| Mera Naam Joker: Palestina
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2013

Kunang - Kunang Surga dari Palestina


Bagi tentara Israel, seluruh rakyat Palestina adalah sasaran. Mereka tidak peduli apakah orang-orang yang mereka temui itu anak-anak, perempuan, atau orang berusia lanjut. Anak - anak Palestina kadangkala menghadapi peluru Israel di tempat-tempat pemeriksaan,ketika bermain,ketika dalam pelukan ibunya atau hanya sewaktu berdiri di pojok jalan atau tidur di atas ranjang.

Sababul Wurud :
Diriwayatkan di dalam “Muslim” dari Abu Hasan bahwa ia telah bertanya kepada Abu HUrairah: “Dua Putraku telah meninggal dunia, kata-kata apa yang engkau terima dari Rasulullah yang bisa menghibur hati kami?” Jawabnya: “Ya, beliau bersabda,

“Anak-anak kecilmu –pada riwayat yagn lain- anak-anak kecil mereka – (menjadi) kunang-kunang di dalam surga, seorang diantara mereka menemui ayahnya, memegangi bajunya tidak berhenti sampai Allah memasukkan dia dan ayahnya ke dalam surga.” Perawi: Imam Ahmad, Bukhari di dalam Al Adabul MUfrad, Imam Muslim di dalah Shahihnya dari Abu Hurairah.

"Barangsiapa diamanati Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi, dan bila hidup di didik secara baik, maka dia dapat jaminan surga"
(HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas) "noveloke.com"

































Anak-anak kecil yang meninggal karena menjadi korban pembantaian tentara zionist Israel, wajah nya terlihat seperti terbuai dalam tidur dengan mimpi-mimpi indah dan damainya , saat mereka kembali menghadap ke pangkuan sang penciptanya ...

Tidak ada gurat wajah kepedihan lagi, yang sebelumnya terlihat ketika mereka masih hidup di bawah bayang-bayang penindasan zionist ...

Sabtu, 15 Desember 2012

Pesan Pedas Hamas Untuk Pemimpin Hizbullah Syiah Hasan Nashrallah


Selama ini rezim Bashar Asad dan Hizbullah Libanon mengklaim membela perjuangan Hamas melawan Isael. Tapi, itu semua dibantah oleh Hamas.  Tak hanya itu. Ada klaim rudal-rudal Gaza saat perang 8 hari melawan Israel berasal dari Iran. Itu pun dibantah keras oleh Hamas. Jadi, dusta?  Menurut Hamas, rezim Asad adalah pembunuh rakyat Suriah. Rezim Asad juga menggerebek rumah dan kantor para pemimpin Hamas di Damaskus dan menjarah semua isinya, lalu menyegelnya. Salah seorang petinggi Hamas, Bara’ Nizar Rayyan (putra DR Nizar Rayyan, asy-syahid, insya Allah), melayangkan kritikan pedas kepada pemimpin  Hizbullah Libanon, Hasan Nashrallah.  ” Ya Hasan Nashrallah, jangan kau cari sensasi di Gaza, sedang Kriminil Bashar Asad kau bela…!” serunya.  “Brigade Al-Qassam telah menghinamu dan membuatmu malu; dan menegaskan bahwa rudal-rudalnya adalah produksi dalam negeri. Rudal M75: M adalah singkatan dari Muqadimah, salah seorang pemimpin Al-Qassam yang telah syahid, dan 75 mengisyaratkan jarak tembaknya (75 KM). Rudal-rudal Al-Qassam 100% made in Gaza, dan tak ada hutang budi pada kaum sektarian!” bantahnya.  “Sampai berita kepadaku; bahwa rezim Suriah berbangga-bangga dengan rudal-rudal kami kepada rakyatnya… Wahai para pembunuh jahat…Wahai kalian yang menggerebek rumah dan kantor para pemimpin HAMAS di Damaskus, kalian jarah semua isinya, kemudian kalian segel dengan lilin merah…Setelah ini semua, masih pantaskah kalian berbangga-bangga dengan rudal-rudal kami?!”

