| Mera Naam Joker: Kebangkitan islam
Tampilkan postingan dengan label Kebangkitan islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebangkitan islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

11 Peristiwa dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Ramadan




Bulan Ramadhan tidak sebatas sebagai bulan suci bagi umat Muslim. Dalam sejarah Islam, sejumlah peristiwa besar yang sangat menentukan dan bermakna bagi umat Muslim terjadi di bulan ini. Sedikitnya, ada 11 peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, baik klasik ataupun modern. Apa sajakah peristiwa-peristiwa tersebut?

Berikut 11 Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Ramadhan.

1. Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka'bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain:
  • Pertama, gencatan senjata selama sepuluh tahun
  • Kedua, orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.
  • Ketiga, bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.
  • Keempat, orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.
  • Kelima, orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,
  • keenam, kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.
Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah.

2. Bulan Diturunkan Alquran

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Alquran: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)..." (QS Al Baqarah: 185)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Allah SWT memuji Ramadan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-quran yang agung". Sebagaimana Allah mengkhususkan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Alquran, sesungguhnya telah disebutkan oleh hadits bahwa pada bulan Ramadhan pula kitab Allah lainnya diturunkan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya meriwayatkan: "Lembaran-lembaran (shuhuf) Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadan, dan kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadan, sedang Alquran diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.” (HR. Ahmad dalam Musnad, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1575)

3. Peristiwa Perang Badar

Pada hari Jumat 2 Ramadhan tahun ke-2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Makkah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut.

Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan. Sisanya melarikan diri.

Perang ini adalah suatu yang luar biasa ketika tentara Islam yang kurang jumlah, lemah dari sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadan memenangkan pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keridhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keridhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan.

"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya" (QS Al-Imran:123)

4. Islam Masuk ke Yaman

Yaman terletak di selatan semenanjung tanah Arab. Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun ke-10 hijrah.

5. Khalid bin Walid Meruntuhkan Berhala Al ‘uzza

Setelah umat Islam membebaskan kota Makkah, Nabi Muhammad saw menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka'bah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke-9 H, Rasulullah mengirim Khalid bin Walid untuk memusnahkan patung al 'Uzza di Nakhla. Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, al 'Uzza adalah patung dewi terbesar di daerah tersebut. Khalid bin Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke Nakhla lalu menghancurkan patung al 'Uzza. Setelah itu, penyembahan patung pun berakhir.

6. Penyerahan Kota Taif

Kota Taif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad saw saat berdakwah di sana. Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad.

Nabi muhammad dan tentara Islam lalu maju ke Taif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thaqif datang ke Makkah di bulan Ramadan tahun ke-9 H dengan menyerahkan kota Taif sebagai tanda menyerah.


7. Pembebasan Andalusia (Spanyol)

Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Liberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 M. Pada 28 Ramadan tahun ke-92 H, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan Andalus. 

Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa. Setelah pasukan Islam mendarat, Tariq membakar kapal-kapal tentara Islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur. Akhirnya pasukan Tariq berhasil menguasai Andalus dan menyelamatkan rakyat Andalus yang dizalimi. Islam bertapak di Andalus selama delapan abad.

8. Peperangan Zallaqah di Portugal

Peristiwa ini terjadi setelah subuh hari Jumat, bulan Ramadan tahun 459 H. Ketika itu, terjadi kebangkitan dinasti Murabit di Afrika Utara. Gubernur Cordova, Al Muktamin meminta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin untuk memerangi Alfonso VI. 

Tentara yang dipimpin oleh Alfonso VI yang berjumlah 80.000 tentara berhasil dikalahkan. Dalam waktu yang singkat Sultan Yusuf berhasil menguasai seluruh Spanyol dan menyelamatkan umat Islam. Setelah itu, Dinasti Murabit di Spanyol berdiri sejak 1090 sampai 1147 M.

9. Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol

Pada tahun 126 sampai 1405 M, kaum Mongol melebarkan penaklukannya hampir semua benua Asia. Menurut sejarah, kekaisaran penaklukan mereka seluas 33 juta kilometer persegi. Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh lebih sejuta rakyat negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka menjangkau sampai ke Moscow dan Kiev.

Pada tahun 1258, tentara pimpinan jenderal Hulagu Khan menyerbu kota Baghdad yang menjadi kemegahan Dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, banyak umat Islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana Islam dibuang ke dalam Sungai Eufrat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam karena tinta. Pada 15 Ramadan 658 H bersamaan 1260 M, tentara Islam bangkit membuat serangan balas. Tentara Islam dan para ulama pimpinan Sultan Qutuz dari dinasti Mamluk, Mesir menyerbu ke Palestina setelah Mongol menguasainya. Kedua pihak bertemu di Ain jalut. Terjadilah Perang Ain Jalut.

Dalam pertempuran itu, tentara Islam meraih kemenangan dan berhasil menawan Kitbuqa Noyen, penasihat Hulagu Khan yang menasihatinya untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa saat Mongol yang terkenal dengan kekerasan akhirnya kalah pada tentara Islam.

10. Peperangan Yakhliz

Pada 15 Ramadan 1294 H, tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34.000 anggota mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh pemerintah Tzar di Rusia.

11. Direbutnya Garis Bar Lev, Israel

Dalam sejarah modern, terjadi Perang Yom Kippur yang melibatkan tentara Islam (Mesir dan Syria) dengan tentara Israel pada 10 Ramadan 1390 H bertepatan dengan 6 0ktober sampai 22 atau 24 Oktober 1973 M. Perang Yom Kippur, juga dikenal sebagai perang Arab-Israel 1973, Perang Oktober, dan Perang Ramadan.

