ingin membuka bisnis lain. Pada awalnya ia berjalan-jalan di pameran alat-alat produksi makanan di Thiland. Disana ia menemukan sebuah alat penggoreng kacang karena tidak mempunyai modal Top menyewa mesin itu dan langsung membawa pulang untuk kemudian berjualan bersama pamannya di pasar. Sempat laris manis setelah Top mencari lokasi strategis untuk berjualan yaitu dengan menyewa tempat di dalam Mall. Namun keduanya harus di usir dari sana karena mesin penggoreng kacangnya mengotori atap mall sehingga kontrak pun di batalkan.

Setelah berusaha keras membangun beberapa bisnis dan akhirnya gagal Top tetap tidak mau menyerah mengingat tekadnya untuk melunasi utang ayahnya dan mengembalikan kembali rumah yang telah di sita oleh Bank. Inspirasi datang dari kekasihnya ketika keduanya asik memakan sebuah cemilan rumput laut yang di belinya di pasar.

Top pada akhirnya memutuskan untuk membuka bisnis cemilan rumput laut goreng. Ia memulai usaha kerasnya pada usia 18 tahun. Ia memulai dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht. Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. Sungguh perjuangan yang tidaklah mudah.

Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang berbagai strategi-strategi penjualan. Ia bahkan rela belajar langsung dari pasar dengan bertanya-tanya ke para pedagang. Inspirasi datang ketika ia berbelanja di salah satu mini market, 7-Eleven. Ia menerapkan metode yang pernah di ajarkan ketika di tempat kursus yang di pilih ayahnya. Sebelumnya ayahnya terpakasa memasukan Top mengikuti kursus bisnis karena tidak sanggup masuk di perguruan tinggi karena alasan biaya. Yaitu metode ekspansi penjualan ke berbagai negara. Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.

Top hampir-hampir saja putus asa dan memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya penghabisannya kali ini tidak sia-sia. Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi. Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.

Saat ini Top berusia 26 tahun, memiliki 2500 karyawan dan mengirim ke 6000 cabang 7-Eelven seluruh dunia dan mengekspor camilan rumput lautnya ke 27 negara termasuk Indonesia. Top telah memiliki lahan perkebunan rumput laut di Korea Selatan dan pendapatannya mencapai 1.5 Milliar Bath (450 Milliar Rupiah) per tahun. Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai a young billionaire from Thailand.

Begitulah cerita sukses dari seorang pemuda yang malas di sekolahnya tetapi memiliki semangat, kegigihan, ketekunan dan mental yang pantang menyerah sehingga membawa dirinya menuju sebuah kesuksesan yang sangat luar biasa. Semoga bisa menjadi renungan dan inpirasi bagi kita semua.

“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.” (Top Ittipat)




Top Ittipat, Pengusaha Top Dunia di Usia 26 th dari Thailand

Jalan hidup seseorang bisa begitu berliku adanya namun selalu saja tetap ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang. Berlikunya jalan akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati dan kerja keras. Begitulah kisah yang terjadi dalam hidup seorang pemuda bernama Top Ittipat dalam menjalani usaha bisnisnya dan menghantarkan Tao Kae Noi, produk cemilan rumput lautnya pada dunia.
Di usianya yang ke 26 tahun ini, Top telah menjadi seorang milyuner muda. Pria kelahiran Thailand ini sesungguhnya hanyalah seorang biasa saja. Pada mulanya tak ada yang begitu spesial dari dirinya. Bahkan pemuda ini cenderung cuek dan tidak terlalu memikirkan masa depan. Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Top pernah alami kecanduan game online saat dia berumur 16 tahun dan membuatnya telantarkan sekolahnya. Bukan satu hal yang baik tentu saja tapi perkenalan dunia bisnis justru dimulai dari sini. Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli.