Senin, 10 Desember 2012

PERANG DENGAN YAHUDI ADALAH TAKDIR ILLAHI




Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:” Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon:”wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” (HR Muslim)
Ini adalah salah satu hadits di antara banyak hadits yang menceritakan permusuhan dan peperangan yang terjadi antara umat Islam dengan Yahudi. Lebih dari itu Al-Qur’an sudah sedemikian jelas menceritakan permusuhan abadi antara bangsa Yahudi dengan umat Islam. Allah swt berfirman:
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”. (QS Al-Maaidah: 82).
Yahudi adalah nama agama produk Bani Israel yang mengingkari ajaran tauhid risalah para nabi termasuk nabi-nabi Bani Israel seperti Daud as, Sulaiman as, Musa as dan nabi-nabi yang lain. Yahudi juga identik dengan bangsa Israel yang menganut agama Yahudi. Sebenarnya Bani Israel adalah bangsa yang dipilih oleh Allah. Dari bangsa inilah Allah banyak mengutus para nabi dan rasul seperti Ishak, Ya’qub, Yusuf, Daud, Sulaiman, Musa dll. Tetapi setelah nabi terakhir berpindah ke Bani Ismail maka mayoritas mereka mengingkari ajaran tauhid yang dibawa nabi Muhammad sebagaimana juga sebelumnya mereka banyak mengingkari nabi-nabi dari bangsanya bahkan lebih dari itu banyak juga nabi-nabi dari bani Israel yang dibunuh di tangan mereka sendiri.
Permusuhan bangsa Yahudi kepada orang-orang beriman berlipat ganda karena berpindahnya kenabian dari Bani Israel ke Bani Ismail, dan karena sikap mereka yang merasa lebih mulia, dan lebih dari itu karena mereka tidak beriman kepada Allah. Permusuhan itu sudah berlangsung sangat lama semenjak Muhammad saw diangkat menjadi rasul. Walaupun sebenarnya Bani Israel dan Bani Ismail bertemu pada satu titik ajaran dan keturunan yaitu Nabi Ibrahim as.
Nabi Ibrahim mempunyai dua putra, pertama Ismail, dan anak-cucu dari beliau disebut bani Ismail. Putra yang kedua Ishak, dan Ishak punya putra Ya’qub. Dan Ya’qub disebut juga Israil sedangkan keturunan Ya’qub disebut bani Israil. Banyak di antara mereka yang menjadi nabi tetapi banyak pula yang mengingkari nabinya.
Pada saat Rasulullah saw hijrah ke Madinah benih-benih ketidaksukaan orang-orang Yahudi mulai muncul, apalagi setelah nabi Muhammad saw menguasai kota Madinah. Orang-orang Yahudi di Madinah baik dari bani Qoinuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah walaupun sudah membuat perjanjian damai tetapi berkali-kali mengkhianatinya bahkan melakukan permusuhan terhadap Rasulullah saw dan kaum muslimin.
Konflik antara umat Islam dengan Yahudi dari Bani Qoinuqa di Madinah terjadi setelah perang Badar. Yahudi Bani Qoinuqa meremehkan kekuatan umat Islam, kemenangan di perang Badar atas kaum kafir Quraisy mereka anggap karena kaum muslimin menghadapi kelompok yang tidak pandai teknik berperang. Bahkan mereka menantang perang dengan kaum muslimin. Menghadapi tingkah mereka, Rasulullah saw berusaha menyabarkan diri dan sahabatnya. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, karena terjadi insiden yang menimpa salah seorang muslimah. Ketika itu ia sedang berada di pasar Bani Qoinuqa. Seorang Yahudi mempermainkannya dan meminta agar ia membuka kerudungnya, tentu saja muslimah tersebut menolak. Kemudian pada saat ia sedang lengah dan duduk di suatu tempat, si Yahudi mengikatkan ujung kerudung muslimah tersebut dengan tali pada sebuah batu, tentu saja ketika si muslimah itu bangun tersingkaplah auratnya. Maka ia berteriak minta tolong. Seorang muslim yang berada di dekatnya segera menolongnya dan membunuh si Yahudi tadi, sebaliknya kemudian si muslim tadi pun dikeroyok sampai meninggal. Maka orang-orang muslim minta tolong pada Rasulullah saw dan sahabat. Sehingga Rasul mengusir Yahudi Bani Qoinuqa dari Madinah karena ulah mereka mengganggu seorang muslimah.
Konflik kembali lagi terjadi, kali ini umat Islam menghadapi Yahudi Bani Nadhir. Setelah perang Uhud Rasulullah saw dan umat Islam mendatangi perkampungan Bani Nadhir untuk meminta diyat (denda). Hal tersebut dilakukan sesuai perjanjian yang telah dibuat, jika ada anggota masyarakat Madinah yang terbunuh, mereka dikenakan diyat. Di depan Rasulullah saw mereka menyanggupi permintaan tersebut. Tetapi ketika Rasulullah saw sedang duduk bersandar di sebuah dinding rumah, sekelompok Yahudi Bani Nadhir merencanakan percobaan pembunuhan terhadap Muhammad saw yaitu dengan menjatuhkan batu dari atas rumah tempat Rasulullah saw duduk. Tetapi malaikat Jibril memberitahu kejadian tersebut dan Rasulullah saw pulang ke Madinah. Selanjutnya beliau datang lagi bersama sahabat yang lain mengusir Yahudi Bani Nadhir dari Madinah.
Adapun Bani Quraidhah mereka mengkhianati Rasulullah saw dalam perang Ahzab. Pada waktu perang Ahzab Rasulullah saw menghadapi musuh multinasional dari luar Madinah pasukan kafir Quraisy bersekutu dengan yang lain menghadapi Rasulullah saw dan sahabatnya. Sedangkan di dalam Madinah Yahudi bani Quraidhah dan orang Munafik mengkhianati umat Islam. Maka setelah perang Ahzab usai dan kemenangan berada di pihak umat Islam Allah memerintahkan umat Islam untuk menyerang bani Quraidhah. Dan mereka pun berhasil dilumpuhkan dan sebagiannya melarikan diri. Puncaknya umat Islam berhasil menghilangkan gangguan kaum Yahudi Madinah dengan berhasil mengalahkan mereka di Khaibar.
