| Mera Naam Joker: Dunia islam
Tampilkan postingan dengan label Dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Kisah Sedih Bara'ah (Kisah benar & video)



Ini adalah kisah gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah, yang orangtuanya dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur’an dengantajweed, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya. Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit  perut  yang  parah dan  setelah  beberapa  kali  diperiksakan  diketahuilah  ibu  bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.
Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak  menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu bar’ah kepadanya “Bar`ah aku akan pergi ke  surga di depan Anda, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al- Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak.. “
Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti apa yang ibunya berusaha beritahukan, Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ibunya mulai dipindahkan ke  rumah  sakit  untuk  waktu  yang  lama.  Gadis  kecil  ini  menggunakan  waktu  sepulang sekolahnya untuk  menjenguk  ibunya ke rumah  sakit  dan  membaca Quran  untuk ibunya sampai malam sampai  ayahnya  datang dan  membawanya  pulang. Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah bar’ah  bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepat dia bisa melalui telepon, sehingga ayah bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia memintanya untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.
Ayah keluar dari mobilnya, dengan penuh air mata di matanya, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!
Tragedi  Bar  `ah  belum  selesai  sampai  di  sini…  berita  kematian  ayahnya  yang disembunyikan dari ibu bar’ah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya akhirnya ibu bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini  sendirian  tanpa  kedua orangtuanya  ,  dan  oleh  orangtua  teman-teman  sekolah  bar’ah memutuskan untuk mencarikan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.
Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar `ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya  dan oleh keluarga yang mengasuhnya ia lalu diperiksakan , dan setelah beberapa kali tes di dapati bar’ah juga mengidap  kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan bar’ah kala itu:“Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tua saya.”
Semua  teman-teman  dan  keluarga  terkejut.  Gadis  kecil  ini  sedang  menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..Subhanallah
Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurusnya … mereka mengirimnya ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.
Salah satu saluran TV Islam (Al Hafiz – The pelindung) mendapat kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara yang indah yang di lantunkan oleh bar’ah …


Jumat, 22 Februari 2013

Jati Diri Mujahidin Jabhah An-Nushrah



 
Mujahidin Jabhah An-Nushrah, angin segar jihad di bumi Syam
 
 
Suriah (lasdipo.com)- Beberapa waktu kemarin, anggota dewan fatwa minbar tauhid wal jihad, Syaikh Abu Mundzir As-Syinqithy menyatakan, rakyat Syam boleh berperang bersama FSA (Free Suriah Army) yang masih campur aduk anggotanya. Sebab kondisi di Suriah adalah daf’u shail dan wajib berperang meski bersama orang yang berbeda-beda akidahnya.
 
Kabar gembira untuk anda, kini di Syam sudah ada jama’ah salafyst jihadist yang insya Allah bersih. Merekalah mujahidin Jabhah An-Nushrah di bumi Syam. Beberapa rilis amaliyat Jabhah An-Nushrah pernah kami muat.

 
Berikut rilis terbaru dari mujahidin Jabhat An-Nushrah. Dalam rilis ini, mujahidin Jabhat An-Nushrah mempublish visi, misi dan dasar-dasar jama’ah ini. Silakan anda nilai, jika pemikiran dan tujuan jama’ahnya adalah mulia. Bisa anda bayangkan seperti apa orangnya dan apa jalan yang ditempuhnya. Akan tergambar jelas betapa mujahidin Jabhah An-Nushrah tak beda jauh dengan mujahidin di bumni jihad yang lain dan layak untuk bergabung dalam gerbong jihad alamy.
 
Kami terjemahkan rilis berjudul ”Jabhah An-Nushrah Li Ahli Syam, Man Hum? Wa Maa Hiya Ahdaafuhum?”, eksklusif dan khusus untuk anda.
 
