| Mera Naam Joker: Sejarah Islam
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2013

HEBOH, MANUSKRIP BERTULISKAN "MUHAMMAD"


Sejumlah ilmuwan, tentunya non-Muslim, menganggap bahwa Nabi Muhammad itu sesungguhnya tidak ada. Namun bukti berupa teks yang ditulis di atas papirus memberikan bukti sebaliknya.

Sebagaimana dilansir Radio Netherlands, Petra Sijpesteijn pakar bahasa Arab dari Universitas Leiden yang mengkhususkan diri mengkaji teks-teks papirus, menyatakan tidak setuju dengan pendapat para koleganya yang mengatakan Nabi Muhammad tidak pernah ada.

Kelompok yang dijuluki para "revisionis" mengatakan bahwa orang-orang Arab sebenarnya cuma kelompok tak terorganisir yang kebetulan berhasil menguasai setengah dunia. Dan Islam diduga baru diciptakan dua ratus tahun kemudian di Iraq.

Sijpesteijn berkata, "Teks-teks papirus menunjukkan bahwa serangan tentara Arab dilakukan dengan cermat dan terorganisir. Orang Arab melihat diri sendiri sebagai penakluk dengan misi relijius. Mereka ternyata juga punya pandangan relijius - mereka menjalankan dan menjaga elemen-elemen penting Islam yang nantinya juga dimiliki dan diyakini Muslim pada abad-abad selanjutnya."

Ribuan lembar papirus telah ditemukan di bawah timbunan pasir di Mesir dan wilayah Timur Tengah lainnya. Namun seringkali sulit dibaca, selain karena sebagian telah sobek juga ditulis dalam bahasa Arab dengan dialek setempat. "Namun siapa pun yang bisa membacanya, punya akses meneliti kehidupan sehari-hari masyarakat Arab di periode awal islam," kata Sijpesteijn.

Papirus adalah sejenis kertas kuno yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk transaksi dagang, korespondensi pribadi, dan semacamnya. Bangsa Mesir dipercaya sebagai orang yang pertama kali membuat dan menggunakan papirus.

Di salah satu lembar papirus yang ditulis sekitar tahun 725 Masehi menyebut kata Muhammad dan Islam.

Lembar-lembar papirus itu juga membuktikan bahwa sejak dulu sudah ada dialog tentang makna menjadi Muslim yang baik, perintah haji dan zakat.

Bagi ilmuwan Belanda itu, sumber sejarah Islam berupa papirus sangatlah penting. "Papirus pada kenyataannya merupakan satu-satunya sumber kontemporer untuk sejarah 200 tahun pertama Islam," kata perempuan yang menerima 1 juta euro dari Lembaga Penelitian Eropa untuk melanjutkan penelitiannya itu. Data-data yang ditemukannya mengkonfirmasi cukup banyak sumber resmi Islam.
http://rahmadceria.blogspot.com/2011/01/heboh-manuskrip-bertuliskan-muhammad.html

Senin, 19 Agustus 2013

Bukti Sisingamangaraja XII Seorang Muslim



Sisingamangaraja XII-bendera perang-sisingamangaraja-xii-jpeg.image
Bendera Sisingamangaraja XII berwarna merah putih
–Oleh: AGUNG PRIBADI (Historivator)–
SALAM-ONLINE: Apakah masuk di logika akal sehat kalau pejuang-pejuang Indonesia seperti Pattimura dan Sisingamangaraja XII itu sebagai orang Kristen Protestan memerangi Kerajaan Protestan Belanda sebagai sesama Protestan? Jawabannya tidak!
Bahkan Katolik saja yang di Eropa memerangi Kerajaan Protestan Belanda, di Indonesia mendukung penjajahan Kerajaan Protestan Belanda terhadap Indonesia. Dukungan Katolik terhadap penjajahan Belanda atas Indonesia bisa dilihat pada tulisan Frater Amator dan A. Silaen tentang Perang Aceh pada buku Sejarah Indonesia untuk sekolah Katolik Kanisius tahun 1952.
Menurut mereka:
“Sesudah Perang Aceh selesai, Van Heutz diangkat menjadi Wali Negara. Ia merobah tjara pemerintahan di Indonesia. Sampai saat itu pemerintah menumpahkan perhatiannya kepada Pulau Djawa sadja. Pulau-pulau seberang tidak diindahkannya. Sebab itu banjak djuga kedjadian2 jang tak menjenangkan di sana-sini. Perampokan, pembongkaran, dan penjerobotan dilakukan setiap hari. Penduduk diperas oleh Radja2nya sendiri, sampai mereka sering meminta bantuan dari gubernemen. Keselamatan tiap2 orang tidak terdjamin. Van Heutz berkehendak, bahwa keselamatan tiap2 penduduk mesti terdjamin di bawah pemerintahan Belanda. Ia bertindak dengan kekerasan, dipaksanya 250 radja2 untuk menandatangani ‘Perdjandjian Pendek’ Korte verklaring. Sejak itu penduduk bersama2 dengan aman dan sentosa,” — dikutip oleh Ahmad Mansyur Suryanegara dalam Api Sejarah, jilid 1 (Bandung: Salamadani, 2009, hlm. 265-266).
Sisingamangaraja XII dalam uang seribu rupiah-jpeg.image
Sisingamangaraja XII dalam uang Seribu Rupiah
Frater Amator dan A. Silaen mengatakan bahwa di bawah penjajahan Belanda penduduk aman dan sentosa. Pejuang-pejuang kemerdekaan disebut sebagai perampok, pembongkar dan penyerobot. Terlihat jelas dukungan mereka terhadap penjajahan Belanda. Apalagi kalau beragama Kristen Protestan tentu lebih mendukung lagi.
Maka fakta mana yang masuk logika akal sehat? Yang masuk adalah Sisingamangaraja dan Pattimura itu itu Muslim. Satu hal yang sukar diterima adalah pendapat sejarawan ahli Indonesia yang menyebut Sisingamangaraja XII seorang animis atau beragama asli Batak.
Bukti sejarah yang ada, yaitu stempel kerajaan Sisingamangaraja XII bergambar pedang bercabang 2 seperti bendera kerajaan Arab Saudi. Pedang bercabang melambangkan pedang Zulfikar milik sahabat Ali bin Abi Thalib. Ada gambar bintang bergerigi 8 melambangkan 4 Khulafaur Rasyidin dan 4 Imam Madzhab.
Stempel itu juga menggunakan huruf Arab dan tertulis Hijrah Nabi 1304. Bahkan di Kerajaan-kerajaan yang Islamnya kuat pun hanya menyebut Hijrah tanpa kata Nabi. Sementara Sisingamangaraja menambahkan kata Nabi, boleh dibilang ke-Islamannya lebih kental dibanding Raja Islam lainnya.
Bendera Sisingamangaraja XII berwarna merah putih. Ada apa dengan bendera merah putih? Sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara merujuk pada hadits Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situ tertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikian juga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaq bercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu’adz bin Hisyam bercerita kepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah, dari Abu Asma’ Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih.”
Jadi Sisingamangaraja XII mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabinya umat Islam.
Ketua MUI Sumatera Utara, H. Mahmud Azis Siregar berpendapat, “Sebenarnya bendera dan stempel itu sudah mencirikan corak Islam dalam pemerintahan Sisingamangaraja XII.”
Beberapa sejarawan seperti Dada Meuraksa, Ahmad Mansyur Suryanegara, dan Mohammad Said juga berpendapat Sisingamangaraja XII itu seorang Muslim.
Mohammad Said, dalam bukunya Sisingamangaraja XII menyatakan kemungkinan benar bahwa Sisingamangaraja seorang Muslim. Pedomannya berasal dari informasi dalam tulisan Zendeling berkebangsaan Belanda, J.H Meerwaldt, yang pernah menjadi guru di Narumonda dekat Porsea. Meerwaldt mendengar Si Singamangaja sudah memeluk Islam (http://serbasejarah.wordpress.com/2009/03/30/sisingamangaraja-xii-1845-1907-pejuang-islam-yang-gigih/bisa juga dlilihat pada majalah Insani, Desember 2003).
Sisingamangaraja XII-surat-sisingamangaraja-xii-dengan cap stempel-jpeg.image
Surat Sisingamangaraja dengan cap/stempel menggunakan huruf Arab dan tulisan ‘Hijrah Nabi 1304′
Mohammad Said juga mengutip surat kabar Belanda Algemene Handelsblad pada edisi 3 Juli 1907, “Menurut kabar dari penduduk setempat, sudahlah benar raja yang sekarang (maksudnya Sisingamangaraja XII) semenjak lima tahun yang lalu telah memeluk Islam…”
Semakin jelaslah fakta bahwa Sisingamangaraja XII adlah seorang Muslim. Wallahu A’lam bish-Shawab.
- See more at: http://salam-online.com/2013/08/bukti-sisingamangaraja-xii-seorang-muslim.html#sthash.gfZPBwyc.AJL28Uxn.dpuf