Disaat yang bersamaan bisnis orang tuanya mengalami kebangkrutan dan disaat yang bersamaan pula karena kemalasannya di sekolah selama ini Top tidak berhasil masuk kuliah perguruan tinggi negeri dan harus masuk Universitas Swasta.Dengan sisa uang yang dimilikinya Top beralih usaha ke bisnis DVD Player tapi Top ditipu mentah-mentah sebab semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Top juga berusaha mencari pinjaman uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun, pihak bank tak begitu saja menyetujuinya.
Di titik inilah Top mulai menyadari kesalahannya karena telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Di titik yang sama ini jugalah, Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis. Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Top tetap berkeras. Setelah akhirnya dapatkan pinjaman dari bank, segala hal dia coba lakukan, Top mencoba berjualan kacang (chesnut) bersama dengan pamannya. Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik. Lalu akhirnya Top membuka kedai di mal dan belajar tentang menemukan tempat yang stategis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk.
Namun berwiraswata memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mal juga membatalkan kontrak kedainya.
Dititik ini Top hampir putus asa. Orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Top tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis jual kacang, Top beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang kekasihnya berikan. Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, sekalipun akhir kisah cintanya tak memberikan kenangan yang manis sebab kekasihnya pun akhirnya meninggalkan Top dikarenakan Top lebih konsentrasi mengurus bisnis dan usahanya.
Top pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht. Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya.
Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven. Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.
Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya penghabisannya kali ini tidak sia-sia. Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi. Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.
Perjuangan Top, segala kegagalan, getir dan pahit serta rasa duka dalam membangun sebuah bisnis kini mengantar Top pada sebuah kesuksesan. Sekarang ini di Thailand siapa yang tak mengenal akan Tao Kae Noi produk cemilan rumput laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga termasuk Indonesia. Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf maka Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai a young billionaire from Thailand.
Top ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap his girlfriend. Seperti kata ibu si Top, sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu.  Kesuksesan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Sabar, syukur, terus berjuang pantang menyerah, dan berdoa adalah Top secret (rahasia si Top). 
Berikut sinopsis ringkas nya:
Saat usia 16, Dia adalah pencandu game online.
Saat usia 17, Ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang.
Saat usia 18, Keluarganya bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht (sekitar 12 milyar rupiah)
Saat usia 19, Dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.
Kini, di usia 26, Ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht (sekitar 235 milyar rupiah) per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.

Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.
Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.” Begitulah kutipan kalimat inspiratif dari Top Ittipat dalam sebuah wawancara dengan media.

Great job Top!!

Untuk kisah selengkapnya, nonton Film “Top Secret-The Billionaire” Based on true story Top Ittipad. Dalam film ini dia muncul kok sebagai cameo (pemeran figuran) doang, diakhir film pas di bank doi berpapasan dan memberikan senyuman pada ‘Top Ittipat’. Katanya pas adegan ini penonton thailand ramai bertepuk tangan. I wonder suatu hari ada pengusaha sukses Indonesia yang dibuat filmnya dan mendapat sambutan hangat juga tuk menginspirasi bangsanya. And I wonder that the one is me. Ya kalo bukan me adalah yg lain, hehe


 Sumber : sinarmotivasi.com

Minggu, 01 September 2013

Foto Test Keperawanan Gadis Di Papua Dilengkapi Dengan Piagam Keperawanan



Photo Test Virginity Girl In Papua Equipped With Charter Virginity
Artikel ini akan menampilkan foto bagaimana cara orang Irian Jaya mengetest gadis yang masih perawan. Terkadang kita berpikir, bahwa kehidupan di Irian Jaya lebih terbuka, seperti yang anda lihat, terbuka dalam hal berpakaian atau mungkin dalam sesuatu yang lainnya. Oh sepertinya di sana kelihatan bebas..
tes keperawanan di Papua

Jika anda berpikir seperti itu, anda telah salah. Perlu kita ketahui bahwa di Irian Jaya gadis yang masih perawan sangat di hargai. Tidak hanya itu, mereka yang terbukti mau menjaga keperawanannya juga akan mendapatkan piagam.