”Jabhah An-Nushrah Li Ahli Syam, Man Hum? Wa Maa Hiya Ahdaafuhum?”
Publisher: Syabakat Ansar Mojahideen
 
Segala puji bagi Allah, Dzat Yang Maha Kuat dan Perkasa. Penolong kaum lemah, pemecah kesombongan. Kami memuji-Nya dengan segenap rasa syukur, memohon ampun seperti orang yang banyak berdosa, kami memohon fadhl-Nya yang agung.
 
Tidak ada kekuatan kecuali dari-Nya, tidak ada kemuliaan kecuali pada dien-Nya dan tidak ada kemenangan kecuali dengan mengikuti syari’at-Nya.
 
Allah berfirman:  Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad:7)
 
Kami bersaksi tiada Illah yang haq untuk diibadahi selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya.
 
Allah menggariskan kemuliaan dan kemenangan bagi orang-orang beriman. Menjadikan orang-orang kafir dan munafik kecil dan terhina.
 
Allah berfirman: ”Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (Ar-Ruum: 47).
 
Kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Rasul yang berdiri dihadapan para sahabat pada hari perang,”janganlah kalian berangan untuk bertemu musuh, mohonlah kebaikan kepada Allah, jika kalian bertemu musuh maka bersabarlah, ketahuilah sesungguhnya Jannah itu di bawah naungan pedang.
 
Semoga Allah mencurahkan shalawat dan barakah kepada Rasulullah, ahlu bait, para sahabat dan siapa saja yang mengikuti beliau sampai hari kiamat.
 
Telah bertahun-tahun umat ini hidup dibawah hukum dzalim yang kejam. Saudara kita di Syam telah kenyang dengan berbagai siksaan. Negeri Syam telah terenggut, para ahli ibadah dibunuh, kehormatan dicampakkan, kesucian dinodai, dan ladang ternak dimusnahkan. Para da’I diberangus dan para ulama memenuhi dinginnya penjara. Kebaikan dihalangi dan menyebarlah kenistaan, hal yang makruf menjadi munkar dan yang munkar menjadi makruf!
Mujahidin Syam, hanya sujud kepada Allah
 
Gerombolan penjahat yang berkuasa atas leher kaum muslimin, merampas kekayaan umat islam, membungkam suara mereka dan menghancurkan akidah. Pikiran kelompok ini berkiblat pada doktrin sampah partai Ba’ats dan akidah Syiah Rafidhah Nushairiyah! Keduanya diformulasikan untuk membangun rezim yang haus dan suka menumpahkan darah, didalamnya hanya ada orang yang rusak dan buruk akhlaqnya. Mereka menjerumuskan negara pada kekerasan berkepanjangan dan kedzaliman yang melebihi batas.
 
Hanya Allah yang bisa mengeluarkan kaum muslimin, pria, wanita, tua, dan anak-anak dari kedzaliman yang mereka rasakan sejak lama. Juga menghilangkan rasa takut yang membelenggu akibat tekanan sejak dahulu. Membuat umat ini kuat dan bergemuruh dihadapan musuh.
 
”Kematian dan bukan kehinaan!” maka tidak ada kehidupan yang pantas jika harus hidup di bawah naungan nidzam batil dan undang-undangnya yang dzalim dan jahat.
 
Telah bangkit para singa umat ini setelah hilang rasa takut dari hatinya (kecuali takut kepada Sang Khaliq). Bergerak untuk menantang para thaghut yang meracuni rakyatnya dengan siksaan tak terperi. Sungguh saat jatuhnya kalian telah dekat dan sebentar lagi kalian akan berakhir. Mereka hanya bersandar kepada Allah setelah tidak ada lagi para alim kecuali hanya sedikit yaitu orang-orang yang shidiq dan ikhlas.
 
Sya’ir mereka:
 
Hidup terasa mudah bagi orang yang shidiq   #   sementara mati begitu menjengkelkan bagi musuh
 
 
Anak-anak Syam, kenyang dengan siksaan Bashar Assad
 
Mereka merapatkan shaf dan mengangkat senjata untuk bertempur menolong kaum lemah dan menolak kedzaliman dari orang-orang dzalim, mengguncang singgasana musuh dan meninggikan panji al-haq dan dien.
 