Kamis, 09 Mei 2013

Barisan Tentara Muslim NAZI




Apa yang anda pikirkan ketika mendengar Nazi? mungkin Adolf Hitler,Holocaust,dan lainya.Tapi yang akan saya jelaskan pada pembahasan kali ini adalah sebuah Divisi yang terdiri dari orang orang Muslim Bosnia yang bukan merupakan orang German alias non-German.Rencana ini sudah disetijui oleh Adolf Hitler sendiri,atas usulan dari Heinrich Himmler yang menganggap bahwa Islam menciptakan pejuang yang tanpa takut karna Islam menjanjikan bahwa tewas dalam perang adalah jalan menuju surga.Pada April 1943,seorang Mufti Jerusalem dipanggil untuk membantu seleksi dan mengatur untuk masuk ke Waffen-SS.


seorang Mufti bernama Mohammad Amin al-Husayni menyambut sukarelawan Bosnia yang akan ikut serta dalam perang
Akhirnya setelah rekruitmen selesai,didapati sekitar %60 adalah Muslim dan sisanya adalah orang German yang menetap di Bosnia yang terhitung ada sebanyak 23,200 Muslims dan 2,800orang Kroasia.Dan,setiap divisi memiliki imam imam di setiap batalion.

Pada tanggal 9 Oktober,barulah nama amereka ditetapkan sebagai 3. Waffen-Gebirgsdivision der SS"Handschar" Division..Dan pada 15 February 1944 selesailah latihan mereka di Neuhammer dan siap kembali NDH alias Kroasia.


Prajurit "calon Handschar" yang sedang sholat di tempat pelatihan mereka,Neuhammer tahun1943
Tujuan utama dibentuknya divisi ini adalah mengamankan wilayah seluas 6000Km2 disekitar bosnia dan Kroasia yang menjadi "wilayah Aman" dan melakukan operasi operasi khusus yang sebagian besar adalah pembersihan anti-partisan di cakupan wilayah aman tersebut.

Salah satu Operasi Anti-Partisan pada tahun 1943 adalah Operasi Wegweiser yaitu operasi pembersihan anti partisan sekaligus operasi pertama handschar division yang terbilang cukup sukses dalam membersihkan wilayah Syrnia.Terhitung 573 anti-partisan tewas dan 82 lainya ditangkap.


Singkat cerita,pada akhir perang tahun 1944-1945 divisi ini bertempur melawan pasukan Rusia dan Bulgaria yang sudah merangsek masuk jauh menuju jerman.para prajurit yang tersisa banyak yang berusaha kembali ke bosnia,maupun menuju kearah barat untuk menyerah pada pasukan Inggris dan Amerika karna mendekam dipenjara russia dinilai lebih kejam dan pada akhirnya mereka akan menjadi pekerja paksa ditengah dinginya cuaca russia dan penyiksaan oleh para sipir penjara russia yang terkenal kejam.Diakhir perang sendiri sekitar 38 perwira diekstradisi ke Yugoslavia untuk menjalani pengadilan dan 10 diantaranya dieksekusi mati!

Rabu, 30 Januari 2013

PERKAWINAN UNIK NABI YUSUF DAN SITI ZULAIK




PERKAWINAN UNIK NABI YUSUF DAN SITI ZULAIKHAKISAH INI DISARIKAN DARI TALES FROM THE LAND OF THE SUFIS KARYA MOJDEHBAYAT DAN MUHAMMAD ALI JAMNIA…Nabi Yusuf AS, sebagaimana dituturkan dalam kitab suci, dikenal sebagai lelakiyang sangat tampan.salah seorang yang sangat tergila-gila padanya adalah isterituannya sendiri ,Zulaikha.Begitu tergila-gilanya isteri sang wazir agung yang sangat cantik ini, sehinggapernah suatu ketika dia hendak memperkosa Yusuf yang ketika itu masih remajadan menjadi budaknya. Tetapi, Yusuf tidak tergoda oleh kecantikan dan kemolekantubuh Zulaikha.Karena merasa sangat di kecewakan, Zulaikha lalu membuat semacam tipu daya,yang ujung-ujungnya menyebabkan Yusuf yang tanpa dosa harus mendekamdalam penjara. Kisah selanjutnya, tentu kita pernah mendengar atau membacanya.Bahwa Nabi Yusuf akhirnya mendekam dalam penjara, hingga rajamembebaskannya karena Yusuf dapat menterjemahkan mimpinya, dan selanjutnya Yusuf menjadi pembesar negeri Mesir. Yang mungkin jarang diketahui kisahnya, putuskah hubungan Yusuf dan Zulaikhasetelah dengan keji Zulaikha memfitnahnya?Ya, tapi untuk sementara saja. Dikemudian hari, Allah SWT mempersatukan keduanya dalam ikatan suami isteri.Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?Keajaiban apa yang terjadi atas diri Zulaikha sehingga dirinya yang ketika itusudah jelek bahkan buta, bisa menikah dengan Yusuf, yang ketika itu sudahmenjadi Wazir agung menggantikan suami Zulaikha?untuk itu beginiceritanya………….DIKISAHKAN, Zulaikha kehilangan segala sesuatu kaena cintanya kepada Yusuf.Sesudah kematian suaminya, dia meninggalkan istananya dan pergi ke reruntuhanbangunan, ditempat itudia hidup dalam kesedihan, terus menerus menangis danmenyebut-nyebut nama Yusuf.Selama setahun, Zulaikha memberiiikkkan perhiasan emas dan peraknya kepadaorang-orang yang lewat, yang membawa kabar tentang kekasihnya itu.akhirnyakemudian dia tidak mempunyai simpanan harta lagi. Tahun demi tahun berlalu. Zulaikha tidak muda lagi.rambutnya yang menghitamberubah menjadi putih, kulitnya yang halus menjadi keriput, tubuhnya yanglangsing menjadi bungkuk karena menanggung derita cinta, dan matanya yanghitam bersinar kini menjadi buta, lantaran banyak menangisi kekasihnya, sekalipun