tes keperawanan di Papua

tes keperawanan di Papua

Minggu, 14 Juli 2013

Tanah Liat Di Panggang Untuk Jadikan Biskuit


Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut
Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut |  Kebiasaanya kita melihat orang membuat biskut daripada tepung dan rasanya memang rangup sekali. Ini pula, tanah hitam dijadikan medium asas pembuat biskut, Giler Kentang !  penjual ini menjual ’tanah panggang’, ia dikatakan tidak ada resipi untuk memasak selain tanah hitam tersebut. Dia cuma mencari tanah yang bersih yang bebas dari batu kerikil, kemudian ditumbuk dan dipadatkan sehingga berbentuk segi empat.
Kemudian, dengan mengikisnya dengan stik dan membentuknya dengan membuat gulungan. Tanah yang sudah menggulung itu kemudiannya dibakar jauh daripada api selama sejam, akhirnya, jadilah ia sebagai biskut atau makanan ringan yang siap dihidang untuk dimakan. Kebiasaanya, ianya dijualnya dipasar dan dalam sehari dia mampu mendapat hasil sekitar Rp 20 ribu untuk menyara keluarganya.
Gambar Berperingkat Penghasilan Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut
Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut 1 Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan BiskutTanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut 2 Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan BiskutTanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut 3 Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan BiskutTanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut 4 Tanah Hitam Dipanggang Untuk Dijadikan Biskut
Tuban merupakan satu-satunya tempat di dunia yang penduduknya memakan tanah. Memang ada orang-orang aneh di dunia yang suka makan pasir, dan benda aneh lain. Tapi tidak ada yang memakan tanah panggang. Salah seorang penduduk Tuban mengatakan bahawa dia sudah memakan ampo (biskut tanah panggang) sejak dia masih kecil dan ampo menyejukkan perutnya.

Minggu, 09 Juni 2013

Sejarah Nama Hercules, Preman Tanah Abang



Sejarah Nama Hercules, Preman Tanah Abang
Hercules lahir dengan nama Rozario Marshal. Julukan Hercules muncul setelah ia bertemu dengan Kolonel (Purnawirawan) Gatot Purwanto, sekitar tahun 1975 di Dili, Timor Timur. Ketika itu, Gatot merupakan anggota pasukan khusus yang pertama terjun untuk mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia.

"Hercules itu nama sandi di radio komunikasi," kata Gatot dalam artikel Jatuh-Bangun Jawara Tenabang, majalahTempo, 21 November 2010. "Dia itu anak buah saya."

Selama pertempuran dengan gerilyawan pro-kemerdekaan Timor Timur, Fretilin, Hercules dipercaya menjaga gudang amunisi oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Akibat konflik bersenjata itu, anak kelima dari tujuh bersaudara itu mengalami kebutaan pada mata kanan dan tangan kanannya buntung. "Ia menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat," kata Gatot. "Tangan kanannya menggunakan tangan palsu."

Hercules masuk ke Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 1987. Jejak itu diikuti teman-teman Hercules dari Timor Timur, seperti Alfredo Monteiro Pires, Logo Vallenberg, Germano, Luis, Jimmy, dan Anis. Di Tanah Abang, kelompok Hercules mengelola perjudian, pelacuran, dan pedagang kaki lima.

Penguasaan Hercules di pusat perdagangan itu hanya bertahan selama 10 tahun. Di November 1997, era Hercules di Tanah Abang berakhir. Dua anak buahnya tewas dalam keributan antara kelompok Hercules dan Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing. Didukung warga sekitar Tanah Abang, Ucu kambing menyerang Hercules selama dua hari. Hingga akhirnya ia menggantikan Hercules di Tanah Abang.

Hercules tak lagi memiliki kuasa. Tapi, namanya telanjur menjadi ikon preman. Seorang perwira polisi mengatakan pada setiap pergantian kepala kepolisian, Hercules selalu dijadikan "sasaran utama pemberantasan preman".

Senin, 20 Mei 2013

Saya Yang Memakai Jilbab, Kok Jadi Masalah Buat Anda?