Medan pertempuran yang penuh barakah. Hingga mengumpulkan kebaikan para mujahidin dari seluruh penjuru bumi di bawah satu jama’ah di tanah Syam. Agar para mujahidin membersihkan bumi ini dari keburukan Bashar Assad dan pengikutnya, juga menegakkan hukum Allah di bumi Syam. Bukan hanya mengganti pemimpin dan sebutan saja (namun substansi pemerintahnya masih sama) seperti yang terjadi di Yaman, Mesir, Tunisia, dan Libya.
 
Hanyasanya tujuan jihad adalah mengganti semua aturan hukum dan menyebarkan keadilan, kemerdekaan dan persamaan di bumi Syam sesuai apa yang diperintahkan Allah, bukan seperti apa yang dimau oleh Barat.
 
Para pemuda gunung yang memiliki kekuatan dahsyat, berjanji kepada Allah untuk menolong dien-Nya dan berperang dengan tujuan yang mulia. Diantara mereka ada yang memenuhi janjinya dan ada yang menunggu-nunggu, mereka tidak membatalkan perjanjiannya sama sekali. Para pemuda yang menjual dirinya demi mendapat ridha Sang Khaliq.
 
Allah berfirman:  Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (Al-Baqarah: 207)
 
Kalaulah tertikamnya badan bisa membuat Allah ridha # Tentu mereka beramai-ramai mendatangi dan menyerahkan urusan
Seperti mereka menyerahkan lehernya untuk jihad # Melibas musuh hingga tertumpah darahnya
 
Mereka berjibaku siang malam demi mengeluarkan umat dari kehinaan dan menyudahi pembantaian atas kaum muslimin. Demi menegakkan daulah islamiyah yang adil, mereka menyusun amaliyat yang berbarakah, mengguncang barak-barak musuh, menghancurkan markas-markasnya, melumpuhkan alat perangnya, membunuh tentara dan syabiha dengan fadhl dari Allah.
 
Para pemuda yang melihat maut sebagai kemuliaan dan jannah # Dari ulah para perampas yang menimpakan kehinaan
 
Mempertahankan dien yang lurus dengan pedangnya # Menjaga tanahnya dari semua kenistaan
 
Semua Ahlu Syam mendukung para rijal ini. Bagi penduduk Syam, mereka adalah sebaik-baik pertolongan setelah pertolongan Allah tabaaraka wa ta’ala. Rakyat Syam membantu dan menolong para rijal ini setelah mereka melihat sifat shidq dari para Qadah (pemimpin mujahidin) dan mujahidnya dalam membela jiwa, negeri, darah anak-anak, dan kehormatan kaum wanita. Setelah tak ada pembelaan dari kafir Barat maupun para pemimpin Arab yang pengecut dan berkhianat.
 
Mereka bertawakkal kepada Rabbnya setelah yakin bahwa tidak ada penolong kecuali Allah. Mereka selalu mengulang semboyan, ”tiada lagi milik kami kecuali Engkau ya Allah”. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan kaum yang kembali kepada-Nya. Allah akan menolong mereka dengan tawakkal itu. Bukankah Allah Dzat Yang Maha memenuhi kebutuhan hamba-Nya?
 
Musuh menakut-nakuti mereka dengan selain Allah, barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada lagi yang dapat memberi petunjuk, dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa)?
 
Kami bertawakkal kepada Allah # kami mendapati pertolongan Allah hanya bagi orang yang bertawakkal
Siapa yang memakai baju tawakkal # tidak akan menemui takut atas kejahatan para pemaksa
 
Dari Wahb bin Munabbih beliau berkata, ”ketika Allah mengutus Musa dan Harun kepada Fir’aun, Allah berfirman, ”kalian berdua jangan takjub dengan pakaian dunia yang dikenakan Fir’aun. Sesungguhnya ubun-ubunnya berada ditangan-Ku, ia tidak berkata, tidak berjalan dan tidak bernafas tanpa seizin-Ku”.
 
Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, akan menang dan tertolong. Barangsiapa bertawakkal kepada selain Allah akan gagal dan merugi.
 
Allah berfirman: ” Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (At-Thalaq: 3).
 
Dien ini akan menang dengan izin Allah di depan hidung orang-orang dzalim dan melampaui batas.
 
Allah berfirman: ”Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, * (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. * Dan sesungguhnya tentara Kamiitulah yang pasti menang,” (Ash-Shaffat: 171-173).
 
Tentara Allah akan menang, meski banyak rintangan, walau bertambah gangguan, meski kebatilan menghalangi dengan besi dan api, propaganda dan permusuhan yang dahsyat, peperangan dan perlawanan yang kuat. Ini semua adalah medan perang yang kadang berbeda hasilnya. Namun akhir kesudahannya adalah janji Allah yang dijanjikan kepada Rasul-Nya dan siapa saja yang tidak menyelisihi janjinya. Meski semua penduduk bumi menghalangi jalannya. Janji Allah dengan pertolongan dan kemenangan dan tamkin dengan izin Allah.
 
Aku melihat musuh telah habis # seperti pasar gelap yang menghabiskan pasar dan makelar
Dan bumi Syam kembali merdeka # menyambut orang-orang terbaik dan paling mulia
Inilah sunnah Ar-Rahman yang hukum-Nya berlaku # tidak ada yang menentang kecuali akan termalukan
 
Yaa Allah, pencipta langit dan bumi, tolonglah saudara-saudara kami mujahidin di bumi Syam dan di setiap tempat Yaa Rabbal ‘Alamien. Yaa Allah balaslah Bashar Assad dan para pendukungnya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, Ahlu Bait dan para sahabat. (adnan nafisa/lasdipo.com)

Kirim Bom ke Suriah, Rusia dapat bom adzab meteor



Moskow.Lasdipo.com. Kekalahannya di medan tempur afghanistan, tak membuat Rusia kapok untuk bermain api dengan mujahidin. Hal ini dibuktikan dengan pembelaannya terhadap rezim Basyar al-Assad, Suriah. Mereka bekerjasama dalam melengkapi persenjataan beratnya guna membumihanguskan umat Islam di suriah. Pengiriman bom-bom canggih yang dapat merusak dalam jangkauan yang luas.

Namun doa orang yang teraniaya, terdholimi makbul. Allah mengirimkan balatentara yang tidak diduga. Meteor. Jum'at 04/04/1434 | 15/2/2013, Meteor dengan perkiraan berat 300.000 Ton jatuh ke wilayah pegunungan Ural. Tepatnya di kota Chelyabinsk. Diperkirakan 3.000 bangunan rusak karena hantaman yang keras disertai ledakan hebat. Korban 1.000 jiwa melayang.