baru berumur empat puluh tahun,dia seperti wanita yang berusia delapan puluhtahun.Suatu ketika, Zulaikha mengetahui rute perjalanan Yusuf setiap hari. Dia lalumembangun sebuah gubuk dari buluh bambu disisi jalan yang biasa dilewati oleh Yusuf. Di sekeliling gubuk tersebut, dibuat pula pagar buluh bambu. Setiap kali diamelantunkan ratapan cinta penuh kesedihan, semua buluh bambu itumengeluarkan suara ikut bersimpati kepadanya. Dia tinggal ditempat itu dengansuatu harapan, agar Yusuf melihatnya.Ketika tiba saatnya sang wazir agung Yusuf AS melewati jalan itu. Zulaikha segerakeluar dari gubuknya dan duduk di tepi jalan, menunggu kekasihnya. Namun,begitu dia mendengar suara pengawal Yusuf mengumumkan kedatangannya,Zulaikha langsung jatuh pingsan.Kemudian setelah siuman, dia kembali kegubuk bambunya, yang ikut menyanyikanlagu-lagu sedih. Suatu malam, Zulaikha bersujud di hadapan berhala yang sudah disembahnya selama bertahun-tahun dan berdoa, “Wahai engkau yang kusembahdenga penuh pengabdian selama hayatku, engkau yang mengetahui kehinaanku, jika aku tidak bisa bersama Yusuf, tidak bisa kah engkau memulihkan penglihatankuagar aku dapat sekurang-kurangnya melihat Yusuf sekali lagi saja,?”Demikian diaberdoa terus menerus sehingga fajar menyingsing di ufuk timur.Pada pagi harinya, ketika terdengar suara kuda, dia pergi keluar. Ketika Yusuf semakin dekat, dia menjerit dari relung jiwanya. Akan tetapi, suaranya tenggelamoleh suara ringkikan kuda dan teriakan orang banyak. Tak seorangpun jugamemperhatikannya barang sebentar saja.Dengan hati hancur dia kembali pulang.lalu Zulaikha mengambil batu danmenghancurkan berhalanya sambil berseru, “Engkau tak lain hanyalah batu belaka.Kini, aku akan membebaskan diriku dari belenggu kekuasaanmu untuk selama-lamanya. Dengan bantuan batu lain, aku akan menghancurkan permatakekuasaanmu”.Dari ledakan, tiba-tiba itu, dia menerima cahaya baru. Zulaikha pun di bersihkandan disucikan oleh air matanya. Dengan penuh kesungguhan, Zulaikha lalu berdoakepada Tuhan dan mohon ampunan, “Wahai Tuhanku, kalau aku menyembahsebongkah batu, sesungguhnya aku sendirilah yang tersesat. Sayangi danampunilah aku, obati dan sembuhkanlah hatiku dengan luka penyesalan, danizinkan aku memetik sekuntum bunga dari taman Yusuf.Wahai wujud hakiki yangmenjadikan seorang raja menjadi budak dengan mahkota raja…..” Tepat saat itu, Yusuf AS kebetulan lewat disitu. Mendengar suara seorang wanitatua meratap, dia terpesona oleh ketakzimannya dan memerintahkan agar wanita itudi cari serta di bawa menghadap istananya.ketika wanita itu dihadapkan padanya, Yusuf bertanya tentang jatidirinya. “tidakkah engkau mengenalku?Akulah orang

yang lebih memilih dirimu ketimbang dunia ini, sejak pertama kali aku melihat danmencintai dirimu,” papar Zulaikha.“Zulaikha?Benarkah ini engkau?Wahai Zulaikha, apa yang terjadi pada dirimu?kemanakah hilangnya kecantikanmu?”Tanya Yusuf yang erkejut bukan kepalang.“Ketika aku kehilangan dirimu, aku kehilangan diriku dan kecantikanku juga,”jawabZulaikha.“Apa yang terjadi pada tubuhmu yang ramping semampai?”“Tubuhku jadi rusak karena terlalu berat menanggung beban perpisahandenganmu.”“Mengapa matamu jadi buta?”.”karena kehilangan dirimu, mataku menangis danmengeluarkan air mata darah hingga tak bisa melihat lagi.”“lantas, bagaimana dengan kekayaanmu?”. “kuberikan seluruh kekayaanku kepadasiapa saja yang membawa berita tentang dirimu. Kini, tiada lagi yang tersisa kecualihatiku.tak ada lagi yang ku inginkan kecuali melihatmu sekali lagi.” Yusuf AS merasa keheranan dan bertanya-tanya dalam hati, menga pa Tuhanbelum juga mematikan mahluk ini dan membuatnya menderita demikian lama?tiba-tiba terdengar suara jawaban masuk ke dalam hatinya dari Allah SWT;“Aku belum mengambilnya, sebab dalam dirinya terkandung dunia cinta kepadaorang yang juga Ku-cintai. Siapa yang akan mengizinkanmu untuk mematikansekuntum mawar di Taman Kami dan menginginkan kehancuran salah seorangkekasih-Ku?karena dia sangat sayang kepadamu, bagaimana engkau mengira Akuakan mengambil hidupnya?Matanya yang menangis memberikan kesaksian akancintanya. Kini Aku akan membuatnya kembali muda. Ia telah memberikankepadamu jiwanya yang sangat berharga. Jika sekarang aku memberkahinya, jadikan ia sebagai bagian dari jiwamu.”Dengan ketentuan dan kuasa Allah SWT, Zulaikha kembali muda dan cantik. Danmatanya yang buta kembali dapat melihat serta dapat memancarkan cahaya.Sementara kemolekan tubuhnya, seperti layaknya gadis berumur tujuh belastahun.Kemudian perintah Allah SWt kembali terdengar, “Kini Kusatukan engkau denganZulaikha di arsy pernikahan.ikatkan dirimu dengan simpul abadi.”Sinar matahari kebenaran menerpa mata Zulaikha sedemikian cemerlang, sehinggayusuf lenyap di dalamnya laksana seberkas cahaya di dalam sinar sang surya. Sangpecinta dan kekasih, akhirnya bersatu. Ya, bersatu dalam mahligai rumah tanggayang penuh kedamaian dan kebahagiaan.