1 1Oleh Aisha Aijaz
Saya seorang wanita, dan diriku bukan komoditas seksual, Aku seorang manusia seperti kamu juga. Tapi aku juga seorang yang berjilbab , dan ketahuilah jilbab adalah identitasku, itu  terkait dengan keyakinan saya.
Aku tidak berjilbab di usia muda,  aku berjilbab juga tidak atas perintah dari seorang ayah yang menekan. Saya memakai jilbab terdorong ketika saya  menjelajahi pesan Allah yang  telah saya baca sejak kecil, melalui pemahaman dan pengkajian dengan bantuan ulama ,sehingga  saya mengerti apa yang dimaksud dengan jilbab . Saya yakin dan senang memakainya. Karena saya tahu pentingnya memakai jilbab jelas terhubung ke keyakinan saya pada Allah .
“Saya percaya pada Allah dan firman-Nya, aku mencintai Nabi Muhammad dan bagi saya karakter Aishah dan Fatimah adalah model muslimah bagi saya.
Jilbab adalah bagian dari kepribadian saya ,  seperti kippah untuk Yahudi dan Kristen. Jilbab adalah pesan perdamaian yang yang saya pakai dengan bangga. Biarkan dunia tahu bahwa saya melakukan yang terbaik untuk menjaga kesucian saya dan mentaati Tuhanku. Ini adalah refleksi bahwa saya bukan budak dari industri kapitalistik perusahaan yang membungkuk pada eksploitasi wanita telanjang untuk menjual segala sesuatu dari rokok hingga mobil mewah.
Jilbab memberi saya kebebasan, kebebasan dari dinilai dari warna kulit dan detail bentuk tubuh. Saya bebas dari belenggu beberapa orang yang biasa mengevaluasi wanita sesuai dengan panjang  pendek roknya , dari kejenjangan leher nya, kecerdasan dan karakter karakter yang tak perlu dinilai orang lain
Jilbab adalah bagian dari kepribadian saya , lalu kenapa Kristen dan Yahudi takut dengan ‘Jilbab’?
Dengan hanya sepotong kain di kepala saya, saya merasa diberdayakan sebagai seorang wanita. Tapi bagian dari masyarakat saya tampaknya memiliki masalah dengan itu. Beberapa orang berpaham liberal menyebut jilbab sebagai  alas serbet “meja makan “. Dan saya bertanya-tanya kenapa  dunia takut hanya dengan “Jilbab” , aku bertanya-tanya?
1 1Apa pembunuh ukhti Marwah Al Sherbini takut akan ‘Jilbab’ ?  Marwah  saat itu berusia 32 tahun, ia seorang apoteker, dan sedang hamil  tiga bulan, ia seorang isteri yang penuh kasih dan seorang ibu dari anaknya yang berusia dua tahun, apakah ia menjadi ancaman bagi dunia? Oh, kenapa anda sebut ia sebagai pelacur, teroris dan layak ditusuk 18 kali hingga tewas di depan umum di pengadilan Jerman ?
Apakah ‘Jilbab’ menjadi  ancaman terbesar dalam masyarakat Eropa, seperti Perancis dan Negara lainnya yang melarangnya? Pikirkan!
Cobalah anda  melihat, beberapa wanita yang sangat sukses di Barat yang beralih ke Islam dan memilih untuk menutupi tubuh mereka dengan jilbab, mereka semua memiliki kerendahan hati dan telah menemukan kedamaian.
1 1Saya mengutip Yvonne Ridley, seorang jurnalis wanita yang memeluk Islam tahun yang lalu:
‘Baju saya akan memberitahu Anda bahwa saya seorang Muslimah dan saya berharap akan diperlakukan dengan hormat, seperti dihormatinya seorang bankir Wall Street yang akan mengatakan bahwa setelan jasnya mendefinisikan dirinya sebagai seorang eksekutif kelas atas. ”
Berpikirlah  secara rasional dan putuskan! Mengapa saya yang pakai jilbab, kok jadi masalah buat anda? (Bahasa sininya, ‘Kenapa gue yang make Jilbab, kok masalah buat elo? )

Kamis, 09 Mei 2013

Foto Kaum Alay Kolombia !