Videonya dalat dilihat di youtube : http://www.youtube.com/watch?v=dBvotWfR3j4

Wawancara Time Dengan Jabhah al-Nusra:Washington Tidak Serius Mencopot Assad



“Kami melihatnya seolah-olah Amerika ingin memberikan rezim waktu untuk beristirahat, untuk memberikan kesempatan agar tetap berkuasa selama masih bisa”
Majalah Time (28/12) melansir sebuah wawancara dengan salah seorang petinggi kelompok Jabhah Nusrah, sebuah kelompok jihad di Aleppo, Suriah bernama Abu Adnan, 35 tahun.
Berikut beberapa kutipan wawancaranya.
Ketika dikatakan bahwa Amerika telah menjadikan kelompoknya, Jabhah Nusrah, sebagai kelompok teroris, dia menjawab bahwa hal itu bukan masalah baginya. “Kami sudah tahu cara-cara Barat dan penindasan yang mereka lakukan. Kami tahu penindasan oleh Dewan Keamanan PBB, kebohongan masyarakat internasional. Itu bukan berita baru. Itu semua tidak berarti apa-apa bagi kami. ”
Amerika secara resmi melabeli Jabhah al-Nusra sebagai sebuah kelompok teroris yang merupakan nama lain dari al-Qaeda di Irak sejak tanggal 11 Desember 2012 dan mengatakan bahwa sejak November 2011 kelompok ini mengaku bertanggungjawab atas “hampir 600 serangan teroris, membunuh dan melukai ratusan orang Suriah.” Kelompok ini tidak dikenal hingga akhir Januari 2012, ketika diumumkan pembentukannya, meskipun Abu Adnan mengakui bahwa kelompoknya telah aktif berbulan-bulan sebelumnya. Sejak saat itu, kelompok itu telah menjadi salah satu kekuatan pertempuran paling efektif melawan Presiden Bashar Assad, dengan melakukan beberapa serangan paling berani melawan rezim.
Sedikit yang diketahui tentang kelompok ini kecuali fakta bahwa sekarang mereka ingin mendirikan sebuah negara Islam. Tapi kedisiplinan Jabhah al-Nusra dan reputasinya di medan perang dikenal diantara kelompok pejuang lainnya (bahkan diantara kelompok pejuang yang sekuler sekalipun) yang tumbuh sejalan dengan keberanian serangannya, sehingga banyak anak muda yang ingin bergabung. Jabhah al-Nusra tidak berbeda ideologi dengan kelompok-kelompok Islam lain seperti Ahrar al-Sham dan Liwa al-Tauhid. “Kami semua adalah Muslim Sunni,” kata Abu Adnan, “sehingga tidak ada perbedaan.” Menurutnya, perbedaanya adalah pada tipe para pejuang yang diterima Jabhah al-Nusra untuk masuk ke dalam barisannya: “Kami sangat memperhatikan individu para pejuang, kita memperhatikan kualitas, bukan kuantitas”, katanya. “Para perokok. tidak bisa mendaftar. Para calon pejuang potensial harus mengikuti pembekalan agama selama 10 hari, “untuk memastikan pemahamannya tentang agama, moral, dan reputasinya.” Kemudian diikuti dengan 15 hingga 20 hari pelatihan militer.
Ketika Amerika secara terang-terangan menjadikan kelompok ini sebagai musuhnya, tampaknya hal ini malah lebih menarik bagi banyak orang yang telah lama melihat AS di kawasan itu dengan curiga. Washington telah mengkalkulasi bahwa kelompok ini terlalu berbahaya. Masalahnya adalah, banyak kelompok oposisi di Suriah yang berpikir sebaliknya.
Serangan udara nyaris menghancurkan mobil yang dikendarai oleh Abu Adnan. Dia dan rekan-rekannya menganggap hal ini sebagai upaya pembunuhan.
Wawancara berlangsung di sebuah kota di utara Suriah, di pedesaan di luar Aleppo.  Di sebuah ruangan kecil dengan jendela kecil yang hampir tidak ada cahaya masuk, sementara sedang mendung di luar.
Kami duduk di antara kotak-kotak berisi susu dan kantung-kantung selimut dan pakaian musim dingin untuk didistribusikan.
“Amerika telah menganggap kami teroris karena ada beberapa taktik kami yang meniru cara al-Qaeda di Irak, seperti penggunaan bahan peledak dan bom mobil,” kata Abu Adnan.”Kami tidak seperti al-Qaeda di Irak, kami bukan dari mereka.”