Begitulah permusuhan kaum Yahudi di masa Rasulullah saw. Di masa berikutnya permusuhan mereka tidak padam malah semakin sengit dan keras. Mereka senantiasa mencari-cari celah kelemahan umat Islam untuk dihantam dan dihancurkan.
Perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan penguasa di negara-negara muslim selalu saja merugikan kepentingan umat Islam. Walaupun begitu setelah itu mereka khianati kembali. Perjanjian Camp David yang dilakukan pemerintah Mesir dengan bangsa Yahudi mengakibatkan Mesir menderita kerugian moril dan materiil yang sangat banyak. Begitu juga perjanjian Gaza dan Arikha yang dilakukan antara PLO dengan Yahudi. Perjanjian tersebut di samping merugikan bangsa muslim Palestina, lebih diperparah lagi oleh pengkhianatan bangsa Yahudi dengan kejadian Tragedi Masjid Ibrahim (Hebron) Al Khalil 12 Februari 1994, yaitu pembantaian umat Islam di masjid Ibrahim saat mereka sedang melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Sekitar 100 mati syahid, 300 orang lainnya luka parah.
Dan pembantaian Zionisme Yahudi atas umat Islam di Palestina akan terus terjadi. Tragedi berdarah berulang kembali pada Senin 22 Juli 2002 M. Pada malam berdarah yang penuh duka itu, militer rezim Imperialis Israel menggempur kampung el Durj di kota Gaza dengan menggunakan pesawat F16 buatan Amerika. Sebuah adegan pembantaian kemanusiaan secara keji dan biadab yang mengakibatkan 17 warga Palestina gugur, 3 di antaranya wanita dan 11 lainnya anak-anak. Ditambah Asy Syahid Saalah Shahadah, seorang pendiri dan pemimpin umum Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Aksi pembantaian tersebut juga melukai 176 warga, 115 di antaranya dalam kondisi kritis.
Teror dan pembantaian Zionisme Yahudi atas non Yahudi adalah aqidah mereka. Mantan PM Israel Begin berkata:”Warga Palestina itu hanya sekedar kecoa-kecoa yang harus dienyahkan.”. Dia kemudian melanjutkan komentarnya:”Kita harus sadar dan tahu bahwa tidak ada tempat di negeri ini untuk dua bangsa. Maka satu-satunya solusi adalah Palestina tanpa bangsa Arab dan tidak ada jalan selain pendeportasian bangsa Arab ke negara-negara tetangga, dideportasi semuanya tanpa ada pengecualian. Dan di sini, harus tidak ada suatu desa atau keluarga Arab manapun.”. Ungkapan para tokoh Yahudi tidak lain dari aqidah mereka yang mengikuti dan mencontoh nabi dan kitab mereka. Nabi Ezekeil berkata:”Jangan belas kasihan kepada mata-matamu, jangan ampuni orang tua, pemuda, gadis, anak-anak dan kaum wanita. Bunuhlah mereka semua.” Talmud juga berkata:”Termasuk suatu keadilan jika orang Yahudi membunuh orang kafir dengan tangannya, sebab mengalirkan darah orang kafir itu sebuah bentuk pemberian korban kepada Tuhan.”
Di Indonesia tangan-tangan Yahudi sudah mulai berkeliaran. George Soros sang penghancur ekonomi Indonesia sudah mulai masuk menguasai beberapa saham di Indonesia. Perjanjian pemerintah Indonesia dengan perusahaan Freeport milik Yahudi sangat merugikan bangsa Indonesia. Kekayaan alamnya dikuras, alamnya rusak sedang pemerintah Indonesia tidak berdaya menghadapi kuatnya lobi Yahudi yang dipimpin mantan menteri Luar Negeri Amerika Henry Kisingger. Dominasi Yahudi di Indonesia sudah sangat mengerikan, kondisi terakhir sudah mulai menguasai aset-aset vital milik bangsa Indonesia. Penguasaan itu melalui siasat yang bernama privatisasi. Dan mulailah perpindahan aset bangsa ke tangan asing terjadi, dari mulai BCA sampai yang terakhir PT. Indosat.
Bangsa Yahudi selalu berada di belakang setiap kejahatan dan kehancuran yang menimpa dunia. Perang Dunia I yang disusul jatuhnya khilafah Islam Turki Utsmani, Perang Dunia II yang mengakibatkan penjajahan dunia Barat atas dunia Islam, merajalelanya penyakit AIDS, pesatnya ekonomi Riba’, merebaknya NARKOBA, film-film porno dan seks bebas dll. Yahudi memiliki andil yang sangat besar pada itu semua. Untuk mencengkeram mangsanya, Yahudi selalu menggunakan lembaga-lembaga formal, baik lembaga sosial, ekonomi, maupun politik, seperti; Free Mason Re, Rotary Club, Lions Club, IMF, Bank Dunia, bahkan PBB. Lembaga-lembaga tersebut adalah lembaga milik Yahudi atau dikuasai Yahudi. Karena begitu culasnya Yahudi, mereka menjadi musuh bersama semua bangsa. Bukan hanya dimusuhi semua bangsa, tetapi mereka juga di musuhi oleh makhluk Allah lainnya seperti batu-batuan dan pohon-pohonan, sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas.
Hadits ini mengisyaratkan bahwa Yahudi adalah musuh abadi umat Islam bahkan umat manusia secara keseluruhan sampai hari kiamat. Jika syetan adalah musuh abadi manusia, karena hasad kepada Adam as, maka Yahudi adalah musuh abadi umat Islam karena hasad kepada nabi Muhammad saw dan umat Islam. Oleh karena itu orang-orang yang dekat dengan Yahudi, ingin bekerja sama dalam suatu urusan dan selalu membelanya, mereka adalah orang yang cacat imannya dan merupakan agen Yahudi yang harus diwaspadai oleh umat Islam.
Sumber: dakwatuna.com