Bahasa alay mulai merebak di Indonesia ini beberapa tahun yang lalu. Banyak orang yang sering menggunakan istilah ini untuk menggolongkan kumpulan anak-anak yang tidak terawat dan berdandan asal, tapi malah ngerasa sok keren. Tidak jarang anak alay yang tidak merasa kalau sebenarnya dirinya itu alay, sehingga mereka malah memanggil orang dengan sebutan alay.





Semakin sering istilah alay ini dipergunakan semakin banyak anak-anak yang berperilaku mencirikan bahwa dirinya alay. Banyak anak-anak remaja sekarang ini suka berdandanan dengan sepatu warna-warni, aksesoris yang terlalu heboh mulai dari kalung, anting, sampai dengan kacamata.

Anak-anak alay ini juga dapat dilihat dari perkataan dan cara mereka berbicara. Mereka lebih cenderung menggunakan bahasa dengan istilah aneh-aneh, yang kadang orang lain pun tidak mengerti. Mereka pikir itu adalah bahasa gaul, tapi sayangnya bukan. Itu adalah bahasa alay.

Namun apakah alay itu jelek, berbahaya, berdosa? Tentu tidak. Setiap orang berhak berdandan, bersikap, dan berbicara. Apalagi fenomena ini ternyata tidak hanya ada di Indonesia. Di negeri yang terkenal dengan sindikat narkobanya, Kolombia, ada pula anak-anak remaja yang berdandan ala “alay” Indonesia.



Kalau anak-anak alay di Kolombia senang menggunakan baju super besar sampai menutupi kaki mereka, begitu pula dengan celana mereka. Mereka senang menyisir rambutnya hingga klimis, dan ada pula yang membentuk rambutnya menjadi model aneh-aneh.

Di Indonesia maupun di Kolombia, anak-anak alay selalu berpenampilan aneh dibanding dengan anak-anak remaja seusia mereka. Mungkin hal itulah yang mencirikan anak-anak alay dimana saja.

Berikut ini beberapa foto anak-anak alay ala Kolombia.








Kenapa Wanita Menjadi Orang Yang Cerewet?



Semua Pria pasti tahu kenapa wanita suka sekali banyak bicara, dan yang paling disukai wanita adalah gosip mengapa demikian? Apakah wanita itu memang indentik dengan gosip? bukan! menurut saya karena wanita itu banyak bicara. Terutama jika berbicara dengan sesamanya.

Poin utamanya adalah cewek suka sekali berbicara. Ini sudah berlangsung dan terjadi selama ribuan tahun.

Wanita cerewet kenapa?


suami takut istri

Tahukah anda bahwa Wanita tidak butuh Alasan untuk memulai sebuah percakapan dan tidak membutuhkan tujuan akhir untuk menyelesaikan percakapannya. Inilah salah satu yang membedakan antara wanita dan pria. Mengapa ini bisa terjadi. Dan apa yang terjadi Pada masa lalu sehingga bisa terjadi seperti ini

Untuk menjelaskannya Sebaiknya kita Aktifkan Dulu Mesin Waktu dan kembali ke Puluhan Ribu tahun yang lalu. Saat dimana Species Manusia belum menjadi penguasa bumi….

dan Pada masa itu….Para wanita menghabiskan sebagian besar waktunya tinggal di goa. Sedangkan para pria dewasa berburu untuk mencari makan.

Saat berada di Goa, para wanita melakukan kegiatan apa saja bersama-sama. Mereka akan terus menerus berbicara untuk membangun ikatan. Tidak ada satu halpun yang membuat mereka tidak bisa bebas bicara

Berbeda dengan lelaki. Saat berburu mereka akan saling diam. Ini dilakukan supaya si mangsa tidak terkejut. Dengan kata lain sepanjang hari mereka bercakap-cakap lebih sedikit dibanding cewek

Tapi Tunggu-tunggulah dulu Pasti anda berpikir ilustrasi diatas adalah sebuah “Lelucon konyol dari bajak laut“. Sayang sekali ini Ilmiah Sodara-Sodara….saya ambil dari buku karangan Barbara & Allan Pease.