Jabhah al-Nusra tidak menghitung jumlah veteran perang Irak dalam perang di Suriah, yang membawa keahlian – terutama pembuatan bahan peledak buatan (IED). Namun, Jabhah al-Nusra bukanlah satu-satunya kelompok yang menggunakan IED karena kelompok-kelompok lainnya – yang disebut moderat di bawah payung Tentara Pembebasan Suriah (FSA) juga diduga menggunakan pelaku bom bunuh diri.
Sebagaimana Jabhah al-Nusra, sejumlah kelompok Islam lainnya juga ingin mendirikan sebuah negara Islam di Suriah, sementara unit-unit pemberontak sekuler semakin berbicara  mengutuk kelompok minoritas, khususnya para anggota sekte Alawi. Namun,  hanya Jabhah al-Nusra yang telah ditetapkan sebagai “teroris” oleh AS yang mengakui masih berusaha untuk memahami unsur-unsur bersenjata pada berbagai konflik di Suriah.
Jika pemberian label teroris itu dimaksudkan untuk mengisolasi Jabhah al-Nusra, tampaknya AS malah telah melakukan hal yang sebaliknya karena telah benar-benar meningkatkan reputasinya di antara beberapa kelompok pejuang Suriah. Protes nasional di Suriah pada tanggal 14 Desember, misalnya, menggunakan slogan “Terorisme di Suriah hanya yang dilakukan Assad”. Puluhan kelompok pejuang telah secara terbuka menyatakan, “Kami semua adalah Jabhah al-Nusra,” sementara pimpinan kelompok oposisi politik di pengasingan telah mengutuk label teroris itu.
Abu Adnan  percaya bahwa Washington tidak serius untuk mencopot Assad. “Kami melihatnya seolah Amerika ingin memberikan rezim waktu untuk beristirahat, untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk tetap berkuasa selama masih bisa,” katanya. “Rezim telah melakukan tindakan terorisme selama dua tahun dan Amerika tidak melakukan apa pun, jadi mengapa mereka cepat tanggap untuk melawan kekuatan tempur di Suriah, memberinya label organisasi teroris? Apakah mereka lupa rezim Assad? ”
Inti pemikirannya adalah gagasan bahwa Barat ingin mempertahankan status quo Israel, termasuk menjaga para pemimpin seperti Assad  ketimbang mengambil resiko berkuasanya kelompok Islam di Damaskus. Presiden Assad dan mendiang ayahnya dan pendahulunya Hafez Assad memastikan bahwa Dataran Tinggi Golan, yang diduduki negara Yahudi, adalah garis depan Arab-Israel yang paling tenang selama puluhan tahun meskipun ada retorika menakutkan dari rezim Assad.
Sebagian kelompok pejuang menganggap pelabelan ini sebagai fitnah, atau perpecahan internal, dalam jajaran kelompok pejuang, atau digunakan sebagai alasan untuk sama sekali menghindari mempersenjatai para pejuang Suriah, mengingat operasi yang banyak terjadi adalah serangan bersama antara kelompok-kelompok Islam seperti al-Jabhah Nusra dan unit sekuler FSA. Jadi akan sangat sulit bagi Barat untuk menyediakan senjata dan memilih kelompok yang diinginkan untuk bekerja sama dan pada saat yang sama memastikan bahwa senjata tidak akan juga jatuh ke tangan Jabhah al-Nusra, kecuali secara jelas ingin bahwa kelompok-kelompok yang disukai itu akan melawan kelompok-kelompok milisi Islam.
Menurut Abu Adnan Jabhah al-Nusra tidak menunggu senjata dari masyarakat internasional. Sebuah serangan baru pada sebuah pos rezim di Daarat Izze di pedesaan Aleppo memberikan lebih banyak senjata “dari apa yang sebuah negara dapat berikan kepada kita,” katanya. Para pejuang asing juga merupakan sumber dukungan, baik secara fisik (dalam hal kehadiran mereka) maupun materi (dana).