RAHASIA KEKUATAN KOTA GAZA




Pada sebuah moment 10 tahun lalu ketika tokoh dan pemimpin perjuangan mereka ditanya dalam sebuah forum ,” Apa rahasianya sehingga pejuang pejuang Palestina memiliki semangat , kesabaran dan keberanian perjuangan yang sangat menakjubkan ?”
” Kuncinya adalah ini ,kami mendidik generasi kami dengan ini ,” jawab sang tokoh tersebut sambil mengacungkan mushaf Al Quran.
Nah sahabat sahabatku , kali ini saya ingin mengajakmu menelusuri fakta kehidupan manusia manusia Gaza lebih jauh , bagaimana wujud denyut realitas Qur’ani ditengah tengah mereka :
1.Saat sejumlah anggota DPR RI kita dari komisi 1 berkunjung ke kota Gaza pada pertengahan 2010 , anggota dewan kita mendapati fakta yang unik.
Apa itu ?
Ketika tiba waktu sholat dhuhur ,para anggota dewan kita menanyakan dimana tempat untuk mengambil air wudhu. Yang aneh ,setelah mereka menuju ketempat ber wudhu itu , tidak satupun pejabat pejabat Gaza yang kelihatan ikut berwudhu.
Ketika ditanya mengapa mereka tidak ikut berwudhu , inilah jawaban mereka :
” Kami semua disini terbiasa dalam keadaan berwudhu , sebab kota Gaza ini adalah kota yang sewaktu waktu bisa di serang dan dihancurkan oleh Israel . Nah dengan keadaan selalu berwudhu , berarti kami sudah dalam keadaan suci ketika terbunuh dan mati syahid menghadap Allah ”
2.Masih juga bersumber dari berita yang dibawa pulang oleh anggota dewan kita seperti yang saya ceritakan diatas, ada potret lain yang tidak kalah mengagumkannya.
Disebuah tenda pengobatan umum yang didirikan oleh dokter dokter relawan yang datang dari seluruh dunia untuk membantu menangani korban pasca serangan Israel ke Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009 , ada seorang anak laki laki usia SD yang keluar masuk berjualan minuman.
Dokter dokter yang tengah bekerja di tempat itu merasa iba , lalu mereka mengumpulkan uang diantara mereka untuk diberikan kepada anak SD itu .Setelah terkumpul banyak dan ketika hendak diberikan kepada anak laki laki ‘pedagang asongan itu’ , tiba tiba terucaplah kalimat mulya ini :
” Dokter ,rezeki yang saya terima dari Allah dari berjualan minuman ini sudah cukup.Jadi sebaiknya uang ini berikan saja kepada pemuda pemuda pejuang kami yang berjihad berperang melawan Yahudi Israel ”
3.Para pejuang Gaza yang pemberani selalu saja menjadi idola anak anak kecil disana .Tetapi mereka tidak mudah menemukan pemuda pemuda pejuang itu dalam kehidupan normal , karena mereka menyembunyikan identitas diri mereka sebagai pejuang demi keamanan gerak mereka .
Tetapi ada fakta unik tentang cara menemukan mereka .Ketika para ibu ditanya oleh anak anak mereka dimana mereka bisa berjumpa dan menemukan para pejuang Gaza yang tergabung dalam HAMAS itu, ibu ibu itu akan berkata :
” Temukan mereka dibelakang imam sholat lima waktu dimasjid masjid tempat kalian sholat. Sebab para pejuang itu selalu berusaha menempati posisi tepat dibelakang imam sholat sata mereka melaksankan sholat lima waktu “.
Ya spirit Qur’ani begitu kuat dalam denyut kehidupan ibadah mereka , sehingga mereka selalu berusaha TEPAT WAKTU dan BERADA DI SHAF TERDEPAN DI BELAKANG IMAM saat sholat lima waktu.
4.Pada serangan Israel ke Gaza Desember 2008 – Januari 2009 terungkap fakta penting ini.
Walaupun Israel datang dengan kekuatan tentara yang sangat besar yaitu 147.000 pasukan dan Gaza hanya dipertahankan oleh hanya 20.000 pejuang ,Gaza tidak bisa dikuasai bahkan Israel minta gencatan sejata terlebih dahulu.
Nah selama perang berlangsung itu , pejuang pejuang Gaza selama berada di parit parit pertempuran dan menunggu terjadinya moment moment tembak menembak berikut nya yang tidak pasti kapan akan berlangsung lagi , mereka mengisi waktu waktu luang dengan banyak membaca Al Quran yang mereka hafal , sehingga jiwa mereka lebih TENANG , KUAT ,BERANI dan BERPASRAH TOTAL kepada ALLAH
5.Pada Maret 2009 saya menerima kiriman foto yang masuk ke kota email saya dari seorang kawan .
Yang menakjubkan semua foto itu ternyata menampilkan gambar para penduduk Gaza , mulai dari yang anak anak hingga yang lanjut usia yang kelihatan tetap sholat berjamaah diatas reruntuhan masjid yang sudah diluluhlantakkan oleh serangan brutal Israel.
Itulah denyut kehidupan Qur’ani sehari hari yang telah membentuk manusia manusia Gaza menjadi pejuang pejuang yang TANGGUH dan MULYA hingga serangan Israel yang brutal itu terjadi lagi dalam hari hari ini .
Oleh: Ust. Ahmad Arqom

SEPENGGAL KISAH PENGKHIANAT UMAT MUSLIM DI GAZA




Bagi kebanyakan orang, uang mungkin segalanya. Prinsip inilah yang dipegang teguh Siad, warga Jalur Gaza.
Demi duit, ia rela menghianati perjuangan bangsanya sendiri. Ayah empat anak ini menjadi informan bagi pasukan Israel. Tugasnya memberi tahu di mana anggota Hamas dan Jihad Islam bersembunyi. “Saya memberikan informasi ke Israel antara 1977 dan 1996,” kata Siad sambil menyeruput kopi panas di ruang tamu rumahnya yang mewah, seperti dilansir merdeka.com
Selama 19 tahun menjual informasi, Siad memperoleh kenyamanan hidup. “Ketika saya minta sebatang rokok, Israel memberikan sebungkus,” ujarnya memberi tamsil. Padahal, saudara sebangsanya yang dijajah Israel hidup serba kekurangan dan ketakutan. Kondisi sekitar 1,5 juta warga Gaza makin menderita setelah negara Zionis itu memblokade wilayah itu pada pertengahan Juni 2007. Mereka kekurangan pasokan bahan makanan, air, listrik, bahan bakar, dan obat-obatan.
Semua itu tak percuma. Sekarang, Siad bersama istri dan dua putranya hidup nyaman di Sderot, kota di selatan Israel yang hanya satu kilometer dari perbatasan Gaza. Rumahnya yang berlokasi di sebuah jalan utama di Sderot berisi tiga kamar tidur dan dilengkapi peralatan mewah. Satu sedan BMW berwarna putih ada di garasi. Bisnisnya di bidang besi dan konstruksi maju pesat.
Ia pindah ke kota ini sepuluh tahun lalu bersama 79 penghianat lainnya lantaran keselamatan keluarga mereka terancam. “Karena itulah saya kemarin dan menjadi warga negara Israel. Sebab itu, mereka telah meberi saya kartu identitas,” ujar Siad.
Sayangnya, Siad tidak bisa membawa kabur semua keluarganya. Alhasil, dua putranya menjadi korban balas dendam pejuang Palestina. Seorang ditembak mati dan satu lagi dipenjara.
Namun tidak semua penduduk Sderot menyambut baik, termasuk Batya Katar yang bekerja di bengkel mobil. Ia tidak yakin orang seperti Siad bisa benar-benar mencintai Israel. Ia malah menuding sejak kehadiran 80 keluarga penghianat Palestina tembakan roket Qassam dari Gaza makin mengenai sasaran. “Tiap kali Qassam ditembakkan, Siad menari-nari,” kata Batya.
Menurut Natan Shrayber, pengacara para pengihanat itu, kliennya memang pantas mendapatkan apa yang dimiliki sebagian besar warga Israel. “Orang-orang ini telah membantu pasukan keamanan Israel menghancurkan Hamas dan musuh-musuh Israel lain. Tanpa pertolongan mereka, kualitas intelijen Israel tidak bagus,” ujarnya.