Bahkan menurut Institute of Psychiatry london. Otak seorang wanita dapat menghasilkan 6.000 – 8.000 kata yang dapat diucapkan setiap hari. Bandingkan dengan pria yang hanya 2.000 – 4.000 kata perhari. Semoga menambah wawasan kita semua.

Ada HULK di Dunia Nyata




Mungkin ini lelaki dengan otot lengan terbesar di Rusia. Denis Cyplenkov lahir di Ukraina jadi terlihat mirip tokoh pahlawan super Hulk.

Situs asiaone.com melaporkan, lelaki itu berprofesi sebagai pegulat. Sejak 2008 dia memenangkan kejuaraan olahraga itu. Menurut pelatihnya Kote Razmadze Cyplenkov tidak mudah terkalahkan saat bertanding.

Cyplenkov mempunyai tinggi badan hampir dua meter dengan berat 140 kilogram. Tangannya empat kali lipat lebih besar dari tangan orang biasa.

Banyak orang menyebut dia raksasa. Cyplenkov mampu membelit lawan dalam hitungan detik saat bergulat. Tahun ini dia dinobatkan lelaki terkuat di Negeri Beruang Merah itu.
 
        
                     
                    


Real Life Hulk Denis Cyplenkov 
 
Real Life Hulk Denis Cyplenkov


Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov



Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Real Life Hulk Denis Cyplenkov

Inilah Penjara Paling Bebas di Dunia




San Pedro merupakan penjara terbesar di La Paz, Bolivia dengan tahanan sebanyak 1500 orang di dalamnya. Uniknya, para tahanan di sini memiliki sistem komuniti tersendiri sepertimana kehidupan normal di luar penjara.

Di dalam kompleks penjara ini terdapat restoran, pasar, supermarket, salon rambut,malah hotel yang dikelola sendiri oleh para tahanan. Kehidupan di sini sememangnya bebas tanpa diawasi oleh pegawai penjara dan tanpa campur tangan polis Bolivia dengan segala hal yang terjadi di dalam penjara (kecuali jika berlaku rusuhan besar-besaran).

San Pedro memiliki sistem pemerintahan sendiri. Seorang pemimpin akan dipilih secara demokratik. Sekiranya terjadi masalah, peraturan dan hukuman yang telah ditetapkan oleh para tahanan inilah yang akan berlaku. Sehingga apabila seorang tahanan dianggap keterlaluan, maka para tahanan yang lain akan bertindak.

Namun, di dalam penjara ini, para tahanan harus membayar untuk sel mereka, tidak kira betapa kecil atau kotornya sel yang mereka diami. Penjara San Pedro terbahagi kepada 8 bahagian, mulai dari bahagian paling kumuh dan kotor sehinggalah yang paling mewah. Tahanan yang sanggup membayar mahal dapat tinggal di bahagian yang mewah.

Tidak menghairankan bagi para banduan yang kaya, sel (tanpa jeriji besi) dilengkapi dengan tandas peribadi, dapur sendiri, TV kabel, bahkan jakuzzi! Tetapi bayaran sewanya pun mahal. Tahanan yang ingin tinggal di dalam sel mewah seperti ini harus membayar sekitar USD 1000 hingga 1500 (sekitar RM 3000 – RM 4500) sepanjang masa tahanan mereka.

Seperti disebutkan sebelumnya, tanpa adanya pegawai penjara bererti tiada makanan penjara yang percuma diberikan. Banduan di sini harus bekerja seperti kehidupan normal. Itulah sebabnya ramai yang membuka perniagaan sendiri seperti kedai makan, salun dan sebagainya malah ada yang menggaji tahanan lain sebagai pekerja mereka. Gaji yang diperoleh digunakan untuk membeli makan, membayar sewa tempat dan kegunaan lainnya.

Tahanan di San Pedro boleh membawa anak dan isteri untuk hidup bersama. Sebuah data menunjukkan terdapat sekitar 200 anak yang tinggal dengan ayah mereka yang menjadi tahanan di dalam penjara San Pedro.