Ia adalah bagian dari konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948. Pada bulan Juni 1967, terjadi perang enam hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Yordania. Dalam pertempuran itu, Israel berhasil menduduki bukit Golan, Syria, di utara dan semenanjung Sinai, Mesir, di selatan hingga ke kanal Suez. Setelah itu, Israel membangun barisan pertahanan di Sinai dan bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel mengalokasikan USD 500 juta untuk membangun benteng dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev, mengambil nama jenderal Israel, Haim Ber Lev.

Tentara Islam berhasil merebut benteng itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam perang ini adalah peran seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid kota Suez, Syeikh Hafiz Salamah yang memimpin peperangan.

Kamis, 22 Desember 2011

mayat-mayat (syuhada) Taliban dibandingkan mayat pasukan asing

leh: Doctor Muhammad Andar

Komite Palang Merah Amerika telah mengeluarkan laporan dalam laman web-nya mengenai mayat-mayat (syuhada) Taliban dibandingkan mayat pasukan asing. Komite tersebut yang memiliki tugas mengambil dan mengubur mayat di provinsi Mazar Sharif Afghanistan, menunjukkan keheranannya mengapa tubuh mayat Taliban tidak rusak maupun mengeluarkan bau busuk?! Laporan tersebut mengatakan bahwa investigator awalnya mengira bahwa karena cuaca dinginlah adanya fenomena itu, hanya saja teori tersebut hancur berkeping-keping karena tubuh pasukan dari sekutu utara yang tergeletak di area yang sama telah rusak dan mengeluarkan bau yang menjijikkan.
Laporan tersebut terus menyatakan bahwa mereka ingin melakukan penelitian tentang makanan yang dimakan oleh pejuang Taliban! Para peneliti juga ingin mencari tahu apakah adanya korelasi antara makanan dan darah karena darahnya beberapa Taliban tetap hangat walau setelah kematiannya!
(Sumber: Al-Misryoon, Ana Muslim dan beberapa website lainnya)
Adalah hadiah dari Allah SWT apabila musuh mengakui didepan teman-temannya mengenai mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada Taliban karena pembantaian pasukan salib. Harus dikemukakan bahwa jika semua peneliti maupun ilmuan biologi di planet ini mau bergabung dan meneliti seumur hidupnya, mereka tidak akan pernah menemukan jawabannya terhadap kasus yang membingungkan ini. Tanpa kita ketahui, bisa jadi mereka malah mencoba untuk menemukan tubuh Ibrahim AS yang penuh berkah dan mempelajari struktur biologinya sehingga mereka bisa membuat baju anti api untuk para prajuritnya.
Teringat pidato dari ulama terkenal (Ustaz Yasir) pada saat pemakaman komandan terbaik dari Emirat Islam, Syahid Mullah Abdul Manaan Ahmad rahimullah: “Di sini saya akan memberikan sedikit contoh yang dapat dimengerti semua orang dan tidak ada yang bisa mengingkari tentang kenapa Taliban adalah di sisi yang benar dan rezim Kabul di sisi yang bathil; Kenapa mayat kami tidak rusak dan mengeluarkan bau busuk sedangkan mayatnya oposisi kami membusuk dan baunya sangat menyengat?!”
Berhubung aroma dari syahid Mullah Abdul Manaan terus-terusan semerbak, ustad yang disegani itupun menambahkan:”Saya tantang semua orang untuk datang! Mari ambil satu mayat dari sisi kami dan satu dari sisi musuh yang terbunuh pada saat bersamaan dan oleh senjata yang sama. Kita akan meninggalkan mereka dalam kondisi fisik dan kimia yang sama. Lalu mari kita perhatikan, bahwa mayat dari sisi kami mewangi seperti misik dan tampa lebih indah dan mayat lainnya menggembung dan mulai rusak dan baunya busuk! Sekarang biarkan spesialis dunia dalam bidang sains dan kimia menginvestigasi dan temukan alasannya”
Kita juga jangan lupakan salah satu factor desersi dalam pasukan Kabul adalah karena mukjizat yang ditunjukkan melalui para syuhada Taliban. Satu kelompok prajurit ANA di provinsi Nangarhar, distrik Ghani Khel yang meninggalkan tugasnya memberitahukan alas an dari desersi mereka yaitu: “Satu ketika kita bertarung hadap-hadapan dengan Taliban di provinsi Kandahar,  Taliban mundur sedangkan mayat dari sisi kami dan mereka tergeletak di medan perang. Lalu kami diperintahkan untuk berdiam di area tersebut pada malam hari. Waktu pun berlalu, mayat kami mulai rusak dan mengeluarkan bau sangat menyengat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Di sisi lain, mayat Taliban mulai mengeluarkan bau yang asing tapi harum dan indah. Saat itu juga, teman-teman kami meninggalkan mayat temannya dan duduk disebelah mayat syuhada Taliban”. Prajurit itu menambahkan: “Jadi pada pagi harinya, aku dan teman2ku packing barang-barang pribadi kami dan meninggalkan semuanya, padahal tinggal dua atau tiga hari lagi mendapatkan gaji dan pulang!!”
Satu buku tentang mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada dalam jihad melawan soviet telah dirangkum oleh ulama syahid terkenal Syekh Abdullah Azzam rahimullah dalam sebuah judul “Ayat ar Rahmaan fi Jihad al Afghan” yang dalamnya ratusan insiden telah disampaikan. Jadi semoga Allah memberikan ulama zaman ini keteguhan untuk menyisingkan lengan bajunya dan menulis tentang mukjizat-mukjizat yang ditampakkan dalam medan perang dan oleh para syuhada dalam jihad saat ini, sehingga manusia dapat membedakan antara kebenaran dan kebathilan dan akhirnya akan bergabung dengan kebenaran.
AKhir kata, saya memohon dengan sangat kepada seluruh pembaca agar dengan ikhlas mendoakan saya untuk dapat melaksanakan jihad dan pada akhirnya mendapatkan karunia sebagai syuhada, sebuah status yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diimpikan oleh beliau.
Imarah Islam Afghanistan