Sabtu, 08 Desember 2012

Mengenal Gaza




Jalur Gaza  atau sering disebut denganGaza adalah nama wilayah yang terletak di Timur Tengah, tepatnya di Palestina, sebelah barat daya Palestina ’48 (wilayah Palestina sebelum perang tahun 1948). Sebelah selatan berbatasan dengan Mesir, sebelah barat, timur dan utara berbatasan dengan wilayah Palestina ’48.
Gaza merupakan wilayah yang bentuknya memanjang dan sempit. Panjang wilayahnya 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian dan 12 km di bagian yang lain yaitu berbatasan dengan Mesir. Sehingga jika dijumlah, luas Jalur Gaza adalah 365 km persegi.

Bagi Kaum muslimin, Gaza merupakan negeri yang bersejarah, negeri perjuangan dan negeri syuhada’, karena banyaknya rakyat Gaza yang syahid di jalan Allah, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang dibunuh tentara Zionis Iarael. (watch “Gaza the Killing Zone” )
Gaza akan selalu diingat dan dikenang khususnya bagi mereka yang mencintai keluarga Rasulullah saw, bagi mereka yang menjadi pengikut mazhab Imam Syafi’i, bagi mereka yang berjuang dan melanjutkan perjuangan Imam Hasan Al Banna dengan gerakannya yang terkenal, Al Ikhwan Al Muslimin.
Datuk Rasulullah saw, Muhammad bin Abdillah, wafat dan dikubur di Gaza. Datuk Rasulullah saw namanya adalah Hasyim bin Abdu Manaf. Beliau adalah orang tua dari kakek Rasulullah saw, Abdul Muththalib yang terkenal dengan sebutan Syaibah karena ada segumpal rambut putih di kepalanya.
Imam Syafi’i, murid Imam Malik, pendiri mazhab Syafi’i, lahir pada bulan Rajab tahun 150 H (767 M) di Gaza, hari kelahiran Imam Syafi’i bertepatan dengan hari wafatnya Imam Abu Hanifah di Baghdad dan wafatnya Imam Ibnu Juraij Al Makky, seorang alim besar di kota Makkah, dikenal dengan Imam Ahli Hijaz.
Imam Syafi’i, nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Silsilah dari jalur ibunya, Fathimah binti Abdullah bin Al Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (paman Nabi saw).
Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab imam Syafi’i seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Gaza, kota kelahiran Iman Syafi’i, yang saat ini penduduknya sedang disiksa secara masal oleh Zionis Israel dengan cara blokade.
Akibat blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, maka kebutuhan pokok berupa makanan, susu untuk bayi, obat-obatan dan BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak dapat masuk Gaza.
Berbagai obat-obatan yang dibutuhkan rakyat sudah menipis dan sebagian sudah habis. Jenis obat yang habis tersebut diperkirakan berjumlah 160 jenis. Sekitar 90 alat kedokteran sudah tidak dapat dipakai lagi karena tidak ada suku cadang yang dapat digunakan untuk memperbaikinya
Apabila “kejahatan kemanusiaan” ini dibiarkan terus, tanpa ada yang mau dan mampu mencegahnya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusian di abad modern.
Gaza adalah tempat yang pernah dikunjungi oleh Mursyid ‘Am Al Ikhwan Al Muslimin, Imam Hasan Al Banna, didampingi Ustadz. Abdah Qasim, Sa’duddin Al Walili dan Syekh Muhammad Farghali, Jum’at, 1948.
Imam Hasan Al Banna datang langsung ke kota Gaza, Palestina ditengah kesibukannya dalam berdakwah, untuk memberikan semangat kepada pasukan Al Ikhwan Al Muslimin yang berjihad di Palestina dan memberikan dukungan serta bantuan nyata kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajah.
Ketika berada di kantor cabang Ikhwan, di kota Gaza Hasyim, Palestina, Imam Hasan Al Banna menulis kalimat singkat dibuku tamu yang tersedia. Kalimat tersebut tertulis dengan jelas: Hari ini, aku mengunjungi Kantor Cabang Ikhwan di kota Gaza Hasyim. Aku mempertanyakan asal-usul nama ini, Gaza Hasyim. Seseorang berkata kepadaku bahwa Hasyim adalah kakek Rasulullah saw yang kuburannya terdapat di kota Gaza.
Sekarang di Gaza, Palestina, negeri tempat dikuburnya datuk Rasulullah saw, Hasyim bin Abdu Manaf, tempat lahirnya Imam Syafi’i, tempat yang pernah dikunjungi Imam Hasan Al Banna, penduduknya sedang menderita, gelap gulita setiap hari karena pasokan BBM untuk listrik dihentikan Zionis Israel, anak-anak hidupnya tercekam, ketakutan, kebutuhan pokok makin menipis, makanan sulit didapat, penderitaan tersebut akibat blokade yang dilakukan penjajah Zionis Israel.
Disamping itu, dengan adanya tembok pemisah yang tingginya 8 m dan dalamnya 6 m dari permukaan tanah, tembok pemisah dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid”, praktis penjajah Zionis Israel telah memenjarakan dan mengurung penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang di kawasan yang luasnya 365 km persegi.
Sungguh sangat menyedihkan, sangat memilukan, betapa tidak? Umat Islam yang berjumlah sekitar 1,3 milyar tidak mampu menghentikan kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan penjajah Zionis Israel di Gaza, Palestina.
Kezaliman yang dilakukan penjajah zionis Israel sampai kini masih terus berlanjut, bahkan mereka juga melakukan politik adu domba, politik devide et impera diantara rakyat Palestina.
(إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS:Al Hujuraat: 49 :10).
Apakah kita membiarkan saja rakyat Palestina ditindas, dijajah, dizalimi Zionis Israel? Lantas dimana ukhuwah kita? Dimana solidaritas kita? Dimana keimanan kita?
Rasulullah saw pernah bersabda:
Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas ra).
Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong hamba selama dia menolong saudaranya. (HR. Muslim).
Sekarang, marilah kita buat sejarah yang baik, sejarah yang akan bermanfaat untuk kita dan anak cucu dikemudian hari, sejarah yang dapat menghibur dan menyenangkan hati saudara-saudara kita di Gaza khususnya dan Palestina umumnya.
Caranya? Bantu mereka dengan doa! Dengan dana! Dengan tulisan dan lisan! Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perjuangannya! Jangan membeli makanan dan minuman serta produk lainnya yang keuntungannya diberikan untuk Zionis Israel.
Jika tidak mau membantu, jangan buat mereka sakit hati dengan prilaku borju, hedonis, materialis yang dipertontonkan secara vulgar tanpa ada perasaan malu.