Waktu tersu berjalan. Pada suatu hari, setelah cukup lam membina rumah tangga, Yusuf kembali ke pangkuanNya. Di pemakaman, Zulaikha tak sanggup menanggungkepedihan. Dia menjatuhkan dirinya di atas kuburan lalu berkata,”Wahai dimanakahengkau kini Yusuf, yang menyayangi orang-orang yang menderita?Kini engkautersembunyi jauh di bawah akar sebatang pohon mawar, sementara aku berada diatas ranting-ranting yang menjulang tinggi. Engkau telah meresap ke dalam tanahseperti air, sementara aku berada di atas laksana api dalam sekam. Engkau sudahpergi sedemikian jauh sehingga aku tak bisa memperoleh kabar tentang dirimu darisiapapun. Kehilangan dirimu telah menyulut api dalam diriku sehingga asapnyamembuat setiap orang menangis.Aku tak sanggup hidup tanpa dirimu.”Sambil meletakkan wajahnya yang berurai air mata di tanah, Zulaikha berdoadengan kerendahan hati, kemudian wafat juga.Wassalam

Rabu, 23 Januari 2013

"MAKLUMAT NII-ATJEH OLEH DAUD BEUREUEH"





Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah
sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah
sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam. Dari itu
dipermaklumkan kepada seluruh Rakjat, bangsa asing, pemeluk bermatjam2
Agama, pegawai negeri, saudagar dan sebagainja.

1. Djangan menghalang2i gerakan Tentara Islam Indonesia, tetapi
hendaklah memberi bantuan dan bekerdja sama untuk menegakkan keamanan
dan kesedjahteraan Negara.

2.. Pegawai2 Negeri hendaklah bekerdja terus seperti biasa, bekerdjalah
dengan sungguh2 supaja roda pemerintahan terus berdjalan lantjar.

3. Para saudagar haruslah membuka toko, laksanakanlah pekerdjaan itu
seperti biasa, Pemerintah Islam mendjamin keamanan tuan2.

4. Rakjat seluruhnja djangan mengadakan Sabotage, merusakkan harta
vitaal, mentjulik, merampok, menjiarkan kabar bohong, inviltratie
propakasi dan sebagainja jang dapat mengganggu keselamatan Negara.

Siapa sadja jang melakukan kedjahatan2 tsb akan dihukum dengan hukuman
Militer.

5. Kepada tuan2 bangsa Asing hendaklah tenang dan tentram, laksanakanlah
kewadjiban tuan2 seperti biasa keamanan dan keselamatan tuan2 didjamin.

6. Kepada tuan2 yang beragama selain Islam djangan ragu2 dan sjak
wasangka, jakinlah bahwa Pemerintah N.I.I. mendjamin keselamatan tuan2
dan agama jang tuan peluk, karena Islam memerintahkan untuk melindungi
tiap2 Umat dan agamanja seperti melindungi Umat dan Islam sendiri.
Achirnja kami serukan kepada seluruh lapisan masjarakat agar tenteram
dan tenang serta laksanakanlah kewadjiban masing2 seperti biasa.

Negara Islam Indonesia
Gubernur Sipil/Militer Atjeh dan Daerah sekitarnja.

MUHARRAM 1373
Atjeh Darussalam
September 1953

Sabtu, 15 Desember 2012

SYARAT UNTUK MENJADI IMAM MASJID DI MASA KEKHILAFAHAN TURKI USTMANI


Pada masa pemerintahan Sultan Suleyman dari Kekhilafahan Turki Usmaniah (1520-1566), fungsi masjid begitu luas, Sultan Turki, pernah diiklankan lowongan kerja untuk menjadi seorang imam Masjid Istambul. sehingga syarat menjadi Imam Masjid Agung Istanbul begitu berat, yakni: 1. Menguasai bahasa Arab, Latin, Turki, dan Persia 2. Menguasai Al-Qur’an 3. Menguasai Ilmu Syariat 4. Menguasai Ilmu Alam, Matematika, dan mampu mengajarkannya 5. Pandai menunggang kuda, bermain pedang, dan berperang 6. Berpenampilan menarik 7. Bersuara indah.   Inilah format iklan untuk jabatan imam masjid, pada kurang lebih 400 tahun lalu. Kita mencatat bahwa syarat-syarat yang dicantumkan dalam iklan tersebut —walaupun sangat sulit, bahkan mustahil dipenuhi untuk ukuran orang sekarang— tapi untuk ukuran orang kala itu, syarat ini merupakan syarat yang biasa dan wajar.  Islam ketika itu tengah mencapai masa puncak kejayaannya. Tak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum; tidak ada pemisahan antara ulama dan mujahid.  Dalam catatan sejarah ini terlihat bahwa jabatan imam masjid adalah jabatan prestisius karena peranan yang harus dimainkan sangat penting dalam penyebaran dakwah. Bila masyarakat Islam kita umpamakan dengan satu tubuh, maka sel tubuh pertama yang menjadi inti kehidupannya adalah masjid. Perhatian kaum muslimin terhadap masjid selalu ada sepanjang sejarah keemasan Islam. Kekuatan ruhani yang terpancar dari masjid itulah kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Kekuatan inilah yang membentuk akal dan perasaan mereka sepanjang masa.  (dikutip dengan sedikit penyesuaian dari buku “Bagaimana Menyentuh Hati” karya Abbas As-Siisi, versi terjemahan dari “Ath-Thariq ila Al-Quluub” )

Mujahid Badui P-enakluk Imperium



Apa penjelasannya, bahwa 3.000 mujahid dari badui-badui gurun jazirah Arab, berani melawan 200.000 pasukan Romawi dalam perang Muktah? Mereka tidak menang, memang, dalam pertempuran yang berlangsung tahun kedelapan hijriah itu. Tiga panglima mereka gugur sebagai syuhada; Zaid Bin Haritsah, Ja’far Bin Abi Thalib, Abdullah Bin Rawahah. Ketika Khalid mengambil alih ke
pemimpinan, yang ia lakukan adalah mundur teratur untuk menyelamatkan nyawa mujahidin yang tersisa.
Sementara anak-anak melempari mereka dengan batu saat kembali ke Madinah, karena dianggap melarikan diri, Rasulullah justru menggelari Khalid sebagai Syaifullah Al Maslul. Pedang Allah yang terhunus. Menyelamatkan nyawa pasukan adalah keputusan bijak seorang pemberani. Berhasil mundur dari kejaran pasukan sebesar itu adalah keahlian tempur seorang jenius perang. Tapi berani melawan pasukan sebesar itu adalah pesan penting bagi Romawi; pertempuran sudah kita mulai, dan kami akan kembali.

Perang Yarmuk adalah saksi kejeniusan perang Khalid. Pertempuran yang terjadi sekitar enam tahun setelah setelah pertempuran Muktah itu, memang terlalu legendaris. Bayangkan 36.000 mujahid Muslim melawan 240.000 pasukan Romawi. Gelar Rasulullah Saw kepada Khalid jadi kenyataan. Sejak itu Romawi diusir dari wilayah jazirah Arab, Syam kemudian Mesir.