Sabtu, 15 Januari 2011

PERANAN WANITA DAN KEBANGKITAN UMMAT ISLAM MASA KINI,




Pertanyaan:
Apakah benar ada masa kebangkitan bagi ummat Islam?
Jika ada, bagaimana peranan wanita dalam Islam secara umum dan pandangan terhadap wanita karier, dan bagi yang berpendidikan tinggi pada khususnya?
Jawab:
Tidak dapat diragukan lagi, bahwa kita hidup dalam era kebangkitan Islam, setelah sekian lama kaum Muslimin berada dalam keadaan tidak sadar dan lelap dalam tidurnya yang berkepanjangan, seperti halnya kaum Kahfi, dimana musuh-musuh mereka mengintervensi dari Barat, Timur, Selatan dan Utara. Kemudian menjajah dan menguasainya, sehingga dengan mudah menjatuhkan mereka dari agamanya, yaitu Islam. Lalu diganti secara paksa peraturan-peraturan baru, hukum-hukum baru, baik dalam masalah politik maupun sosial.
Hal-hal yang demikian itu terjadi pada saat kaum Muslimin dalam keadaan tidak sadar. Kemudian berkat perjuangan ahli-ahli fiqih dan dakwah, maka terjadilah pembaruan untuk membangun pusat dakwah Islamiah dan perorangan di mana-mana.
Dengan takdir Allah, maka terjadilah kebangkitan ummat Islam. Hal ini sudah biasa bagi ummat Islam dan sesuai dengan sifatnya, bahwa ummat Islam tidak mungkin mati selamanya, tanpa bangkit kembali. Karenanya, agama yang hidup mengharuskan ummatnya hidup; dan Allah swt. dalam setiap masa selalu mengangkat seseorang, untuk membawa keharuman agama bagi ummatnya.
Dalam setiap masa selalu timbul di tengah-tengah ummat Islam, orang-orang yang membela kebenaran, walau bahaya menentangnya, sampai datangnya hari Kiamat. Maka dari itu, keluarlah suara-suara untuk mengajak bagi ditegakkannya kebenaran dan dipraktekkannya agama Islam secara utuh serta pembaruan, sebagaimana dapat dirasakan seperti sekarang ini.
Sebenarnya, kebangkitan ini meliputi semua aspek. Sebagian orang mengira di saat permulaan hanya suara saja yang timbul, disebabkan oleh perasaan dan semangat. Sementara kenyataan menjadi sebaliknya, setiap waktu bertambah kuat semangat yang menyala, perasaan yang hidup dalam kesadaran pada agama tersebut, dan kebangkitan berdasarkan pikiran yang sehat, setelah lama hidup jauh dari kemurnian dan kebenarannya. Sadar akan akibat dan keadilannya di segala bidang.
Sungguh telah berubah semua perasaan dan simpatik, yang dulunya di bawah naungan gerakan Nasionalisme dan Sosialisme, serta lain-lainnya, dari aliran yang bertentangaan dengan agama. Maka, pikiran-pikiran yang semula dipengaruhi oleh paham-paham yang bukan bersumber pada Islam, karena belum paham terhadap Islam, sekarang ini mereka sadar akan kebenaran dan kemurnian dari ajaran Islam. Mereka paham bahwa Islam itu bukan ibadat saja, tetapi menyangkut segi akidah, akhlak yang luhur, muamalah (jual-beli) yang baik, dan hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah. Bahkan Islam itu adalah amanat dan risalah yang dapat mengatur kehidupan manusia sebelum lahirnya manusia, sesudah lahir, ketika masih berupa janin, di waktu hidup dan ketika mati. Begitu juga di waktu bangkit kembali.
Kebangkitan ini termasuk kebangkitan berpikir. Kita telah melihat buku-buku yang telah ditulis oleh ahli-ahli pikir
dan penulis-penulis terkenal. Di mana-mana, terutama di perpustakaan, penuh dengan bermacam-macam buku yang dibaca para generasi muda Islam, mulai dari yang berpendidikan rendah sampai yang berpendidikan tinggi, mereka mempelajarinya secara mendalam.