Kamis, 06 Desember 2012

Selain Israel, Hamas Juga Berperang Dengan Pengkhianat


Peperangan dalam agresi Israel saat ini, pemerintahan Zionis tengah menerjunkan ribuan para spionase. Tak tanggung-tanggung, spionase-spionase yang diterjunkan oleh Israel adalah warga Palestina sendiri, utamanya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza sendiri.

Spionase ini adalah para pengkhianat yang siap menipu dan membuat berbagai propaganda untuk melemahkan mental semangat berjuang rakyat Gaza. Hal ini menjadi kejutan baru bagi Hamas atas pengkhianatan warga Palestina yang bekerjasama dengan pihak Shinbet, intelijen Israel.

Dalam sebuah sumber-sumber Israel terungkap beberapa pengkhianat yang diterjunkan untuk membuat berbagai propaganda melemahkan pemerintah Hamas, mereka menggunakan berbagai dalih bahkan tak jarang memakai Al Quran untuk mensukseskan propaganda melemahkan pemerintahan Hamas dalam melawan Zionis Israel. cara ini sebenarnya juga sama dilakukan Israel pada peperangan bulan juni tahun 1967 dan peperangan kedua di Lebanon saat tahun 2006.

Televisi Israel Channel Two mengutip sebuah sumber Israel yang menyatakan bahwa Israel telah berkhianat dalam mengakhiri perjanjian dengan Komandan Izzuddin Al Qassam, Ahmed Jabari. Ketika dalam negoisasi pelepasan Gilad Shalid dan disaksikan oleh kepala Intelijen Mesir saat itu (Rezim Mesir lama).

Dalam tayangan Televisi Israel Channel Two memberitakan bahwa para propaganda yang diterjunkan Israel menggunakan berbagai cara propaganda penipuan dan menyebarkan berbagai selebaran di beberapa tempat di Jalur Gaza, untuk mempublikasikan kesalahan-kesalahan Hamas. Dan melakukan berbagai penipuan berita mengenai pasukan Israel yang sudah datang menyerang Gaza, sehingga menimbulkan beberapa kepanikan bagi warga Gaza serta melakukan kesiapan siagaan tinggi. Dan ternyata itu hanya berita bohong yang diulang-ulang.

Sebagaimana pada Rabu malam terdapat berita yang menyebar bahwa Israel telah menyerang dan melakukan agresinya, lalu pasukan Israel sudah membunuh beberapa pemimpin Hamas, dan telah membuat Hamas menyerah dan menerima kekalahan. Ternyata setelah ditelusuri asal berita tersebut dari spionase Zionis Israel.

Beberapa trik propaganda bohong juga dimuat beberapa surat kabar Israel dan surat kabar Palestina berbahasa Ibrani.

Dalam berita televisi Channel Two tersebut juga dikatakan bahwa kampanye propaganda penipuan sudah dimulai pada hari senin saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengadakan sebuah konferensi persi di kota Ashkelon dengan beberapa partisipasi beberapa duta besar negara-negara lainnya.

Dalam pertamuan tersebut, Netanyahu berbicara kepada para duta besar dan menyatakan bahwa pemerintah Israel bertekad untuk melakukan penyerangan guna mengakhiri serangan roket dari Gaza, dan terkesan bahwa agresi penyerangan militernya sangat dekat, dan pembicaraan tersebut seolah-olah bahwa Israel adalah korban.

Berbagai kampanye propaganda penipuan Israel yang menyatakan bahwa mereka adalah korban terus diberitakan dibeberapa media. Sehingga terkesan bahwa penyerangan mereka saat ini di Gaza adalah karena diserang oleh roket Hamas.

Padahal menurut beberapa surat Kabar baik Palestina sendiri maupun Israel, bahwa serangan roket bukan dilancarkan oleh Hamas melainkan oleh beberapa gerakan kecil perlawanan Palestina. Bahkan Hamas beberapa kali menangkapi gerakan perlawanan ini dikarena meluncurkan roket yang diarahkan di wilayah Israel.

Sebuah Direktur dan Pemantauan Media Ibrani yang basisnya memang untuk melakukan propaganda guna kepentingan Israel, melakukan sebuah propaganda dibeberapa media dan selebaran dengan memuat judul yang provokatif, bahwa Israel memanggil warga Gaza untuk memberikan solidaritasnya mendukung Israel baik secara moral maupun ekonomi.

Bahkan sebuah rilis rahasia dalam media Israel tersebut terdapat beberapa organisasi berhaluan Islam yang memang menjadi spionase Israel untuk terus mempropagandakan berbagai penipuan dan pelemahan gerakan perlawanan terhadap Hamas. Pemerintah Zionis Israel benar-benar bertekad untuk menghalalkan segala cara guna meruntuhkan dominasi Hamas sebagai kekuatan politik dan kekuatan militer di Jalur Gaza.

Pembunuhan terhadap komandan Izzuddin Al Qassam juga sarat dengan spionase jahat para pengkhianat, yang berusaha untuk terus memantau pegerakan Ahmed Jabari. Padahal, Ahmed Jabari sangat disiplin dan berhati-hati dalam segala tindakannya. Ini menandakan bahwa spionase yang disebar oleh Zionis telah benar-benar kuat berada di Jalur Gaza. Karena itu Hamas telah beberapa kali menangkap dan menghukum mati para spionase pengkhianat Palestina.

Beberapa spionase juga ditangkap saat mencoba untuk melihat tempat-tempat peluncuran roket Hamas.

SUMBER

New York Times: Al Qassam Sangat Disiplin dan Bertambah Profesional


Surat kabar Amerika New York Times, Senin (19/11), menyebut Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, memiliki kedisiplinan yang tinggi dan bertambah profesional. Sejak dibawah kepemimpinan komandan militer Ahmad Jabari, al Qassam mengadopsi sistem latihan dan penyusupan pemimpin yang jelas, menjadi lebih istitusional.