Apa penjelasannya, bahwa mujahid Badui itu bisa menaklukkan imperium besar seperti Romawi dan Persi? Dalam pendekatan aqidah dan iman, kemenangan itu dapat dengan mudah ditafsirkan. Tapi dalam pendekatan strategi perang, kita mungkin perlu mempelajari The Art of War dari Sun Tzu, strategi perang tertua yang ditulis 500 tahun sebelum Masehi dan telah mengilhami China dan Jepang selama 2400 tahun. Atau The Military Institution of The Romans yang ditulis oleh Vegetius kepada Valentinian II sekitar tahun 390 M, dan kelak mengawali pengembangan tentara regular di Eropa. Atau My Reveries Upon Art of War yang ditulis Jenderal Maurice De Saxe tahun 1732 M. Strategi ini merupakan kembangan ide-ide Vegetius dan kelak banyak mengilhami Napoleon seperti diurai Stonewall Jackson dalam The Military Maxims of Napoleon. Atau The Secrets Instruction Frederick The Great to His Generals yang secara kebetulan ditemukan dalam kopor kecil Jenderal Czetteritz tahun 1760. Atau On War dari Carl Von Clausewitz’s tahun 1832. Kedua pemikiran strategi militer inilah yang melatari semua pengembangan strategi perang Jerman.

Kebesaran Mujahid Badui yang telah menaklukkan Imperium Persi dan Romawi itu hanya mungkin kita pahami dalam kerangka pemikiran-pemikiran strategi perang itu. Khalid tumbuh dalam tradisi perang gerilya yang menjadi ciri perang masyarakat jazirah. Tapi ia menguasai cara berpikir tentara regular Romawi yang mengusai pola perang konvensional dengan alutsista besar sejak 200 tahun sebelumnya. Keteraturan adalah ciri pasukan Persi dan Romawi, atau tentara Modern. Ketidakteraturan adalah ciri pasukan gerilya. Diperlukan waktu untuk menemukan pola dalam ketidakteraturan itu. Khalid mempelajari keteraturan itu sebagai sebuah kekuatan, tapi tetap menggunakan pola perang gerilya sebagai kombinasi dari pusat kekuatannya. Tapi mereka gerilyawan yang agresif. Jadi secara strategi ia unggul. Ia tahu cara berpikir musuhnya. Tapi musuh tidak tahu keseluruhan cara berpikirnya. Ketahuilah cara berpikir musuhmu, tapi jangan berpikir dengan cara berpikirnya. [Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran, Majalah Tarbawi]

Surat Rasulullah Untuk Heracilius Raja Roma



Berikut Surat Rasulullah kepada Heraclius (Raja Romawi) -- yang dibawa oleh Dihyah al-Kalbi – teksnya berbunyi:

"Dengan nama Allah, Pengasih dan Penyayang. Dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya kepada Heraclius pembesar Romawi. Salam sejahtera bagi yang mengikuti petunjuk yang benar. Dengan ini saya mengajak tuan menuruti ajaran Islam. Terimalah aj
aran Islam, tuan akan selamat. Tuhan akan memberi pahala dua kali kepada tuan. Kalau tuan menolak, maka dosa orang-orang Arisiyin—Heraklius bertanggungjawab atas dosa rakyatnya karena dia merintangi mereka dari agamaA
Wahai orang-orang Ahli Kitab. Marilah sama-sama kita berpegang pada kata yang sama antara kami dan kamu, yakni bahwa tak ada yang kita sembah selain Allah dan kita tidak akan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, bahwa yang satu takkan mengambil yang lain menjadi tuhan selain Allah. Tetapi kalau mereka mengelak juga, katakanlah kepada mereka, saksikanlah bahwa kami ini orang-orang Islam."

Ketika Rasulullah Saw mengirim surat kepada Kaisar Heraclius dan menyerukan kepada Islam. Pada waktu itu Kaisar sedang merayakan kemenangannya atas Negeri Persia.

Begitu menerima surat dari Rasulullah Saw, Sang Kaisar pun berkeinginan untuk melakukan penelitian guna memeriksa kebenaran kenabian Muhammad Saw. Lalu Kaisar memerintahkan untuk mendatangkan seseorang dari Bangsa Arab ke hadapannya. Abu Sufyan ra, waktu itu masih kafir, dan rombongannya segera dihadirkan di hadapan Kaisar.

Abu Sufyan pun diminta berdiri paling depan sebagai juru bicara karena memiliki nasab yang paling dekat dengan Rasulullah Saw. Rombongan yang lain berdiri di belakangnya sebagai saksi. Itulah strategi Kaisar untuk mendapatkan keterangan yang valid.

Maka berlangsunglah dialog yang panjang antara Kaisar dengan Abu Sufyan ra. Kaisar Heraclius adalah seorang yang cerdas dengan pengetahuan yang luas. Beliau bertanya dengan taktis dan mengarahkannya kepada ciri seorang nabi. Abu Sufyan ra juga seorang yang cerdas dan bisa membaca arah pertanyaan Sang Kaisar. Namun beliau dipaksa berkata benar walaupun berusaha memberi sedikit bias.

Di akhir dialog Sang Kaisar mengutarakan pendapatnya. Inilah ciri-ciri seorang nabi menurut pandangannya dan sebagaimana telah dia baca di dalam Injil. Ternyata semua ciri yang tersebut ada pada diri Rasulullah Saw.

Kaisar Heraclius telah mengetahui tentang Rasulullah Saw dan membenarkan kenabian beliau dengan pengetahuan yang lengkap. Akan tetapi ia dikalahkan rasa cintanya atas tahta kerajaan, sehingga ia tidak menyatakan keislamannya. Ia mengetahui dosa dirinya dan dosa dari rakyatnya sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw.

Dengan kecerdasan dan keluasan ilmunya Kaisar bisa mengetahui kebenaran kenabian Rasulullah Saw. Bahkan Kaisar menyatakan : “Dia (maksudnya Rasulullah Saw) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh kedua kakiku ini.” Saat itu Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Baitul Maqdis.

Abu Sufyan ra menceritakan dialog ini setelah masuk Islam dengan keislaman yang sangat baik, sehingga hadits ini diterima. Kaisar lalu memuliakan Dihyah bin Khalifah Al-Kalby dengan menghadiahkan sejumlah harta dan pakaian. Kaisar pun memuliakan surat dari Rasulullah Saw, namun ia lebih mencintai tahtanya. Akibatnya, di dunia, Allah Swt memanjangkan kekuasaannya. Namun dia harus mempertanggungjawabkan kekafirannya di akhirat kelak.