Sementara itu, organisasi ini mempertahankan informasi tentang dirinya sendiri dengan menyebarkan pernyataan-pernyataan dan video melalui media sayapnya yakni  al-Manarah al-Bayda. Menurutnya  kelompoknya tidak peduli tentang pers karena hal itu bukan prioritas. “Prioritas kami adalah melawan rezim.”
Jabhah al-Nusra dipimpin oleh seorang pria dengan nama samaran Abu Mohammad al-Golani (Golani merujuk pada Dataran Tinggii Golan milik Suriah yang diduduki Israel).
Abu Adnan tidak akan mengungkapkan informasi apapun tentang orang-orang yang ditunjuk oleh Departemen Keuangan AS dan mengatakan al-Golani tetap sebagai pemimpin Jabhah. Identitas asli Al-Golani ini tetap menjadi rahasia, bahkan diantara para pemimpin kelompok yang sama-sama militan Islam di Suriah. Pada pertemuan baru-baru ini para pemimpin kelompok Ahrar al-Sham, Suqoor al-Sham, Liwa al-Islam, al-Jabhah Nusra dan beberapa unit lain membahas pembentukan koalisi pan-Islam Suriah,
Mengenakan celana jeans dan sweater warna abu-abu terang, jaket kulit hitam dan sepatu hitam, Abu Adnan terlihat tenang dan sopan namun ia merasa tidak nyaman dengan beberapa pertanyaan seperti rincian struktur, yang menurutnya pertanyaan ini memiliki semangat pertanyaan dari lembaga intelijen.
Menurut Abu Adnan, Jabhah al-Nusra telah memperluas kehadirannya di seluruh Suriah. Setiap daerah memiliki pemimpin, seorang komandan militer dan pemimpin syariat, katanya. Di masa lalu, sebagian besar anggota Jabhah menutup diri, walaupun berbaur dengan para pejuang lainnya namun tidak berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Namun dalam sebulan terakhir atau lebih, mereka perlahan-lahan berubah. Jabhah al-Nusra adalah salah satu dari beberapa kelompok yang pada akhir November menolak kelompok dukungan Barat yakni sekelompok orang buangan politik Suriah yang diangkat sebagai Koalisi Nasional. Sebaliknya, kelompok milisi menyatakan niatnya untuk membentuk sebuah negara Islam di Aleppo. “Mereka yang tinggal di pengasingan berpikir bahwa kami akan membuat takut Barat dan Eropa jika kami adalah negara Islam. Kami belum sebuah negara Islam sekarang, dan apa yang telah negara-negara itu tawarkan selama setahun dan sembilan bulan lalu? Mengapa Barat selama setahun dan sembilan bulan tidak memberi apa-apa bagi revolusi? ”
Kelompok minoritas, menurutnya, tidak perlu takut. “Nabi SAWpunya tetangga Yahudi,” katanya. “Siapapun yang tidak menindas, atau berpartisipasi dalam memerangi rakyat, akan mendapatkan hak-haknya dan kewajiban-kewajibannya.” Namun, mereka yang tangannya bergelimangan darah, apakah itu kelompok minoritas atau bukan, akan diberikan ganjaran. Abu Adnan membela video yang diposting baru-baru ini dimana digambarkan salah seorang anggota al-Nusra Jabhah menembak mati loyalis rezim bersenjata.
Menurutnya, sebenarnya mereka bisa menjangkau dengan mudah orang-orang yang menyebut mereka teroris yang tinggal dekat perbatasan Turki. “Kami berjuang di Suriah, dan siapa yang kita perangi? Pasukan keamanan, shabiha  [yang juga dinggap teroris oleh AS] dan mereka yang membantu rezim. ”
Pada saat mereka mengumumkan rencana untuk mendirikan sebuah negara Islam, Jabhah al-Nusra juga telah mulai melakukan upaya bantuan di lingkungan kota untuk mencari pijakan kuat di masyarakat setempat. Mereka telah mendistribusikan pasokan yang sangat dibutuhkan mulai dari bensin, solar, hingga tepung untuk membuat roti. “Kami menjaga harga roti pada kisaran 15 lira [sekitar 21 sen dollar AS], yang merupakan harga yang benar,” kata Abu Adnan, sambil menambahkan bahwa pelanggaran atas hal itu akan dihukum sesuai dengan syariat Islam.