Adapun masa kemunduran dan bekunya pikiran adalah disebabkan oleh banyak hal, diantaranya ialah:
Pada masa itu banyak pikiran-pikiran yang condong dan menganggap harus ikut peradaban Barat di segala bidang.
Tiada jalan bagi kemajuan, kecuali mengambil peradaban Barat secara keseluruhan, baik, buruk, pahit dan manis. Sehingga para simpatisan giat mencari dalil untuk menguatkan kedudukan dan peradaban orang asing; bahkan hal-hal yang tidak sesuai dengan peraturan mereka, dicela dan dianggap tidak sempurna, misalnya dalam masalah talak, riba, poligami dan sebagainya.
Sekarang ini lain halnya, semua masalah dihadapi dengan bahasa ilmiah dan pikiran yang sehat, walaupun mereka dalam masa kemajuan telah mencapai bulan dan dengan mudah manusia dapat menikmati hidup yang mewah, tetapi mereka gagal dalam membina ketenangan jiwanya. Mereka hanya memperhatikan sarana bagi sesuatu, tetapi mereka mengabaikan tujuan luhur dari kehidupan ini, dan itu hanya bisa diarahkan oleh Islam.
MASALAH YANG TIDAK DAPAT DIJAWAB
Peradaban masyarakat Barat tidak dapat menjawab pertanyaan berikut ini: Untuk apakah manusia ini hidup, dari mana dan hendak ke mana mereka pergi?
Peradaban Barat tidak dapat memberi kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia. Maka Islamlah satu-satunya agama alternatif yang dapat mengungkapkan kelemahan dan ketidakmampuan mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan yang menuju ke arah kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Islamlah yang dapat menjawab dan memecahkan semua permasalahan, baik masalah politik, sosial dan lainnya.
PERANAN KAUM INTELEKTUAL
Perhatian akan masalah-masalah Islam tidak saja terbatas kepada orang-orang berusia lanjut, bahkan tampak lebih besar perhatian semangatnya di kalangan para pelajar dan ilmuwannya, baik laki-laki maupun wanita. Mereka giat mempelajari masalah-masalah Islam dan mempraktekkannya di masjid dan tempat-tempat ibadat lainnya yang selalu dipenuhi oleh segenap lapisan ummat Islam.
PERANAN WANITA
Jika kita membaca Al-Qur’an, maka dapat kita ketahui bahwa penciptaan Nabi Adam as. bersamaan dengan ibu Hawa, yang berfungsi sebagai istri dan kawan hidup beliau.
Kita mengetahui kisah istri Fir’aun, yang dapat mencegah Fir’aun dalam niatnya untuk membunuh Nabi Musa as. Sebagaimana tercantum dalam firman Allah swt.:
“Dan berkatalah istri Fir’aun, ‘(Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut menjadi anak, sedangkan mereka tidak menyadari.” (Q.s. Al-Qashash: 9).
Kita simak kisah dimana ada dua wanita di kota Madyan, keduanya putri Asy-Syekh Al-Kabir, yang diberi air minum oleh Nabi Musa as. Kemudian kedua wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya, supaya memberi pekerjaan kepada Nabi Musa as. karena beliau memiliki amanat (dapat dipercaya) dan fisiknya kuat. Sebagaimana yang tertera dalam firman Allah swt.:
“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai Bapakku, ambillah dia sebagai orang yang bekerja (kepada kita), karena sesungguhnya orang yang terbaik, yang kamu ambil untuk bekerja (kepada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya’.” (Q.s. Al-Qashash: 26).
Kita simak lagi kisah ratu Balqis di negeri Yaman, yang terkenal adil dan memiliki jiwa demokrasi. Ratu ini setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman as. yang isinya seruan untuk taat kepada Allah dan menyembah kepada-Nya, lalu dia meminta pendapat kepada kaumnya dan bermusyawarah untuk mengambil sebuah putusan bersama.
Firman Allah swt.:
“Berkata dia (Balqis), ‘Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).’
Mereka menjawab, ‘Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang luar hiasa (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah yang akan kamu perintahkan’.” (Q.s. An-Naml: 32-3).
Kemudian dia berkata, sebagaimana yang telah difirmankan Allah swt.:
“Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang terhormat jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.” (Q.s. An-Naml: 34).
Kesimpulan dari pendapat ratu tersebut ialah bahwa penguasa-penguasa di dunia ini jika mereka hendak menguasai suatu negeri, maka mereka akan merusak dua hal, yaitu merusak negara dan moral penduduknya.
Oleh karena itu, di dalam Al-Qur’an telah disebutkan nama-nama wanita selain wanita-wanita yang tersebut di atas, yang ada hubungannya dengan kisahnya masing-masing. Misalnya, ibu Nabi Isa as, Maryam Al-Batul.
PERANAN WANITA PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW.
Adapun peranan wanita pada masa hidupnya Nabi Muhammad saw. yang kita kenal ialah yang memelihara Nabi saw, yaitu Aminah ibu beliau; yang menyusuinya, Halima As-Sa’diyah; dan yang menjadi hadina (pengasuh) bagi beliau, Ummu Aiman r.a. dari Habasyah.
Nabi saw. telah bersabda, “Bahwa dia adalah ibuku setelah ibuku sendiri.”
Kemudian kita kenal Siti Khadijah binti Khuwailid r.a, wanita pertama yang beriman dan membantunya, Siti Aisyah, Ummu Salamah, dan lain-lainnya, dari Ummahaatul Mukmtniin (ibu dari kaum Mukmin), istri-istri Nabi, dan istri-istri para sahabat Rasulullah saw.
AKTIVITAS WANITA MASA KINI
Sebenarnya, usaha (kiprah) kaum wanita cukup luas meliputi berbagai bidang, terutama yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yang diselaraskan dengan Islam, dalam segi akidah, akhlak dan masalah yang tidak menyimpang dari apa yang sudah digariskan atau ditetapkan oleh Islam.
Wanita Muslimat mempunyai kewajiban untuk memperkuat hubungannya dengan Allah dan menyucikan pikiran serta wataknya dari sisa-sisa pengaruh pikiran Barat.
Harus mengetahui cara menangkis serangan-serangan kebatilan dan syubuhat terhadap Islam.
Harus diketahui dan disadari hal-hal yang melatarbelakanginya, mengapa dia harus menerima separuh dari bagian yang diterima oleh kaum laki-laki dalam masalah hak waris? Mengapa saksi seorang wanita itu dianggap separuh dari laki-laki? Juga harus memahami hakikatnya, sehingga iman dan Islamnya bersih, tiada keraguan lagi yang menyelimuti benak dan pikirannya.
Dia harus menjalankan secara keseluruhan mengenai akhlak dan perilakunya, sesuai dengan yang dikehendaki oleh Islam. Tidak boleh terpengaruh oleh sikap dan perilaku wanita non-Muslim atau berpaham Barat. Karena mereka bebas dari pikiran dan peraturan-peraturan sebagaimana yang ada pada agama Islam. Mereka tidak terikat pada perkara halal dan haram, baik dan buruk.
Banyak diantara kaum wanita yang meniru mereka secara buta, misalnya memanjangkan kuku yang menyerupai binatang buas, pakaian mini, tipis (transparan), atau setengah telanjang, dan sebagainya. Cara yang demikian itu adalah meniru orang yang buta akan hal-hal terlarang.
Nabi saw. telah bersabda:
“Janganlah kamu menjadi orang yang tidak mempunyai pendirian dan berkata, ‘Aku ikut saja seperti orang-orang itu. Jika mereka baik, aku pun baik; jika mereka jahat, aku pun jadi jahat.’ Tetapi teguhkan hatimu dengan keputusan bahwa jika orang-orang melakukan kebaikan, maka aku akan mengerjakannya; dan jika orang-orang melakukan kejahatan, maka aku tidak akan mengerjakan.”
PERANAN WANITA DALAM KELUARGANYA
Di dalam Al-Qur’an telah ditetapkan, semua penetapan dan perintah ditujukan kepada kedua pihak, laki-laki dan wanita, kecuali yang khusus bagi salah satu dari keduanya. Maka, kewajiban bagi kaum wanita di dalam keluarganya ialah menjalankan apa yang diwajibkan baginya.
Jika dia sebagai anak, kemudian kedua orangtuanya atau salah satunya menyimpang dari batas yang telah ditentukan oleh agama, maka dengan cara yang sopan dan bijaksana, dia harus mengajak kedua orangtuanya kembali ke jalan yang baik, yang telah menjadi tujuan agama, disamping tetap menghormati kedua orangtua.
Wajib bagi setiap wanita (para istri), yaitu membantu suaminya dalam menjalankan perintah agama, mencari rezeki yang halal, menerima dan mensyukuri yang dimilikinya dengan penuh kesabaran, dan sebagainya.
Wajib pula bagi setiap ibu, mengajar anak-anaknya taat kepada Allah, yakni dengan menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya, serta taat kepada kedua orangtuanya.
Kewajiban bagi setiap wanita terhadap kawan-kawannya yang seagama, yaitu menganjurkan untuk membersihkan akidah dan tauhidnya dari pengaruh di luar Islam; menjauhi paham-paham yang bersifat merusak dan menghancurkan sendi-sendi Islam dan akhlak yang luhur, yang diterimanya melalui buku, majalah, film, dan sebagainya.
Dengan adanya tindakan-tindakan di luar Islam, yang ditimbulkan oleh sebagian kaum Muslimin terhadap wanita yang kurang bijaksana dan insaf, maka hal inilah yang menyebabkan terpengaruhnya mereka pada peradaban Barat dan paham-pahamnya.
Harus diakui, bahwa hak-hak wanita di sebagian masyarakat Islam belum diberikan secara penuh.
Harus diketahui pula, bahwa suara pertama dari kaum wanita dalam menguatkan dakwah dan risalah Muhammad saw. ialah suara Khadijah binti Khuwailid r.a. kepada Rasulullah saw.:
“Demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakan engkau sama sekali. Sesungguhnya engkau bersilaturrahmi, menghubungi keluarga dan mengangkat beban berat, memberi kepada orang yang tidak punya, menerima dan memberi (menghormati) kepada tamu, serta menolong orang-orang yang menderita.”
Orang pertama yang berperan sebagai syuhada ialah Ummu Amr binti Yasir Ibnu Amar yang bernama Samiah, dia bersama suaminya disiksa, agar mereka keluar dari agama Islam. Tetapi mereka tetap bertahan dan sabar, sehingga dia mati syahid bersama suaminya.
Ketika Rasulullah saw. melintasi mereka, dan melihat mereka dalam keadaan disiksa, lalu Rasulullah saw. berkata kepada mereka, “Sabarlah wahai Al-Yasir, sesungguhnya kita nanti akan bertemu di surga.”
Keterangan:
Artikel ini merupakan artikel lepas yang ditulis oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Dikutip dari Majalah “Al-Ummah,” no. 66, Pebruari 1986, hlm. 40-5. Dimuatnya artikel ini menurut hemat kami amat layak. (Penerjemah).