SUmber : VOA ISLAM

Senin, 10 Desember 2012

MASJID AL IJABAH, TEMPAT DOA RASUL DIKABULKAN




Asal usul nama sebuah masjid di Arab Saudi memang selalu menarik untuk diketahui. Salah satunya adalah Masjid Al Ijabah. Dulu di masjid ini ada dua doa Rasulullah yang langsung dikabulkan.
Berkunjung ke Tanah Suci, Makkah dan Madinah memang terasa spesial bagi seluruh umat Muslim. Betapa tidak, di kota ini mereka bisa merasa begitu dekat dengan Rasulullah SAW.
Ada banyak tempat bersejarah yang bisa dikunjungi dan berhubungan langsung dengan Rasul. Sebut saja beberapa masjid yang ada di Arab Saudi, negari asal Rasulullah SAW.
Hampir semua masjid yang ada di Arab Saudi, khususnya di Makkah dan Madinah, diberi nama sesuai dengan kejadian yang dialami Rasul di sana. Salah satunya adalah Masjid Al Ijabah.
Masjid Al Ijabah terletak di Jalan Malik Fahd, Madinah, sekitar 385 meter dari Pemakaman Baqi. Sama seperti masjid lain yang ada di Arab Saudi, Masjid Al Ijabah juga menarik dikunjungi para peziarah karena sejarah di balik namanya.
Menurut sejarah, dulu di masjid ini Rasul berdoa kepada Allah yang terkait dengan nasib umat, dan langsung dijawab saat itu juga. Ada tiga doa yang dipanjatkan Rasul. Doa pertama adalah Nabi memohon agar Allah tidak membinasakan umat Muhammad dengan kekeringan dan kelaparan. Doa ini langsung dijawab dan dikabulkan oleh Allah.
Selanjutnya Rasul berdoa kembali. Dalam doa keduanya, Rasul memohon agar Allah tidak membinasakan umat Muhammad dengan menenggelamkan. Doa ini juga dikabulkan Allah.
Rasul pun kembali berdoa. Di doanya yang ketiga, Rasul memohon agar di kalangan umatnya tidak ada fitnah dan perbedaan. Sayangnya, doa yang ditunda oleh Allah SWT.
Karena sejarah itulah, masjid seluas 1.000 m2 ini bernama Ijabah. Karena sejarah pula lah, banyak umat Muslim yang umrah ke Tanah Suci, selalu menyempatkan diri untuk salat di masjid ini.
Jadi jangan sampai lewatkan masjid ini saat Anda berkunjung ke Madinah, ya!

USAHA PENCURIAN JENAZAH NABI SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM




Sejarah mencatat, beberapa usaha pencurian terhadap jenazah Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam , semuanya mengalami kegagalan. Sungguh Allah Subhanaahu wa Ta’ala telah menjaga Nabi-Nya Sholallohu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan hidup dan dalam keadaan sudah meninggal.
Ada lima usaha pencurian jenazah Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam yang ditulis oleh penulis buku Sejarah Masjid Nabawi as-Syarif, Muhammad Ilyas ‘Abdul Ghani. Disebutkan secara ringkas:
Usaha pertama:
Di masa al-Hakim Biamrillah al-‘Ubaidiy[1], salah seorang zindiq mengusulkan kepadanya untuk menghadirkan jasad Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa sallam ke Mesir untuk menarik perhatian manusia kepadanya sebagai pengganti Madinah, lalu memerangi penduduknya. Pada hari berikutnya, Allah Imengirimkan angin ke Madinah, dan hampir bumi tergoncang karena kuatnya angin itu. Hal ini menjadi penghalang tujuan para pembangkang tersebut.
Usaha kedua:
Pada masa khalifah al-Ubaidiy yang sama. Dia mengutus orang untuk tinggal di sebuah rumah dekat dengan al-Haram an-Nabawi. Kemudian ia menggali sebuah terowongan dari rumah tersebut menuju kubur Nabi . Kemudian penduduk Madinah mendengar ada suara menyeru, memanggil-manggil di tengah-tengah mereka bahwa ‘Nabi kalian akan digali (kuburnya)’. Maka manusiapun menyelidikinya, kemudian mendapati mereka yang sedang menggali, lalu membunuh mereka. Patut juga disebutkan bahwa al-Hakim bin Ubaidillah mengaku sebagai Tuhan pada tahun 408 H.
Usaha ketiga:
Dilakukan oleh para penggali kubur dari Raja-Raja Nasrani. Hal itu dilaksanakan dengan perantara dua orang Nasrani dari Maroko. Namun Allah I melindungi jasad Nabi-Nya  dengan cara Panglima Nuruddin Zankiy bermimpi bertemu Nabi r dalam tidurnya, beliau menunjukkan dua orang berambut merah kekuning-kuningan, dan beliau bersabda: “Tolonglah aku, selamatkan aku dari dua orang laki-laki ini.’ Panglima Nuruddin Zanky pun terkejut bangun dari tidurnya. Kemudian dia kumpulkan para hakim, lalu mereka memberinya usul agar dia menuju Madinah. Diapun sampai di Madinah dengan membawa harta yang banyak untuk dibagikan kepada penduduk Madinah. Dia kumpulkan manusia, lalu memberi mereka hadiah setelah nama-nama mereka dicatat, dan dia tidak melihat dua orang laki-laki yang ditunjukkan Nabi dalam mimpinya. Di saat itu dia bertanya, ‘Adakah orang yang belum mengambil sesuatu dari harta shadaqah ini?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Dia bertanya lagi, ‘Berfikirlah, ingat-ingatlah.’ Merekapun menjawab, ‘Tidak tertinggal seorangpun kecuali dua orang Maroko, keduanya adalah orang shalih, kaya dan banyak shadaqah.’ Mendengar itu dada panglima pun menjadi lapang, kemudian memerintahkan untuk memanggil keduanya. Lalu dia melihatnya persis seperti dua orang laki-laki yang dilihatnya di dalam tidurnya.
Diapun bertanya kepada keduanya, ‘Dari mana kalian berdua?’
Keduanya menjawab, ‘Jama’ah haji dari Maroko.’
‘Berkatalah jujur kepadaku,’ sergah Panglima.
Lalu keduanya ditahan kerenanya.
Panglimapun bertanya tentang rumah keduanya. Di saat dia pergi dan sampai di rumah kedunya, dia tidak mendapati selain harta dan buku-buku di rak. Pada saat dia mengangkat tikar, dia menemukan lorong yang menghantarkan ke kamar Nabi r yang mulia. Manusiapun terkejut. Setelah keduanya dipukuli, keduanya mengaku sebagai penggali kubur milik raja-raja Nasrani, dan sebelum keduanya sampai di kuburan terjadi goncangan di bumi. Panglima Nuruddin Zankiy pun membunuh keduanya di Kamar Nabi r yang mulia. Kemudian beliau perintahkan untuk membangun tembok disekitar Kubur yang mulia yang terbuat dari tembok timah tebal agar tidak ada seorangpun yang berani berbuat lancang lagi dengan menggunakan cara tersebut.
Usaha keempat:
Sejumlah orang-orang Nasrani mencuri dan merampok kafilah jam’ah haji. Kemudian mereka bertekad untuk menggali kubur Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam . Mereka berbicara dan terang-terangan dengan niat mereka, kemudian mereka menyeberangi laut menuju Madinah. Kemudian Allah I menolak serangan mereka dengan kapal yang telah disiapkan dari Mesir al-Iskandariyah yang mengikuti mereka, kemudian menangkap mereka semuanya, kemudian menawan dan membagi-bagi mereka di negeri kaum muslimin.
Usaha kelima:
Usaha yang dilakukan dengan niat untuk menggali kubur Abu Bakar dan Umar d. Itu terjadi di pertengahan abad ke tujuh hijriyah. Sejumlah orang yang mencapai 40 orang laki-laki bertujuan untuk menggali kubur di malam hari, kemudian bumipun terbelah dan menelan mereka.
Hal ini diceritakan oleh pelayan al-Haram an-Nabawy pada saat itu. Dia adalah Shawwab, as-Syamsu al-Malthiy. (AR)*
Foot Note:
[1]Pada tahun 358 H, orang-orang Rafidhah ‘Ubaidiy menguasai Mesir, mereka itu adalah satu kelompok yang mengaku cinta kepada Ahlul Bait. Di antara pemimpin mereka yang paling menonjol adalah al-Hakim Biamrillah yang mengaku sebagai Tuhan, dan dia mendakwahkan pendapat reinkarnasi arwah. Kekuasaan negeri itu berakhir pada tahun 568 H
Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi
Sumber: Majalah Qiblati Edisi 6 th.IV