Diprediksi al Qassam memiliki 15 ribu pejuang, yang merupakan simbol bagi upaya Hamas untuk mencapai keseimbangan antara sejarahnya sebagai gerakan perlawanan dan perannya sebagai pemerintah di Jalur Gaza sejak tahun 2007.

Selama beberapa tahun terakhir Jabari dinilai memperkokoh kekuatan politik untuk bidang militer. Dia telah menjadi pahlawan untuk rakyat yang memiliki suara di poster-poster yang berbicara atas nama Jalur Gaza.

Dengan pangkalan yang terus meluas, Brigade al Qassam telah meluas dan matang di bawah komando Jabari, sampai berhasil melakukan pertukaran untuk membebaskan seribu Palestina tawanan dengan seorang serdadu Israel Gilad Shalit – dimana Jabari memimpin langsung menyenderaan Shalit selama 5 tahun.

New York Times mengutip dari dosen ilmu politik di Universitas al Ummah di gaza, Adnan abu Amr yang mengatakan tentang kekuatan al Qassam dan pengaruhnya pada tingkat sosial. Dia mengatakan, “Bukan rahasia bahwa al Qassam memiliki kata akhir di Gaza.”

Sejak lama al Qassam berkerja dengan struktur yang tidak stralistik meskipun kehilangan kepemimpinan, maka kepemimpinan baru menggantikan posisinya. Sebuah posisi sakral semi independen. Mereka bekerja dalam bentuk sel. Karena itu meskipun Jabari adalah komandannya, maka di sana ada komandan-komandan lain.

Al Qassam membagi Jalur Gaza menjadi enam wilayah geografis. Setiap wilayah ada komandannya yang tunduk pada Jabari. Setiap wilayah memiliki roket serta senjata anti tank dan anti pesawat. Selain memiliki sniper, insinyur dan pasukan infanteri. Di samping memiliki pasukan khusus di bidang komunikasi, aksi-aksi mata-mata, penyelundupan, senjata, intelijen dan humas. 

Ibu Ini Rela Anaknya Dihukum Mati Karena Berkhianat Kepada Palestina


AGRESI militer Israel yang berlangsung kurang lebih satu pekan dan telah merenggut ratusan orang Palestina, di antaranya 36 adalah anak-anak. Agresi militer ini, ternyata tidak pula lepas dari orang Palestina.

Anak muda di atas (tampak dalam gambar) tengah diinjak kepalanya oleh seorang ibu. Tahukah siapa yang menginjak kepala anak muda itu?

Perempuan itu adalah ibu dari anak muda tersebut. Si ibu merasa malu dan mendapatkan aib karena anaknya telah memberikan info kepada intelejen Israel perihal keberadaan para pejuang Palestina.

Ibu itu jelas yang mengandung, dan membesarkannya, akan tetapi ibunya tampkanya si ibu ikhlas melihat anaknya dihukum mati di depan umum, supaya memberi pelajaran bagi yang lainnya.

Ia sendiri, walau dengan hati hancur, menginjak anaknya itu. Melihat kejadian ini, beberapa orang berkomentar, “Sang ibu menginjak kepala darah dagingnya sendiri karena di sana ada tujuan yang lebih kuat dan lebih mulia yaitu tanah dan kehormatan Palestina.” 

Analisis - Gencatan Senjata: Antara Payung Berlubang, atau “Pasukan Lain” di Gaza?


Meskipun media-media mainstream masih menyembunyikan kekalahan Israel dalam perang melawan Hamas di Jalur Gaza, setidak-tidaknya kini mulai tersingkap perl...
ahan. Mengapa Israel yang mengklaim menang perang via operasi militer “Pillar of Cloud” tetapi justru terlebih dulu meminta gencatan senjata (21/11/2012, pukul 21.00 waktu setempat, atau Kamis, 22/11/pukul 02.00 WIB). Aneh lagi janggal. Tujuan operasi militer dimanapun ialah pendudukan ke wilayah target. Tetapi Gaza belum diduduki keburu minta gencatan. Tidak tanggung-tanggung, ia ingin gencatan senjata selama 15 tahun dengan jaminan Muhammad Mursi, Presiden Mesir. Publik global pun bertanya, apa gerangan yang terjadi di Israel?
Tampaknya pernyataan Shaul Mofaz, pemimpin oposisi Israel di Knesset (21/11/2012) boleh dijadikan data permulaan. Ia mengatakan bahwa rezim Zionis adalah pecundang dan Hamas sebagai pemenang dalam peperangan di Gaza. Kendati PM Israel malah mengklaim bahwa Tel Aviv telah meraih tujuan dalam agresi militer, karena selain telah menewaskan sejumlah petinggi Hamas, juga katanya berhasil menghalau masuknya senjata dari Iran.

Sekali lagi, kenapa malah ia meminta gencatan senjata duluan jika memang menang perang; mengapa Gaza tidak diduduki atau diratakan sebagai statement Gilad Sharon: “Israel harus membuat rata Gaza seperti Amerika meratakan Jepang!”

Ya, Israel Today melapor bahwa kerugian yang diderita Israel dalam agresi sepekan mencapai $ 1,2 miliar. "Ini hanya kerugian di sektor perekonomian saja, mengingat belum ada angka pasti mengenai kerugian akibat serangan balasan kelompok muqawama", tulis Israel Today, Rabu (21/11/2012). Sektor pariwisata Israel yang paling terpukul akibat perang tersebut. Hampir tidak ada turis masuk. Sementara sumber-sumber lain mengkonfirmasi rusaknya 718 bangunan dan 240 kendaraan akibat serangan roket-roket Palestina. Televisi Kanal 10 Israel Selasa malam (20/11) mempublikasi kerugian yang diderita 30 lembaga dan organisasi Israel akibat agresi militer tersebut.

Aviv Dichter, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel (21/11) mengungkap, adanya ledakan di Tel Aviv yang sangat kuat dan luar biasa akibat roket-roket Palestina. "Sudah lama sekali kota ini tidak pernah menyaksikan peristiwa seperti ini". Avi Dichter mengatakan bahwa beberapa waktu lalu juga terjadi ledakan di sebuah bus yang menggetarkan ibukota Israel, sehingga “memaksa” kabinet Israel menggelar sidang darurat membahas masalah tersebut.