Kebangkitan Islam akhir zaman

Tuhan telah mengkhabarkan kepada kita melalui lidah Rasul-Nya bahawa Allah telah ‘set’kan satu Jadual Tuhan untuk umat yang datang sesudah wafatnya Nabi akhir zaman. Itulah kasih sayang Allah dan Rasul-Nya kepada umat Islam, yang untuk mereka tidak ada lagi nabi dan rasul. Maka diceritakanlah perkara-perkara yang bakal terjadi sama ada yang positif atau negatif. Dengan mengetahui dan memahami jadual itu, umat Islam terpandu atau terpimpin untuk menghadapi dan mene­rima takdir yang bakal berlaku.


Antara jadual yang dimaksudkan itu ialah:


Rasulullah SAW bersabda:

Maksudnya: “Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagai­ma­na yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengang­kat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekha­lifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (Zaman Fit­nah). Berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah ke­hen­daki. Kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman pe­nin­dasan dan penzaliman (Zaman Diktator) dan berla­ku­lah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekha­lifahan (Imam Mah­di dan Nabi Isa a.s.) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.”  (Riwayat Ahmad)

Demikianlah Tuhan telah siapkan satu grand design untuk umat Rasulullah SAW. Kini, sesudah lebih 1400 tahun ke­wafatan Nabi penutup SAW, sebahagian besar dari jadual atau agenda dalam Hadis di atas sudah berlaku. Melalui Hadis ini, terdapat satu janji Tuhan yang belum berlaku tapi bakal ber­laku tidak lama lagi iaitu Islam akan kembali gemilang seperti Zaman Kenabian di akhir zaman di bawah pimpinan Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s.