Minggu, 09 Desember 2012

Hajar Aswad, Petunjuk Astronomi Keberadaan Makkah ?



Ada satu pertanyaan yang mengelitik…
Mengapa Nabi Ibrahim, memilih Makkah sebagai tempat berdirinya Ka’bah ?
Akan ada banyak jawaban…
Namun jawaban yang paling umum adalah, Kota Makkah adalah tempat awal peradaban manusia, sehingga disebut juga  Ummul Qura atau Ibu Negeri (QS.42:7). Dan disanalah mula-mula tempat peribadatan didirikan (QS.3:96).
Makkah—juga disebut Bakkah—tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu, terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan.
Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas). Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk ‘bukit’.
Dan bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi. (Sumber : Kota Makkah, dan Penemuan Geologi).
Jawaban atas alasan dipilihnya kota Makkah, sebagaimana tersebut di atas, bagi seorang Pencari Ilmu belumlah cukup. Dan muncul pertanyaan baru…
Darimana Nabi Ibrahim tahu, kalau tempat ia membangun Ka’bah dulunya adalah tempat awal peradaban manusia ? Bukankah ketika beliau mendirikan Ka’bah, tempat itu merupakan tempat tak bertuan dan gersang ?
Bahkan selepas Bencana Nabi Nuh, Kota Makkah (Bakkah) sempat menghilang keberadaannya. Tempat yang dipercaya sebagai lokasi paling tepat bagi waktu dunia, bahkan berdasarkan penelitian Geologimerupakan Pusat Hemisphere Pangea, selama ribuan tahun tidak diketahui rimbanya.
Sekitar 30 tahun yang lalu, seorang Cendikiawan Muslim, Ustadz Nazwar Syamsu mencoba menjawab pertayaan itu.
Melalui serial bukunya “Tauhid dan Logika“, beliau menyatakan penemuan kembali Kota Makkah, tidaklah bisa dilepaskan dengan keberadaan Batu Astronomi (Meteor) “Hajar Aswad”.
Beliau menulis…
“Kepada Ibrahim dikirim ALLAH sebuah meteor yang jatuh tepat di titik putaran utara Bumi dulu. Meteor itu kini tampak jelas di Ka’bah dan dinamakan orang dengan Hajar Aswad atau Batu Hitam, karena memang warnanya hitam, sengaja ditempatkan Nabi Ibrahim demikian, agar pada waktu kemudiannya tidak timbul syak wasangka, bahwa penempatan Ka’bah demikian hanya menurut kemauan Ibrahim sendiri.” (Sumber : Al Qur’an tentang Shalat Puasa dan Waktu, Serial Tauhid dan Logika, Tulisan Nazwar Syamsu)
Untuk dipahami, mencium Batu Hajar Aswad, bukan saja mengikuti Sunnah Rasulullah, akan tetapi bisa juga kita maknai, sebagai bentuk rasa syukur kita, atas ditemukan kembali keberadaan Kota Makkah, oleh Nabi Ibrahim ‘Alahi Salam.
WaLlahu a’lamu bishshawab

Sejarah Awal Mula Umat Muslim di China



Orang China mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti ‘agama yang murni’. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran ‘Ma-hia-wu’ (Nabi Muhammad SAW).
Sejarah Masuknya Islam di China
Ajaran Islam pertama kali tiba di China pada sekitar tahun 615 M. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa’ad bin Abi Waqqash untuk membawa ajaran Illahi ke daratan China (Konon, Sa’ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M, dan kuburannya dikenal sebagai Geys’ Mazars).
Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar ini, kemudian memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Kanton, yang merupakan masjid pertama di daratan Cina.
Ketika Dinasti Tang berkuasa, China tengah mencapai masa keemasan, sehingga dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.
Di dalam kitab sejarah Cina, yang berjudul Chiu T’hang Shu diceritakan Cina pernah mendapat kunjungan diplomatik dari orang-orang Ta Shih (Arab). Orang-orang Ta Shih ini, merupakan duta dari Tan mi mo ni’ (Amirul Mukminin), yang ke-3 (Khalifah Utsman bin Affan).
Sementara itu, Buya HAMKA didalam bukunya Sejarah Umat Islam menulis, pada tahun 674M-675M, Cina kedatangan salah seorang sahabat Rasulullah, Muawiyah bin Abu Sufyan (Dinasti Umayyah), bahkan disebutkan setelah kunjungan ke negeri Cina, Muawiyah melakukan observasi di tanah Jawa, yaitu dengan mendatangi kerajaanKalingga.
Berdasarkan catatan, diperoleh informasi, pada masa Dinasti Umayyah ada 17 duta muslim datang ke China, sementara di masa Dinasti Abbasiyah dikirim sebanyak 18 duta.
Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di China adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang China yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi.
Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.
Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di China. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara China dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut.
Orang-orang Bukhara itu lalu menetap di daerah antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias ‘So-Fei Er’, yang kemudian dikenal sebagai `bapak’ komunitas Muslim di China.
Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di China semakin besar. Mongol, sebagai minoritas di China, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi China Han. Sehingga pengaruh umat Islam di China semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.
Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq (Sumber : Sejarah Islam di Negeri Tirai Bambu ).
Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, ada lagi Lan Yu Who, sekitar tahun 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Selain itu, di masa Kaisar Yong Le (Zhu Di) muncul seorang pelaut Muslim yang handal, yang bernamaLaksamana Cheng Ho.