Pertanyaan berikut, bagaimana khabar kehebatan tentara Israel yang katanya legendaris, serta dimana kecanggihan Iron Dome, mesin penangkis roket yang selama dibangga-banggakan?

Iron Dome, Payung Berlubang!

Reuters melaporkan, bahwa perusahaan Rafael yang memproduksi roket Iron Dome telah beroperasi secara maksimal, namun cuma mampu produksi 12 roket saja, sementara militer Israel menembakkan dua roket dari Iron Dome hanya untuk menjatuhkan satu roket Palestina. Permintaan militer Israel sangat banyak dan mendesak. Hingga kini Israel sudah menembakkan 360 roket dari Iron Dome dan untuk setiap roket, Tel Aviv harus membayar 30 sampai 50 ribu dolar. Berapa yang mesti dibayar oleh rezim Zionis di tengah krisis ekonomi negaranya?

Betapa roket-roket dari luar wilayah Israel mampu menembus Iron Dome hingga menjangkau sasaran kota-kota seperti Eilat, Eshkol, Sha'ar Hanegev, Be'er Sheva, Gan Yavne, Ashkelon, dan lainnya bahkan mampu menjangkau jantung Israel, yakni Tel Aviv. Tampaknya Iron Dome gagal melindungi kota-kota dari serangan roket, bahkan menghantam helikopter, drone dan jet tempur Israel. Sekitar 107 roket ditembakkan ke arah kapal tempur Israel. Dinas intelijen (Mossad) menyatakan bahwa Hamas memiliki lebih dari 10 ribu roket jarak menengah dan jauh.

Media-media Israel mengkonfirmasikan, akibat jatuhnya 5 roket dari arah Gaza di halaman gedung perwakilan rakyat Eshkol, telah menimbulkan ketakutan serta kepanikan warga. Analisis pun bertaburan. Tak kurang Rajeh al-Khuri, analis asal Lebanon mengungkap empat faktor, antara lain:

Pertama, roket dan rudal Palestina telah menghantam Tel Aviv, Baitul Maqdis (Jerusalem) Eilat, Ashdod, Askalon, Beersheva dan Beertopia, yang merupakan titik vital keamanan Israel;

Kedua, warga Zionis sudah tidak percaya kemampuan Iron Dome untuk melindungi mereka dari serangan roket Palestina. Terbukti 70 persen roket yang ditembakkan dari Gaza mampu mencapai targetnya. Iron Dome dinilai seperti payung berlubang;

Ketiga, sikap masyarakat dunia mengecam Israel dan peringatan kepada Tel Aviv untuk tidak melancarkan serangan darat ke Jalur Gaza;

Keempat, pihak-pihak yang membaca peringatan Senator AS Carl Levin soal "ledakan di kawasan" kini mereka berpendapat bahwa AS menilai hujan roket Israel bukan hanya akan menggugurkan anak-anak kecil Palestina melainkan juga sebagai indikasi berakhirnya kesepakatan damai di kawasan.

“Pasukan Lain” di Jalur Gaza

Literatur militer modern dimanapun niscaya mengatakan, jika kalah dalam jumlah pasukan dan kecanggihan mesin perang maka identik dengan kalah perang. Contoh aktual ialah perang antara Rusia dengan Georgia dekade 2009-an lalu, dimana cukup seminggu Rusia dapat menduduki Georgia. Akan tetapi, agaknya logika perang modern di atas tidak berlaku bagi pergolakan bersenjata di Irak, Afghanistan, Libya, termasuk di Jalur Gaza ini.

Di Irak dan Afghanistan misalnya, Taliban yang sekelas separatis berbekal senjata rampasan ternyata mampu mengalahkan militer profesional dari 40-an negara jago perang (NATO dan ISAF). Atau kelompok loyalis Gadafi mampu menahan gempuran pesawat-pesawat tempur NATO pimpinan Perancis, dan seterusnya. Demikian juga tampaknya peperangan di Jalur Gaza.

Hamas di Palestina itu semacam organisasi massa (Ormas) di Indonesia, dan Brigade Al Qassam, sayap militernya hanya sekelas satuan tugas (satgas) Partai atau Ormas. Jadi semacam “banser”-nya Nahdatul Ulama (NU), atau semacam Pemuda Pancasila, FPI dan lainnya. Apaboleh buat, teori perang modern sepertinya “terpatahkan” di wilayah serta negara-negara di atas tadi. Ya, fakta menyebutkan bahwa Hamas mampu membuat militer Israel bertekuk-lutut, lalu meminta gencatan senjata!

Sebenarnya ada local wisdom di Barat mengatakan: “Betapapun supernya kekuatan bersenjata suatu negara, tidak selalu mudah menundukkan tekad perlawanan gerilya rakyat guna mempertahankan eksistensinya”. Ini dia! Agaknya AS dan sekutu terutama Israel abai terhadap hikmah kekalahan Paman Sam dalam perang di Vietnam, atau lupa atas kematian Jenderal Mallaby di Surabaya dulu (1945), dan lainnya. Kelompok negara Barat lupa local wisdom leluhurnya. Mungkin ia sendiri tersihir oleh Rambo, James Bond, Popeye atau Kolonel Bradock, tokoh-tokoh imajiner yang selalu menang di setiap pertempuran!

Rumor adanya “pasukan lain” turut membantu Hamas dalam pertempuran melawan militer Israel menjadi pembicaraan tersendiri bagi warga Palestina di Gaza. Di media online non mainstream dan blog-blog tertentu juga membahas dalam dimensi religi bahkan cenderung transendental. Pro kontra pun muncul antara logika dan unlogical. Tak masuk akal tetapi ada bukti (keadaaan) ada saksi, seperti logika tetapi siapa sejatinya mereka? Diskusi-diskusi di media non mainstream dan blog-blog khusus pun melingkar-lingkar antara iya dan tidak.

Hal inilah yang belum (terang) terungkap. History repeat itself. Sejarah berulang ketika Perang Gaza (2000-2009) dahulu terjadi, operasi militer Israel yang bersandi “Cast Lead” juga berakhir dengan gencatan senjata atas permintaan Israel sendiri. Itulah yang kini terjadi.

Terimakasih.