Jadual Tuhan yang Telah Berlaku

Telah banyak jadual Tuhan yang terjadi dalam sejarah sama ada yang positif atau negatif. Berikut adalah dua jadual besar positif yang telah pun berlaku.

1. Rom dan Farsi akan jatuh ke tangan Islam
Ketika menggali parit dalam persiapan peperangan Khandaq, Rasulullah telah memberitahu para Sahabat bahawa Rom dan Farsi akan jatuh ke tangan umat Islam.
Rom dan Farsi ketika itu adalah dua super power dunia, bagaikan Amerika dan Rusia (sebelum kejatuhannya dalam tahun 80-an). Dan ternyata Hadis itu terbukti dengan jatuh­nya Romawi Timur dan Farsi ke tangan tentera Islam pada zaman Khalifah Umar Al Khattab. Bahkan jadual ini Tuhan nyatakan dalam firman-Nya:

Maksudnya: “Rom dikalahkan oleh Farsi di tanah ja­jah­an­nya dan mereka (Rom) selepas itu akan menga­lah­­kan Farsi di beberapa tahun kemudian. Sama ada se­be­lum dan selepas, semuanya dalam urusan (jadual) Allah. Ketika (Rom mengalahkan Farsi) orang mukmin bergem­bira dengan pertolongan Allah itu.” (Ar Rum: 2-4)

2. Konstantinopel jatuh ke tangan Islam

Rasulullah SAW bersabda:
Maksudnya: “Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang ketua yang baik lagi beragama, (tenteranya) tidak melampaui batas, tidak mencuri dan (rakyat) tidak menipu dan tidak bergaul bebas.”
(Riwayat Al Imam Abu Hassan Ahmad bin Jaafar) – Dipetik dari kitab Al Uq­dud­­durar fi akhbar Al Muntazar.

Dalam Hadis yang lain, Rasulullah SAW bersabda:

Maksudnya: “Pasti Konstantinopel akan dibuka (ditakluk), dan sebaik-baik ketua adalan ketuanya, dan sebaik-baik tentera adalah tenteranya.”
(Riwayat Ahmad dan Hakim dari Busyr Al Ghanawi)

Para Sahabat dan salafussoleh berlumba-lumba untuk me­re­but janji Tuhan tentang kejatuhan Konstantinopel itu, dengan harapan di tangan merekalah berlaku janji tersebut. Te­tapi mereka gagal sehinggalah 600 tahun sesudah kewa­fatan Rasulullah. Hal ini baru terjadi di tangan Muhammad Al Fateh, keturunan Bani Usman. Lalu dari situlah munculnya Turki Usmaniah yang menjadi empayar kepada tiga benua dengan 29 negara di bawah takluknya. Hingga hari ini kalau kita ke Turki, kita masih dapat saksikan kesan-kesan kege­milangan dan kegagahan Islam yang ditinggalkan itu.

Jadual Tuhan untuk umat Islam akhir zaman

Tuhan telah menyiapkan satu jadual untuk umat akhir zaman. Maka kita sepatutnya berjuang dan berlumba-lumba untuk membuktikannya sebagaimana para Sahabat dahulu. Antara janji-janji Tuhan dalam jadual-Nya untuk zaman ini seperti berikut:

1. Kegemilangan Islam akan berulang di akhir zaman

Dan telah mengeluarkan dari Nuaim daripada Ibnu Mas’ud, beliau berkata bahawa Nabi SAW bersabda:
Maksudnya: “Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keturunanku atau kaum keluargaku, namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebe­lum­nya) ia telah dipenuhi dengan kezaliman.”
(Ri­wa­yat At Tirmizi) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti, Mujaddid kurun ke-9)

2. Kebangkitan Islam akhir zaman akan bermula dari Timur

Sabda Rasulullah SAW:
Maksudnya: Dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata: “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapa kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?”
Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami Akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari sebelah Timur dengan membawa bersama-sama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka menye­rahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan seba­gai­mana ia dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa di antara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi.”
(Riwayat Ibnu Majah) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa, m.s. 71-72)

3. Setiap awal kurun Allah akan datangkan mujaddid (reformer)
Rasulullah SAW bersabda
Maksudnya: Dari Abu Hurairah r.a. katanya bahawa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengu­tus pada umat ini di setiap awal 100 tahun seorang (mujad­did) yang akan memperbaharui urusan agama mereka.”  (Ri­wayat Abu Daud)

4. Imam Mahdi mujaddid dan khalifah akhir zaman

i. Dan telah mengeluarkan dari Nuaim daripada Ibnu Mas’ud, beliau berkata bahawa Nabi SAW bersabda :
Maksudnya: “Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keluargaku, namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) ia telah dipenuhi dengan kezaliman.”
(Riwayat At Tirmizi) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti, Mujaddid kurun ke-9)


ii. Sabda Rasulullah SAW dalam riwayat yang lain:
Dari Abu Nu’aim mengeluarkan dari Abi Said dan Nabi SAW katanya: “Al Mahdi daripada kami Ahlul Bait, seorang lelaki dari umatku, mancung hidungnya. Dia memenuhi bumi dengan keadilan sepertimana ia di­penuhi ke­zaliman.”


iii. Sabda Rasulullah SAW lagi:
Dan telah mengeluarkan Abu Na’im dan Al Khatib dalam Talkhis Al Mutasyabih dari Ibnu Umar katanya sabda Rasulullah SAW: “Akan keluar Al Mahdi dan di atas kepalanya malaikat yang menyeru: Inilah Al Mahdi dan ikutilah dia.”