Rasulullah, tidak Berpolitik



Ada yang berpendapat, Nabi Muhammad adalah seorang ahli politik.
Dan dengan ilmu politik yang dimilikinya, beliau bisa menjadi seorang penguasa, yang menjadikan jalan baginya, dalam menyiarkan Islam.
Akan tetapi, setelah dikaji lebih mendalam, pendapat itu sangat keliru,
bahkan, di dalam sejarah hidupnya, beliau pernah menolak untuk berpolitik.
.
.
Sejarah Politik
Politik adalah berasal dari bahasa Yunani Kuno, pada sekitar tahun 400 SM. Politik berasal dari kata Polis, yang berarti negara. Akan tetapi yang dimaksud negara pada saat itu, masih berupa kota, dengan demikian yang dimaksud negara pada karya-karya pemikir Yunani saat itu, masih dalam ruang lingkup terbatas, yakni sebuah kota.
Di masa itu, pemikir-pemikir Yunani Kuno memunculkan karya-karya yang monumental diantaranya Socrates, Plato dan Aristoteles. Plato sebagai salah seorang murid utama Socrates, memunculkan karya politik yang berjudul Republik, yang merupakan pengungkapan gambaran suatu negara yang ideal.
Pemikiran-pemikiran kenegaraan dari Socrates, Plato dan Aristoteles pada kala itu, dimotivasi atas munculnya pemikiran kaum Sofist di masyarakat Yunani Kuno ketika itu. Kaum Sofist adalah suatu kaum yang lebih mementingkan diri sendiri daripada masyarakat banyak. Menurut mereka hukum itu adalah hak dari yang terkuat, yang dapat dipaksakan kepada orang lain demi kepentingan pribadi belaka. Dari hasil tukar pikiran dengan kaum Sofist, bermunculan karya-karya Plato, seperti Republik (Politea/Negara), Politikos (Negarawan) dan Nomoi (Undang-undang).
Pemikiran seorang Plato, yang didasarkan kepada ra’yu (logika) ternyata sudah lepas landas dari bimbingan Taurat.Membangun negara yang ideal menurut logika seorang Plato, tidak didasarkan kepada Petunjuk Ilahi, sehingga memiliki berbagai kelemahan dalam menata masyarakat manusia. Dan saat ini, ilmu Politik yang disumbangkan Plato, telah berkembang menjadi ilmu yang mempelajari kekuasaan dalam masyarakat.

Teladan Rasulullah
Ketika para pembesar Quraisy menawarkan kekuasaan pada Muhammad SAW, dengan syarat beliau mau menghentikan dakwahnya. Demi tugas menyebarkan risalah yang diembannya, Rasulullah SAW menolak tawaran itu.
Kalau saja, pada saat itu Rasulullah SAW mau sedikit ‘berpolitik’ dan memanfaatkan kekuasaan yang diperolehnya untuk menyiarkan dakwah Islam, bisa jadi perjuangannya tidak akan seperti yang sudah terukir dalam sejarah. Bisa jadi perjuangannya lebih mudah dan ringan.
Namun, Rasulullah SAW tidak mau ambil tindakan yang instant, lewat jalur politik atau kekuasaan. Beliau lebih mengutamakan jalur Siyasah, dengan memunculkan karya unggulan, yang kemudian jadi suri teladan bagi pengikutnya.
Kisah keteladanan Rasulullah SAW ini dapat dibaca dalam QS. Al Ahzab ayat 21,
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”
Rasulullah SAW lebih memilih jalan yang berliku dan terjal, jalan yang penuh tetesan darah dan air mata. Jalan yang diridai Allah SWT, bukan jalan yang semata bertujuan membangun kekuasaan, yang bersifat sesaat dan fana.
Terbukti langkah yang diambil Rasullah SAW ini berhasil. Kepeloporan Rasulullah SAW, yang kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, melahirkan masa kejayaan umat Islam selama 7 abad. Satu masa kejayaan yang tidak singkat dan itu hanya dapat terjadi karena langkah benar yang diambil oleh Rasulullah SAW.
.
Bagaimana dengan diri kita?
Apakah kita sudah memilih jalur yang lebih sulit tetapi benar dan lurus untuk mencapai tujuan kita?
Mungkin ada banyak jawaban dan pemikiran. Namun satu hal yang mesti kita ingat dan rasanya siapapun juga tahu pepatah ini.Segala sesuatu yang didapatkan dengan mudah, biasanya mudah pula hilangnya. Sebaliknya segala sesuatu yang diperoleh dengan susah payah, penuh perjuangan, biasanya akan bertahan lama, kokoh mengakar karena kuatnya perjuangan untuk mendapatkannya.
Rasanya tidak berlebihan kalau kita mengikuti pepatah tersebut, untuk apa saja yang kita lakukan dan kita inginkan. Mendapatkan sesuatu dengan cepat dan instanst boleh-boleh saja, tapi pastikan kita memperolehnya melalui jalan yang benar. Karena kalau tidak, biasanya akan menimbulkan penyesalan yang berkepanjangan.

Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam



Banyak Arkeologi bingung, mengapa Sphinx di Mesir menghadap ke arah barat daya (Southwest).
Padahal sudah kita pahami bersama, berdasarkan penelitian catatan-catatan mengenai Mesir kuno, melalui gambar-gambar yang terdapat pada piramid dan sphinx, diketahui bahwa penguasa yang membangun benda-benda itu, mendewakan Matahari.
Oleh karenanya, apabila kita imaginasikan wajah Sphinx menghadap ke arah ufuk timur, tempat terbitnya matahari, secara mengejutkan diperoleh fakta bahwa Mekkah ternyata berada di wilayah kutub utara.
Apa makna semua ini ?
Seorang cendikiawan muslim, ustadz Nazwar Syamsu menduga, pergeseran posisi menghadap pada Sphinx erat kaitannya dengan bencana maha dahsyat ribuan tahun yang silam, yang kita kenal sebagai bencana banjir Nuh (Sumber : Yuwie.Com).
Hal ini juga didukung oleh informasi Al Qur’an, yang menceritakan posisi Bakkah (Mekkah), berada di wilayah Utara (QS. Nuh (71) ayat 14), sebelum peristiwa bencana Nuh (Sumber : Sains dan Dakwah).
Sphinx, adalah patung singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerajaan Firaun ke-4 yaitu Khafre.
Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.
Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx,jika dibandingkan dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya, sama sekali berbedaSphinx diperkirakan dibangun di masa yang lebih purba.
Dalam bukunya “Ular Angkasa“, John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal.
Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam “Ilmu Pengetahuan Kudus” menunjukkan: pada tahun 11.000 SMMesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, hal ini bisa terlihat, pada bagian badan Sphinx yang jelas sekali ada bekas erosi. Diperkirakan akibat dari banjir dahsyat di tahun 11.000 SM.
Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin.
Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10.000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian.
Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Dan bisa terlihat, pada tulisan berbentuk gajah dan prasasti peninggalan kerajaan kuno, dimana tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi, separah Sphinx.
Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandanganWasheth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, dan jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.
Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.
Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkanpiramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.
Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang.
Temuan ahli arkeologi, berkenaan dengan Sphinx nampaknya sejalan dengan temuan Geologi, yang memperkirakan pada sekitarmasa 11.000 SM, pernah terjadi banjir global yang melanda bumi. (Sumber : Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia ).
Peristiwa banjir global inilah, yang menurut Ustadz H.M. Nur Abdurrahman, sebagai banjir di era Nabi Nuh. Yang sangat luar biasa, dan memusnahkan seluruh peradaban ketika itu, dan yang tersisa adalah mereka yang meyakini Syariat Allah, melalui utusanNya Nabi Nuh As.