5. Putera Bani Tamim dari Timur pemegang panji-panji Imam Mahdi

Dikeluarkan oleh Tabrani dalam Al Ausat:

Maksudnya: Dari Ibnu Umar bahawa Nabi SAW telah memegang tangan Sayidina Ali dan bersabda:
“Akan keluar dari sulbi ini, seorang pemuda yang akan meme­nuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu maka wajiblah bagi kamu bersama (yakni dengan mencarinya) Pe­muda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi.”
(Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

6. Jemaah kebenaran pimpinan Putera Bani Tamim men­dapat kemenangan di Timur dan merintis jalan untuk Imam Mahdi.

i. Rasulullah SAW bersabda:
Maksudnya: “Akan sentiasa ada toifah di kalangan umatku yang menzahirkan kebenaran, mereka tidak akan dirosakkan oleh penentang mereka hinggalah da­tang­nya ketentuan Allah (Kiamat).”  (Riwayat Muslim)

ii. Sabda Nabi SAW, dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Abu Nuaim:
Maksudnya: Daripada Tsauban, telah bersabda Rasu­lullah SAW:
“Akan datang panji-panji hitam dari Timur, hati mereka seperti kepingan besi. Barang siapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah mendatangi mere­ka dan berbai’ahlah kepada mereka walaupun ter­paksa merangkak di atas salji.”   (Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

iii. Dari Ibnu Majah dan Tabrani daripada Abdullah bin Al Haras bin Juzu’ Al Zubaidi telah bersabda Rasulullah SAW:
Maksudnya: “Akan keluarlah manusia dari Timur, mereka itu merintis kekuasaan untuk Al Mahdi.”
(Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

v. Hadis Ibnu Mas‘ud
Maksudnya: Dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata: “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapa kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?”

Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami Akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari sebelah Timur dengan membawa bersama-sama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka me­nye­­rahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabat­ku yang memenuhi bumi dengan keadilan seba­gai­mana ia dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa di antara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi.”  (Riwayat Ibnu Majah) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa, m.s. 71-72)



7. Pengisytiharan Imam Mahdi pimpinan ummah di Mekah
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya ketika zahir Al Mahdi, menyerulah malaikat dari atas kepalanya: “Inilah Al Mahdi sebagai khalifah Allah, maka kamu ikutilah dia.” Seluruh manu­sia tunduk dan patuh kepadanya dan mendapat kasih sayangnya. Sesungguhnya Al Mahdi itu menguasai Timur dan Barat. Dan adapun yang berbai’ah kepadanya antara rukun Al Aswad dan maqam Ibrahim, yang pertama sebanyak bilangan ahli Badar, kemudian Abdal dari Syam mendatanginya, diikuti oleh Nujabak dari Mesir dan Asoib dari Timur. Setelah itu Allah mengutus kepadanya tentera dari Khurasan dengan bendera-bendera (panji-panji) hitam dan mereka menuju ke Syam. Dan Allah menghantar kepadanya 3000 malaikat dan Ashabul Kahfi adalah di antara pembantunya.”
(Al Hadis dari kitab As’afur Raghibin)

Sesuai dengan janji Allah dan bukti-bukti nyata maka Islam­lah yang akan menggantikan kuasa Amerika sebagai super power dunia nanti. Ini giliran Islam. Islam akan bangkit kembali dan menjadi sebuah empayar dan sekali lagi bumi akan dinaungi oleh keadilan dan kemakmuran. Dunia akan diserahkan lagi kepada umat Islam sebagaimana Allah telah menyerahkannya kepada Rasulullah dan para Sahabat.

Kita kini berada di akhir zaman yang mana sedang berlaku kemuncak kerosakan di lautan dan di daratan. Segala sistem hi­dup yang ada hari ini telah begitu rosak. Semakin dicari penye­lesaian semakin kronik keadaannya. Pembunuhan, per­gaduhan, peperangan, penzaliman, penindasan, tipu-menipu, mementingkan diri, jatuh-menjatuhkan dan lain-lain berlaku di mana-mana. Masyarakat manusia sudah tidak ada kasih sayang, tidak boleh bekerjasama, tidak bertolak ansur dan tidak bertolong bantu. Pergaduhan berlaku di antara suami isteri, anak-anak dengan ibu bapa, murid dengan guru, buruh dan majikan, rakyat dan pemimpin, negara dengan negara lain. Manusia sudah hilang kemanusiaannya.

Watak dunia hari ini menunjukkan sudah sampai masanya Tuhan mengutuskan penyelamat bagi memimpin manusia serta membaiki segala kerosakan yang berlaku. Begitulah se­jarah memberitahu kita. Tambahan pula kita kini berada di sekitar awal kurun yakni awal kurun ke-15 (suku kurun pertama). Di waktu inilah sepatutnya; sepertimana berlaku di kurun-kurun sebelum ini; lahirnya seorang mujaddid.

Jadual Tuhan untuk umat akhir zaman ini nampaknya sedang berlaku di waktu ini. Kebangkitan Islam kali pertama sedang berulang di sebelah Timur dengan kehendak Allah. Kita dapat lihat suatu kebangkitan Islam se­dang melanda dunia terutamanya di nusantara ini. Inilah dia akhir zaman yang dijanjikan itu.

Rupa-rupanya akhir zaman yang dimaksudkan ialah se­kitar kurun ke-15 Hijrah ini. Dan Timur yang dimaksudkan ia­lah Gugusan Kepulauan Melayu iaitu Malaysia, Indonesia dan sekitarnya. Walau bagaimanapun kebangkitan di Malaysia nampaknya lebih me­nonjol.

Berdasarkan Hadis tentangnya, secara umumnya Jadual Tuhan itu berlaku seperti berikut:

• Di waktu Islam sedang musnah dan binasa di alam Melayu (Timur), bangunlah seorang manusia yang Allah janjikan untuk menyelamatkan kembali agama-Nya. Dia seorang yang berbangsa Quraisy dari Bani Tamim tetapi sudah nipis sekali kearabannya. Ini kerana seperti yang kita tahu, orang-orang Arab yang datang ke Timur pada masa dahulu sudah berkahwin dengan orang ajam (bangsa selain Arab) maka tidak pelik kalau Putera Bani Tamim itu sudah nipis Arabnya. Rasulullah tidak menyebut salasilah tetapi banyak memperkatakan tentang ciri-ciri fizikal Putera Bani Tamim ini serta ciri-ciri perjuangan dan pengikutnya. Sebab itu untuk mencari Putera Bani Tamim yang dijanjikan itu, kita carilah ciri-ciri dan stail perjuangannya, bukan salasilahnya.

• Dia berjuang mulanya tentu melalui kumpulan kecil tetapi kumpulan atau jemaah atau toifahnya kemudian mem­besar. Sifat toifahnya mirip kepada jemaah Rasulullah kerana wanitanya berpakaian serba hitam seperti gagak-ga­gak hitam. Lelakinya berjubah serban. Pengikutnya sangat berpadu seolah-olah lahir dari satu ibu dan ayah. Cita-cita dan azam mereka kental dan besar. Ibarat kalau me­reka hendak meratakan gunung sekalipun, dapat me­reka lakukan. Rasulullah SAW dalam Hadis yang panjang menyebut malaikat Jibril a.s. sebagai berkata:


Maksudnya: “Maka Allah Azzawajalla mengumpul­kan sahabatnya (Al Mahdi) sejumlah ahli perang Badar atau tentera Thalut iaitu 313 lelaki. Mereka bagaikan singa jantan yang keluar dari hutan, hati mereka bagai­kan besi waja, kalau mereka bercita-cita untuk mengubah gunung nescaya boleh dilakukannya. Gaya mereka adalah satu dan pakaian mereka juga satu, seolah-olah bapa mereka bapa yang satu.”
(Dipetik dari kitab Aqdur Durar fi Akhbar Al Muntazar tahun 1983 m.s. 95)


• Dia (Putera Bani Tamim) meminta kebaikan dari penguasa negara di mana dia berjuang tetapi tidak diberikan. Na­mun dia dan pengikutnya terus berjuang hingga akhirnya berjaya negara itu diserahkan padanya. Ertinya toifah kecil itu telah membesar ke peringkat daulah Islamiah.

• Terdapat juga Hadis yang menyebut Putera Bani Tamim juga diterima kepimpinannya di Khurasan. Hadis yang dikeluarkan oleh Al Hafiz Abu Nuaim berbunyi:
Maksudnya: Dari Tsauban r.a. dia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Apabila kamu lihat panji-panji hitam telah diterima di sebelah Khurasan maka datangilah ia sekalipun merangkak di atas salji. Kerana sesungguhnya padanya ada khalifah Allah iaitu Al Mahdi.”

• Apabila Putera Bani Tamim mendapat daulah, tidak lama selepas itu (dua tahun) zahirlah Imam Mahdi. Namanya sama seperti nama Rasulullah, nama bapa dan nama ibu­nya sama seperti nama bapa dan ibu Rasulullah yakni namanya Muhammad bin Abdullah dan ibunya Aminah.

Tentang Imam Mahdi, Rasulullah mengait­kan dengan baginda dari segi hubungan darah. Maka faktor salasilah Imam Mahdi adalah penting, sebab ia disebutkan di dalam Hadis. Tidak sepertimana Putera Bani Tamim tadi, Rasu­lullah hanya menyebut tentang ciri-ciri fizi­kalnya.

• Putera Bani Tamim kerana rapat dengan Imam Mahdi seperti rapatnya Nabi Harun dengan Nabi Musa, maka telah menyerahkan kuasa negaranya kepada Imam Mahdi, jelas disebut dalam Hadis. Dia muncul di Mekah, antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim, terus mengisytiharkan dirinya sebagai Imam Mahdi.
• Penyerahan kuasa daulah kepada Imam Mahdi dilakukan oleh Putera Bani Tamim.

• Apabila Imam Mahdi berkuasa, maka Islam akan berkem­bang ke seluruh dunia. Tetapi ramai lagi manusia yang belum Islam hingga turunnya Nabi Isa a.s. Dunia dan ma­nusia seluruhnya akan masuk Islam. Terjadilah keamanan sejagat melalui pemimpin tiga serangkai: Putera Bani Tamim, Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s.

Setelah kedatangan Nabi Isa a.s., semua manusia akan masuk Islam. Maka selamatlah manusia daripada api Neraka. Itulah dikatakan rahmat Tuhan kepada seluruh manusia.

Sejarah pasti berulang. Kita beruntung kerana dengan kasih sayang Allah, diberitahu apa-apa yang bakal terjadi. Bolehlah kita bersiap sedia. Seperti juga peristiwa selepas mati, di alam Barzakh, di Padang Mahsyar, di Syurga, Neraka dan lain-lain lagi semuanya Allah sudah ceritakan. Supaya kita tidak menyesal nanti. Beruntunglah orang yang direzeki­kan dengan iman kepada yang ghaib ini. Rugi besarlah orang yang mengingkarinya.